Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Tanon, Papar, Kabupaten Kediri: Karang Taruna Desa Kompak Lestarikan Seni Jaranan

Habibaham Anisa Muktiara • Kamis, 11 Juli 2024 | 16:47 WIB
KOMPAK: Karang Taruna Desa Tanon, Kecamatan Papar konsisten melestarikan kesenian jaranan asli desa.
KOMPAK: Karang Taruna Desa Tanon, Kecamatan Papar konsisten melestarikan kesenian jaranan asli desa.

Mungkin, kebanyakan anak muda kini lebih senang dengan hal-hal berbau modern. Termasuk di bidang kesenian. Namun, tidak dengan para pemuda di Desa Tanon. Bersama pemdes, mereka tidak bosan melestarikan kesenian jaranan tradisional.

“Jaranan di desa ini masih berkembang,” terang Kepala Desa Tanon, Kecamatan Papar Kusnadi.

Menurutnya, pemuda di desanya tidak malu untuk berperan aktif melestarikan kesenian tersebut. Terlihat dari hidupnya regenerasi pemain jaranan, penabuh gamelan hingga penonton. Saat ini, jaranan yang bernama Darmo Putro ini dikelola oleh Karang Taruna Desa Tanon.

Jaranan ini sudah ada sejak 1993. Pemainnya tak lain adalah pemuda desa yang berusia 17 hingga 40 tahun. Dalam kurun waktu satu tahun, jaranan ini bisa pentas sebanyak 6 kali. Mulai di lingkungan sekitar hingga keluar kota. “Jaranan ini juga pernah mewakili Kabupaten Kediri di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta pada tahun 2000-an,” cerita Kusnadi.

Baginya, hal tersebut merupakan prestasi yang membanggakan. Lantaran dapat mengenalkan potensi dan nama desa ke tingkat nasional. Untuk melanjutkan kesenian ini, pemain jaranan dilatih sendiri oleh pemain senior. Sehingga proses belajar mereka secara turun-temurun.

Bagi pemain junior atau baru, biasanya mereka akan tampil siang hari. Sedangkan untuk pemain senior mereka akan tampil malam hari. Keberadaan jaranan ini menjadi hal yang dinantikan. Bahkan, mendapatkan dukungan penuh dari warga Desa Tanon. Terbukti saat mereka latihan. Mereka kerap memanfaatkan pelataran rumah warga hingga kantor desa.

Olah Hasil Panen Jagung Jadi Tortilla dan Susu Jagung

Sektor pertanian di Desa Tanon sangat vital. Terutama pertanian jagungnya. Saking melimpahnya, hasil panen jagung tersebut dapat diolah menjadi beragam jajanan. Seperti keripik jagung atau tortilla dan susu jagung. Usaha ini digeluti oleh Mariyati.

Idenya tersebut berkembang pada 2008 silam. Kala itu, dia mengikuti pelatihan dari Pemkab Kediri. “Pertama kali saya jual di Pekan Budaya lalu berlanjut jual ke luar,” ujar ibu dua anak itu.

Tortila ini berbahan dasar jagung kering. Jagung kering terlebih dahulu dibersihkan. Lalu, direndam dengan air kapur kurang lebih selama satu jam. Setelah itu jagung ditiriskan dan dibersihkan lagi dengan air bersih agar kapurnya hilang.

Setelah itu direndam lagi dengan air bersih semalaman. Kemudian direbus selama 7 jam. Jika sudah, jagung dibawa ke penggilingan dan dipipihkan. Setelah dipipihkan lalu dijemur sampai kering. Jika sudah diberi bumbu. “Saya hanya pakai garam dan bawang,” ujar wanita 55 tahun itu.

Tortilla ini sudah dipasarkan di Kediri, Blitar, Malang, sampai Kebumen. Pemdes setempat sangat mendukung usaha Mariyati. Setiap ada informasi terkait pameran, selalu disampaikan kepadanya. Dia selalu diikutkan dalam pameran untuk mewakili desa.

Selain tortilla, dia juga membuat olahan jagung menjadi susu jagung. Bahannya dari jagung manis yang disisir kemudian dikukus selama lima menit. Setelah itu di blender sampai halus dan disaring. Terakhir, jagung direbus lagi bersama dengan air.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#seni jaranan #radar kediri #kabupaten kediri #desa milenial #tanon #karang taruna (karta) #jawa pos #Profil Desa