Di saat liburan paling menyenangkan pergi ke tempat wisata. Meski cuaca panas tidak mendukung aktivitas di luar ruangan, namun di tempat wisata Pancar Wonotirto tetap terasa teduh. Wisatawan dapat bermain air tanpa takut kepanasan.
Tidak jauh dari Monumen Simpang Lima Gumul (SLG), terdapat wisata bertemakan alam. Lokasinya di Desa Gayam, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Namanya Pancar Wonotirto. Di sana wisatawan dapat bermain air di bawah teduhnya rerimbunan bambu.
Wisata yang dikelola pemerintah desa ini sangat cocok menjadi alternatif untuk dikunjungi saat liburan. Jaraknya sekitar 6,6 kilometer (km) dari SLG. Dengan sepeda motor memerlukan waktu kurang lebih 10 menit. Sedangkan jika naik mobil sekitar 11 menit. “Untuk biaya masuk seikhlasnya,” terang Sulastri, salah satu penjaga pintu masuk wisata.
Meski begitu, untuk parkir kendaraan pengunjung harus membayar tarif. Untuk sepeda motor Rp 3 ribu dan mobil Rp 5 ribu. Saat Jawa Pos Radar Kediri berkunjung, Sulastri menjelaskan bahwa wisata desa tersebut setiap hari buka mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB. Pengunjung ramai saat hari libur nasional. Selain itu, juga setiap akhir pekan.
“Kebanyakan anak-anak sekolah dan rombongan keluarga yang berkunjung,” imbuhnya.
Setelah memarkir kendaraan di pintu masuk, pengunjung akan melihat spot-spot foto yang instagramable. Salah satunya adalah jembatan dengan hiasan bunga. Jembatan terbuat dari aluminium sehingga aman untuk menyeberang.
Tepat di bawah jembatan terdapat sebuah aliran sungai. Di sanalah anak-anak dapat bermain air. Tenang saja, dasar sungainya hanya dangkal sekitar 10 hingga 20 sentimeter. Meski begitu, anak-anak yang bermain perlu pendampingan orang tua.
Jika dilihat, sepanjang aliran sungai baik di sisi kanan dan kirinya terdapat tanaman bambu yang lebat. Saking lebatnya, membuat sungai tersebut menjadi teduh. Sehingga meski bermain air saat siang hari, cahaya matahari hanya dapat muncul dari sela-sela dedaunan.
Agar seperti kolam renang, di sungai tersebut dipasangi beberapa fasilitas perosotoan dibeberap titik. Selain berenang, pengunjung juga dapat bermain air dengan menyewa ban.
Selain berenang, anak-anak juga dapat menggunakan fasilitas lainnya. Mulai dari naik kereta putar, dan mandi bola. Untuk kedua wahana permainan tersebut, hanya perlu membayar Rp 5 ribu.
“Ngajak anak rekreasi di sini nggak perlu mengeluarkan banyak uang,” ungkap Yani, salah satu pengunjung. Ia mengajak kedua putranya yang masih sekolah dasar (SD). Kedua anaknya bermain air di sungai.
Tidak hanya fasilitas hiburan untuk anak-anak saja, namun juga ada untuk orang dewasa. Fasilitas hiburan tersebut adalah pemancingan ikan, dan tempat karaoke.
Di sepanjang aliran sungai yang digunakan untuk tempat wisata juga dihiasi dengan aneka hiasan payung warna warni yang menarik. Fasilitas yang disediakan juga cukup lengkap, mulai dari area parkir luas, toilet, gazebo, warung-warung makan, spot foto menarik, dan wahana bermain anak yang berada di tengah-tengah sungai.
Ada Rujak Cingur, Minumnya Es Dawet
Selain menikmati keindahan alamnya, di wisata Pancar Wonotirto pengunjung dapat menikmati bermacam kuliner. Tentu saja dengan harga ramah di kantong.
Tempat wisata desa ini memang dibuka untuk mendongkrak perekonomian warga. Salah satunya memberi fasilitas stan makanan di sana. “Yang jualan warga desa setempat,” jelas Aning, 38, salah satu pedagang.
Setiap warung berjualan aneka makanan. Mulai menu tradisional, seperti rujak cingur, lopes, nasi pecel, hingga lontong sayur. Tidak hanya itu, juga ada hidangan lain, bakso dan mi ayam. “Agar ada yang membeli, tidak berani patok harga mahal-mahal,” kata Aning.
Rata-rata makanan dijual harga Rp 6 ribu. Selain makanan, juga dijual beraneka minuman, mulai dari es dawet, es blewah dan aneka minuman kemasan.
Di meja setiap warung, disediakan beraneka jenis makanan ringan. Mulai jajanan jadul hingga kekinian.
Karena harganya murah, kebanyakan yang membeli adalah anak-anak. Meski buka setiap hari, namun pemasukannya paling tinggi saat tanggal merah dan akhir pekan. Dalam satu hari itu, Aning mengaku bisa mendapat sekitar Rp 1 juta. Sedangkan hari biasa paling ramai hanya sekitar Rp 400 ribu.
Banyaknya pengunjung membuat setiap warung rata-rata dipadati pembeli. “Sebelum main air isi bensin dulu (makan),” ujar Raihan, 12, salah satu pengunjung. Ditemani Rinta, 50, ibunya, Raihan memasan mi ayam yang dibeli Rp 6 ribu. Sedangkan untuk minum ia membawa dari rumah.
“Kalau jajan di sini termasuk murah, buat dua orang tidak sampai Rp 50 ribu,” ungkap Rinta. Selain membeli makanan, Rinta juga menuruti putranya untuk membeli aneka jajanan.
Editor : Anwar Bahar Basalamah