Warga setempat memang tidak secara langsung bergantung pada air dari Sumber Sirahnggolo. Namun begitu, mereka tetap mengelola dan mengembangkan tempat tersebut. Salah satunya, menjadikannya objek wisata berbasis alam dan budaya.
Meski kawasan mata air ini saat ini terbilang sepi, namun jejak-jejak pengelolaan masih nampak di sana. Kawasan yang dikelilingi pohon ficus berukuran besar itu sudah banyak dipoles. Terlihat dari berbagai fasilitas yang ada di sana. Mulai dari kamar mandi, kursi, meja, hingga rumah pohon.
Sedikitnya dua rumah pohon yang ada di sana menjadi daya tarik tersendiri. Menambah kesan apik dari ruang terbuka hijau itu. Selain itu, jalan-jalan setapak juga sudah tersedia. Dapat menjadi akses bagi pengunjung yang ingin berkeliling di bawah rimbunan pohon-pohon besar.
“Dulu sebelum pandemi waktu masih ramai. Bahkan sering ada kegiatan rutin. Seperti senam tiap Minggu,” ujar Marji, warga setempat.
Pria parobaya itu menceritakan, dulunya Sumber Sirahnggolo sempat ramai. Pedagang-pedagang berjajar di luar kawasan mata air. Namun, semenjak pandemi melanda mayoritas pedagang gulung tikar. Animo masyarakat yang berkunjung ke mata air ini jadi ikut menurun.
“Kalau di sini yang mengurusi kan dari Karang Taruna. Mereka aktif juga sebenarnya di lingkungan. Ini juga rencananya mau dikembangkan lagi. Tinggal dijalankan saja,” tutur Marji.
Kawasan mata air itu memang kaya akan potensi. Sumbernya tidak pernah mengering dengan air yang melimpah. Pun dengan vegetasi yang masih terjaga alami dan beragam. Menjadikan kawasan seluas kurang lebih 200 meter persegi itu bagaikan miniatur hutan hujan di tengah permukiman warga.
Belum lagi, sumber tersebut berada tak jauh dari Gunung Kelud—salah satu objek wisata unggulan Kabupaten Kediri. Sehingga, para pemuda di Desa Jagul, Kecamatan Ngancar itu sedang semangat-semangatnya mengembangkan mata air ini. Sehingga dapat menjadi objek wisata berbasis alam.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah