Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jatuh Bangun Meniti Karir hingga Tembus Ibu Kota, Inilah Sosok Drummer Asal Kediri Axel CB

Ayu Ismawati • Kamis, 26 Oktober 2023 | 16:54 WIB

 

TOTALITAS: Axel CB menunjukkan kepiawaiannya menggebuk drum. Selain bergabung di Qodir Band, dia juga eksis bersama Snapburn.
TOTALITAS: Axel CB menunjukkan kepiawaiannya menggebuk drum. Selain bergabung di Qodir Band, dia juga eksis bersama Snapburn.

Meski lahir dari keluarga musisi kenamaan, bukan berarti Aksel Za Trigaskara atau Axel CB mendapat jaminan sukses. Seperti musisi kebanyakan, dia harus meniti karir dari bawah sebelum melenggang ke ibu kota.

Nama belakangnya cukup familiar. Terutama bagi pecinta musik di Kediri Raya. Ya, Axel CB memang lahir dari keluarga Children Brother (CB) Band yang melegenda di era 80-an. Band beraliran rock ini berhasil melahirkan sejumlah musisi kenamaan. Salah satunya Atiek CB.

Menyandang nama besar di pundaknya, Axel sebagai penerus memang memiliki beban yang tak ringan. “Ya memang itu (dilemanya lahir dari keluarga musisi besar, Red),” kata Axel kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Jika kini dia tergabung dalam band Qodir, besutan Abdul Qodir Jaelani yang tak lain putra musisi Ahmad Dhani, tentu semuanya tidak ujuk-ujuk. Melainkan butuh proses yang panjang. “Saya sudah membuat band sejak usia lima tahun. Band Jenderal Kancil namanya,” kenang Axel yang sudah akrab dengan festival musik sejak kecil.

Baca Juga: Puluhan Tahun Bergelut Sembuhkan Pecandu Narkoba, Inilah Sosok Jesicha Yenny Susanty

Kebetulan, band itu jadi langganan Wali Kota Achmad Maschut. Dia pun jadi sering tampil dalam berbagai event. Termasuk mengikuti lomba di usia anak-anak.

Meski menjadi anggota band yang paling kecil, hal tersebut tidak membuat pemuda berusia 25 tahun ini minder. Darah seni yang mengalir dalam dirinya membuat dia mudah beradaptasi. Ditambah lagi, dia sudah mengenal musik sejak balita.

Jika anak-anak lain baru belajar bersosialisasi lewat pendidikan anak usia dini (PAUD), di usia tiga tahun dia sudah belajar menabuh drum. “Ya otodidak,” kenangnya lagi sambil tersenyum.
Berada di keluarga besar yang semuanya musisi, diakui Axel dirinya mendapat privilege.

Kesempatannya untuk bermusik sejak dini terbuka lebar. “Tapi pada akhirnya privilege ini hanya berperan 10-15 persen dalam menentukan kesuksesan,” tuturnya.

Baca Juga: Melihat Jerih Payah Kader Posyandu Kesehatan Jiwa di Ngasem Kabupaten Kediri

Selebihnya, dia tetap harus berjuang sendiri agar bisa sukses. Menyadari hal itu, selepas SMA dia langsung merantau ke Jakarta. Benar-benar sendiri. Mulai dari awal.

Selanjutnya, pada 2017 silam dia mendapat kesempatan ikut kompetisi drum di Jakarta. Pria yang juga piawai memetik gitar itu harus bersaing dengan ratusan musisi lainnya. Momen seperti itu menurutnya jadi salah satu tangga untuk bisa sampai pada posisinya sekarang.

Melalui kompetisi musik dan festival itu, pemuda yang mendirikan band Snapburn tersebut bisa bertemu banyak musisi-musisi papan atas. Selain, tentu saja, meningkatkan pengalamannya sebagai seorang seniman.

“Saya pernah sampai sana. Ramai. Pengen pulang karena takut. Yang lainnya banyak yang mahasiswa musik,” papar Axel yang sempat minder karena dirinya hanya belajar musik secara otodidak itu. Belum lagi, genrenya berbeda.

Baca Juga: Inilah Profil MTs Negeri 2 Kediri yang Meraih Adiwiyata Mandiri

Kenekatannya pada 2018 silam berbuah manis. Dia menjadi juara 1 dalam kompetisi musik besar itu. Dari sana, kepercayaan dirinya semakin terpupuk. Dia tidak lagi minder saat bertemu dengan musisi ibu kota lainnya.

Berkat kerja kerasnya itu, Axel CB kini dikenal sebagai salah satu personel band ibu kota. Permainan drum keponakan Atiek CB itu sudah tidak diragukan lagi. Tak hanya bermusik dengan Qodir Band, dia juga jadi langganan musisi nasional sebagai session player drum. Di antaranya, Ahmad Abdul dan Tiara Andini.

Di luar itu, Axel juga terus disibukkan dengan bandnya di Kediri. Di Snapburn dia menjadi komposer lagu sekaligus gitarisnya. Dalam bermusik, pemuda yang tinggal di Kelurahan Jamsaren, Pesantren itu bertekad untuk mempertahankan idealismenya.

Meski pendengar musik saat ini banyak yang lebih tertarik dengan musik arus utama, dia memilih tetap totalitas menelurkan karya-karyanya. “Kata orang kan kalau pengen cepat terkenal, ya harus mengikuti era yang lagi tren sekarang. Kalau saya mungkin karena idealismenya tinggi, nggak mau mengikuti. Mau pendengarnya cuma 100 orang ya nggak apa-apa. Tapi dia konsisten dengerin,” tandasnya bertekad mempertahankan ciri khasnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#Axel CB #Sosok #drummer #karir