Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

PT Gudang Garam Tbk Bagikan Deviden Rp 962 Miliar! Penjualan 2024 Merosot, Laba GG ‘Terjun Bebas’

Sri Utami • Kamis, 26 Juni 2025 | 03:33 WIB

PEMBAGIAN DEVIDEN: Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Gudang Garam Tbk
PEMBAGIAN DEVIDEN: Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Gudang Garam Tbk
KEDIRI, JP Radar Kediri-Ketatnya regulasi industri rokok hingga pelemahan ekonomi yang terjadi sejak tahun 2024 lalu, agaknya berdampak signifikan terhadap kinerja PT Gudang Garam Tbk. Laba perusahaan yang berpusat di Kediri itu ‘terjun bebas’. Jika tahun 2023 lalu mencapai Rp 5,3 triliun, tahun ini laba mereka hanya Rp 1 triliun.

Dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) yang berlangsung di Hotel Grand Surya kemarin, perseroan memutuskan untuk membagikan Rp 962,044 miliar deviden kepada pemegang saham. Setiap lembar saham mendapat deviden masing-masing Rp 500.

Dengan dibagikannya mayoritas laba sebagai deviden, hanya Rp 37,956 miliar keuntungan Gudang Garam yang kembali masuk ke dalam akun saldo laba. Uang tersebut akan digunakan untuk menambah modal kerja perusahaan.

Untuk diketahui, dalam RUPS kemarin perseroan juga menyepakati beberapa hal. Di antaranya, mengangkat anggota dewan komisaris dan direksi yang tidak jauh berbeda dibanding tahun lalu.

Misalnya, jabatan presiden komisaris masih dipegang Juni Setiawati Wonowidjojo, kemudian presiden direktur juga dijabat Susilo Wonowidjojo. Kemudian, Indra Gunawan Wonowidjojo menjabat wakil presiden direktur.

Di jajaran direktur lainnya juga tidak ada perubahan. Heru Budiman, Herry Susianto, Istata Taswin Siddharta, Andik Wahyuni, Hamdhany Halim, Slamet Budiono, dan Sony Sasono Rahmadi masih menduduki posisi masing-masing.

Rapat kemarin sekaligus juga memutuskan besaran gaji dan tunjangan untuk dewan komisaris. Misalnya, presiden komisaris mendapat gaji dan tunjangan maksimal 40 persen dari gaji dan tunjangan presiden direktur. Sedangkan komisaris mendapat gaji dan tunjangan maksimal 20 persen dari gaji dan tunjangan presiden direktur.

Sementara itu, kinerja PT Gudang Garam yang kurang menggembirakan selama tahun 2024 lalu juga diakui oleh Presiden Direktur (Presdir) Susilo Wonowidjojo. Dalam laporan tahunan 2024 yang dipublikasikan oleh PT Gudang Garam, Susilo menyebut industri tembakau nasional menghadapi tantangan berat. Di tengah berlanjutnya kenaikan cukai, termasuk pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak rokok yang relatif besar, industri rokok dihadapkan pada daya beli masyarakat yang cenderung stagnan, hingga kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Kondisi tersebut membuat penurunan volume penjualan rokok. Sebab, perokok mencari rokok dengan cukai yang lebih murah hingga ada juga yang mencari rokok ilegal.

“Dengan kenaikan cukai sebesar 11 persen tahun 2024 untuk tahun kedua, volume penjualan rokok nasional turun sebesar 6,7 persen setelah sebelumnya mengalami penurunan sebesar 9,0 persen pada tahun 2023,” tulis Susilo dalam laporan tahunan 2024.

Baca Juga: Dorong Daya Saing UMKM, BRI Fasilitasi Sertifikasi Halal bagi UMKM melalui Program BRI Peduli

Kondisi tersebut membuat laba Gudang Garam tahun 2024 hanya sebesar Rp 1 triliun. Turun sebesar 81,6 persen dibanding 2023 lalu. Adapun pendapatan GG juga turun sebesar 17,1 persen menjadi Rp 98,7 triliun.

Di sisi lain, beban cukai meningkat menjadi Rp 73,6 triliun. Komponen tersebut merupakan 84,6 persen dari total biaya pokok penjualan rokok pada tahun 2024.

Untuk mendapatkan berita- berita terkini  Jawa Pos  Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#radar kediri #GG #kediri #pt gudang garam tbk #rups #deviden #hotel grand surya