Sejak duduk di bangku SMP, nasib Mustaqim tak seberuntung kebanyakan besar teman sebayanya. Ibu Mustaqim meninggal saat dirinya berusia 12 tahun. Sementara itu, Nur Kholis, sang ayah harus mengadu nasib merantau ke Negeri Jiran Malaysia sebagai seorang tenaga kerja Indonesia (TKI). “Sebelum merantau, bapakku dulunya adalah tukang ojek di kampung,” kata Mustaqim.
Namun, bagi Mustaqim hidup sebatang kara bukanlah alasan untuk menengadahkan tangan. Terbiasa dengan kerasnya hidup sejak kecil, justru membuat Mustqi bersemangat. Dan itu menjadi pengalaman berharga untuk membangun kariernya. Keterampilan Mustaqim terasah saat dirinya belajar di Pondok Pesantren Mansyaul Ulum Gondang Legi, Kabupaten Malang. Menghabiskan waktu belajar 5 tahun di pondok tersebut, Mustaqim jadi santri ndalem atau abdi ndalem kiai pengasuh ponpes.
“Saya suka mencoba hal-hal baru, kebiasaan itu mendorong saya belajar mengasah diri. Setelah lulus pondok, aku senang eksis di depan layar HP, buat konten walaupun nggak jelas. Sing penting gawe,” kenang pria kelahiran Kebalen Wetan, Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang ini.
Kebiasaan membuat konten video di awal-awal sering dilakukan walau harus membagi waktu sebagai driver ojol. Ketika senggang, Mustaqim meluangkan untuk membuat video pendek dan vlog bertemakan parodi. Lalu, video dikirim ke berbagai platform media sosial yang sedang tren. Mulai Facebook, Instagram, TikTok hingga YouTube. Kontennya mengangkat keluh kesah keseharian pasangan rumah tangga. Sebelumnya, Mustaqim juga sempat menjajal profesi cleaning service di kantor perbankan, mal hingga kampus di Malang. “Pokok mlaku (jalan),” ujar pria 30 tahun ini.
Hobinya itu mendorong Mustaqim bersama salah seorang temannya, Dika BJ untuk mencoba membuat kanal YouTube parodi. Dirintis mulai 2019 lalu, kini channel Dika BJ sukses menghibur jutaan subscriber di Tanah Air. Ceritanya yang relevan dengan keseharian masyarakat serta dikemas kocak menjadi hiburan yang berhasil mengocok perut penikmatnya. “Kini kami telah memproduksi 800 lebih konten dan Alhamdulillah diterima masyarakat dengan 2,53 juta subcriber,” terang Mustaqim.
Mustaqim pun juga mempunyai channel YouTube pribadi bernama keceng official. Channel itu kini punya 531 ribu subcriber. Mustaqim mengisi kontennya dengan meng-upload vlog kegiatan di balik layar serial komedi Mama Lela. “Mengulas kekocakan kru dan talent kami di balik layar,” pungkas Mustaqim yang hobi bermain bola ini.
Follow:
Instagram: @taqim378
Youtube: keceng official
TikTok: @kecengofficial Editor : Anwar Bahar Basalamah