Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kelapa Sumbang Inflasi di Kota Kediri, BPS Ingatkan Waspada di Bulan Mei! Ada Apa?

Emilia Susanti • Jumat, 9 Mei 2025 | 15:20 WIB

 

NAIK DRASTIS: Pedagang kelapa sedang memilah barang dagangannya di lapak Pasar Grosir Ngronggo Kota Kediri.
NAIK DRASTIS: Pedagang kelapa sedang memilah barang dagangannya di lapak Pasar Grosir Ngronggo Kota Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri– Inflasi kembali melanda Kota Kediri pada April 2025. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri menyebutkan jika angka secara month to month (mtm) sebesar 1,33. 

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya inflasi di Kota Kediri. Menurut Kepala BPS Kota Kediri Emil Wahyudiono, penyesuaian harga tarif daftar listrik jadi salah satu faktornya. Bahkan komoditas ini menjadi penyumbang terbesar dalam inflasi bulan April.

Baca Juga: Kabar Gembira! OJK dan BPS Umumkan Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan Masyarakat Meningkat

“Besaran inflasi sebesar 41,21 persen dan mempunyai andil 1,43 persen untuk komoditas listrik,” jelas pria yang akrab disapa Emil itu.

Selanjutnya, komoditas adalah emas perhiasan. Sejauh ini emas mengalami inflasi sebesar 13,60 persen dengan andil sebesar 0,21 persen. Lalu komoditas penyumbang inflasi lainnya adalah kelapa. 

Baca Juga: BSI Tekankan Relevansi Ekonomi Syariah Terhadap Pembangunan Ekonomi Indonesia melalui GIFS 2025

Inflasi yang terjadi sebesar 51,68 persen dengan andil 0,09 persen. Menariknya, santan sebagai produk turunan juga memberikan andil tersendiri bagi inflasi.

“Terjadi kenaikan (harga, Red) karena imbas dari ekspor ke Tiongkok. Sehingga pasokan untuk konsumen akhirnya menjadi berkurang. Termasuk juga pasokan untuk beberapa industri santan juga ikut berkurang,” jelas Emil.

Baca Juga: Meski Ada Risiko, XRP Diprediksi Meningkat hingga US$5

Sementara, komoditas yang menghambat inflasi datang dari daging ayam ras dengan andil sebesar -0,22 persen. Selanjutnya cabai rawit dengan andil -0,19 persen dan telur ayam ras sebesar -0,06 persen.

Lebih lanjut, Emil menerangkan pada Mei ini masih ada yang perlu diwaspadai. Pertama adalah tarif pulsa ponsel. Sebab, diskon tarif yang diberikan pada masa Lebaran akan kembali normal.

Sehingga, secara statistik akan memberikan andil tersendiri untuk inflasi. Meskipun kecil. Selanjutnya, dia juga melihat dampak dari penurunan stok kelapa masih berlanjut hingga bulan ini.

Baca Juga: Mau Ajukan Pinjaman Non KUR di Bank Mandiri 2025? Ini Syarat Lengkap dan Simulasinya

Emil menengarai adanya kemungkinan kenaikan tarif angkutan antar kota. Sebabnya, ada dua kali libur panjang dalam bulan ini. Meliputi tanggal 10, 11, 12, dan 13 Mei serta tanggal 29, 30, dan 31 Mei sampai 1 Juni.

“Biasanya untuk beberapa hari yang ada long weekend-nya tarif angkutan antar kota itu mengalami kenaikan kemudian tarif kereta api ada potensi naik. Kemudian juga tarif angkutan udara ada potensi terjadi kenaikan,” tandasnya.

Baca Juga: Proses Negosiasi Indonesia-AS Berjalan Lancar, IHSG Diproyeksi Alami Konsolidasi

Terlepas dari itu, inflasi Kota Kediri secara month to month (mtm) menjadi yang tertinggi di Jawa Timur. Sekaligus lebih tinggi dari inflasi mtm di Jawa Timur yang sebesar 0,93 persen dan nasional yang sebesar 1,17 persen. Sementara, inflasi secara year to date (ytd) Kota Kediri adalah 1,20 persen dan year on year (yoy) sebesar 1,23 persen. 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian