JP Radar Kediri – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini diperkirakan tidak akan mengalami fluktuasi yang terlalu tajam.
IHSG justru cenderung akan bergerak dalam pola konsolidasi, seiring dengan perkembangan positif dari proses negosiasi dagang antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Amerika Serikat (AS) yang dilaporkan berjalan sesuai dengan agenda dan rencana awal.
Valdy Kurniawan, yang merupakan Senior Equity Research Analyst di Phintraco Sekuritas, menyampaikan bahwa IHSG pada minggu ini berpotensi bertahan dalam kisaran level antara 6.300 hingga 6.550.
Menurutnya, pelaku pasar saat ini masih menunggu hasil konkret dari proses negosiasi yang sedang berlangsung, sehingga pergerakan indeks lebih dipengaruhi oleh sikap hati-hati investor yang cenderung menahan diri untuk melakukan aksi beli besar-besaran.
“IHSG kemungkinan besar akan melanjutkan fase konsolidasi dalam beberapa hari ke depan. Kami memperkirakan indeks akan bergerak dalam rentang 6.300 sampai dengan 6.550, dengan kecenderungan investor untuk mencermati hasil negosiasi perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat,” jelas Valdy saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (21/4).
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia melalui delegasi yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, telah melakukan pertemuan penting dengan Menteri Perdagangan Amerika Serikat, Howard Lutnick, pada hari Minggu (20/4).
Dalam pertemuan tersebut, Indonesia menyampaikan berbagai usulan dalam rangka menjalin kerja sama perdagangan yang lebih seimbang dan saling menguntungkan bagi kedua negara.
Sejumlah poin penting yang disampaikan Indonesia dalam negosiasi tersebut antara lain adalah rencana peningkatan impor produk-produk asal Amerika Serikat, termasuk di sektor energi dan pertanian.
Selain itu, Indonesia juga mengajukan kerja sama dalam bidang hilirisasi industri, memberikan usulan relaksasi terhadap ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), serta mengusulkan paket deregulasi untuk mendukung iklim investasi yang lebih kondusif.
“Pemerintah Indonesia memberikan penawaran konkret berupa komitmen untuk meningkatkan volume impor dari Amerika Serikat."
"Langkah ini diharapkan bisa membantu memperkecil defisit neraca perdagangan yang selama ini menjadi perhatian utama Pemerintah AS,” tambah Valdy.
Tidak hanya pertemuan tingkat tinggi, delegasi teknis dari Indonesia juga telah menggelar pertemuan lanjutan dengan perwakilan United States Trade Representative (USTR).
Pertemuan teknis ini bertujuan untuk membahas secara lebih mendalam mengenai format kerja sama, mekanisme negosiasi, serta menyepakati jadwal pelaksanaan negosiasi yang ditargetkan selesai dalam waktu 60 hari ke depan.
Dari sisi eksternal, pelaku pasar juga turut mencermati dinamika yang terjadi di Amerika Serikat, termasuk pernyataan Presiden AS saat itu, Donald Trump, yang kembali menegaskan pandangannya agar bank sentral AS (The Fed) menurunkan suku bunga acuan demi mendorong pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, ketegangan geopolitik seperti potensi penarikan diri AS dari inisiatif perdamaian Rusia-Ukraina serta wacana sanksi baru terhadap Iran, juga memberikan pengaruh terhadap sentimen pasar global, yang pada akhirnya berdampak pada arah pergerakan IHSG di tanah air.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira