Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ini yang Dilakukan Warga agar Sumber Dendeng di Tempurejo Kota Kediri Bisa Jadi Kawasan Wisata

Anwar Bahar Basalamah • Selasa, 15 Agustus 2023 | 17:19 WIB

 

POTENSIAL: Sumber Dendeng di Kota Kediri berpotensi menjadi tempat wisata jika dikembangkan dengan baik.
POTENSIAL: Sumber Dendeng di Kota Kediri berpotensi menjadi tempat wisata jika dikembangkan dengan baik.

Mata air ini berada di belakang permukiman warga. Yang tak tahu bisa dengan mudahnya mengira tempat ini hanya rawa-rawa. Padahal, mata air ini punya potensi yang besar. Tetap mengalir meski pohon-pohon besarnya telah tumbang.

Lokasi Sumber Dendeng berada di perbatasan antara dua wilayah. Yakni lingkungan Kresek di Kelurahan Tempurejo dan lingkungan Sumberjo di Kelurahan Ngetih. Namun, hanya warga dari Lingkungan Sumberjo saja yang secara langsung banyak memanfaatkan mata air ini untuk kebutuhan sehari-hari.

Itu tak terlepas dari letak mata air ini yang berlokasi tepat di belakang permukiman warga Sumberjo. Bagi yang tak tahu bisa saja mengira kawasan ini hanya rawa-rawa. Itu lantaran banyaknya semak belukar dan rumpun bambu di kawasan mata air.

“Dulu sumbernya kecil. Tapi lebih dalam airnya. Sekarang sumbernya lebih luas, tapi airnya nggak terlalu tinggi,” ujar Ulfa, salah seorang warga setempat.

Perubahan itu karena beberapa waktu lalu pemerintah desa sempat merehabilitasi mata air di sana. Rehabilitasi menggunakan alat berat eskavator itu salah satunya dengan menggali sumber dan kawasan di sekitarnya.

“Makanya itu kan dibuat seperti pulau-pulau gitu. Itu memang rencananya mau dikembangkan jadi tempat wisata,” tambah perempuan 38 tahun itu.

Meski baru direhabilitasi, agaknya pengelolaan sumber terhenti. Rumpun-rumpun bambu yang berada tepat di atas titik mata air ambruk karena terpaan angin kencang. Hingga kemarin pun, rumpun bambu belum dibersihkan dari permukaan sumber.

Untuk mendukung rencana pengembangan mata air menjadi kawasan wisata, warga mendukung dengan menyumbangkan benih ikan. Beragam ikan ada di sana. Termasuk di antaranya ikan nila, wader, gupi, hingga lele.

“Warga sekitar sini kan banyak yang budidaya ikan. Macem-macem ikannya. Jadi banyak yang nyebar benih ikan di sana. Katanya biar ada isinya sumbernya. Biar rame,” tutur ibu empat anak itu.

Namun demikian, warga setempat tegas melarang siapa saja mengambil ikan di sana. Baliho-baliho bertuliskan ‘iwak diingu, ojo dipancing, diobat, disetrum’ tersebar di kawasan mata air.

Jika masyarakat di hilir banyak memanfaatkan air dari sumber untuk mengairi sawah, warga setempat justru banyak yang mencuci pakaian di sumber. Bahkan, mereka secara swadaya menyebar pasir di kawasan mata air agar air tak keruh oleh lumpur.

“Setidaknya biar kalau turun ke sumber itu airnya tetap jernih. Nggak keruh,” tandasnya.

Sayang, beberapa titik mata air terancam pencemaran. Salah satunya dari limpahan air pembuangan kolam ikan serta dari sampah-sampah warga yang berterbangan ke arah mata air. Tak jauh dari mata air, terdapat tempat pembuangan sampah milik warga setempat.

Begitu pula dengan kolam-kolam ikan yang banyak terdapat di lingkungan tersebut. Akibatnya, nampak air berwarna hijau pekat di sejumlah sudut mata air yang memanjang dan berkelok itu.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#SUMBER #mata air #alam