Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Apa Itu Trust Issue? Begini Penjelasan Psikolog

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 12 Juni 2023 | 17:23 WIB
(Ilustrasi Afrizal/JPRK)
(Ilustrasi Afrizal/JPRK)
Akhir-akhir ini infotainment banyak membahas tentang perceraian artis. Penyebabnya, mulai dari komunikasi hingga isu perselingkuhan. Ternyata informasi tersebut dapat memengaruhi psikologis seseorang.

 Tidak hanya mempertanyakan alasan di balik selingkuh, sebagian dari Netizen mengungkapkan rasa ketidakpercayaannya dalam menjalin hubungan. Fenomena ini dikenal sebagai trust issue.

Berita kasus perceraian yang saat ini ramai dibahas dari artis bernama Inara Rusli dan pasangannya, Virgoun Tambunan. Topik berita ini ternyata menjadi perbincangan kalangan Netizen. Akibat pemberitaan tersebut, banyak yang mengaku mengalami trust issue dalam menjalin hubungan.

"Orang dengan trust issue cenderung kesusahaan dalam mempercayai seseorang," jelas Psikolog Vivi Rosdiana. Tentu saja bukan tanpa alasan, seseorang tiba-tiba mengalami hal tersebut. Seseorang yang mengalami trust issue biasanya pernah mengalami pengalaman masa kecil yang tidak mengenakkan, hingga ketidaksetiaan atau pengkhianatan dalam hubungan.

Dengan fenomena kasus perceraian di kalangan artis membuat banyak orang yang berkomentar takut menikah bahkan menjalin hubungan. Sehingga trust issue yang dimiliki seseorang tersebut semakin bertambah parah.

Menurut Vivi, dalam ilmu psikologi ada sebuah kondisi yang terjadi ketika seseorang menjadikan apa yang paling sering dilihat, dibaca atau diketahuinya sebagai referensi atas apa yang mungkin terjadi pada kehidupannya atau kehidupan orang lain.

Seperti ketika seseorang sering mendapat informasi mengenai para lelaki yang selingkuh dan melakukan kekerasan. Maka orang tersebut akan memberi kesimpulan bahwa semua lelaki akan selingkuh pada saatnya, dan akan melakukan kekerasan pada akhirnya.

"Hal ini kemudian akan memberikan efek tertentu seperti takut menikah, meragukan adanya lelaki yang masih baik, atau bahkan menjadi curiga terhadap pasangan sendiri dan banyak sentiment negative lain," imbuhnya.

Perlu diketahui bahwa trust issue bukanlah hal sepele. Hal ini dapat berdampak jauh pada kesehatan mental dan jiwa pada manusia. Di mana pikiran dan tubuh manusia itu saling terkoneksi. Di mana apa yang seseorang pikirkan pasti akan mempengaruhi emosi, dan emosi itu pun akan mempengaruhi tubuh

Tidak hanya itu, bahaya trust issue juga dapat mempengaruhi  kehidupan seseorang tersebut. Mulai dari saat memilih pasangan, pemilihan pekerja, hingga membuat "Biasanya orang yang mengalami trust issue akan menjalani treatment berupa konseling dan terapi sesuai kebutuhan dari latar belakang trust issue yang dimilikinya," kata Vivi.

Namun dalam proses konseling juga tetap membutuhkan dukungan keluarga. Dimana dukungan tersebut dukungan berupa rasa aman, percaya, disertai pendampingan dan tidak mudah menghakimi.

Seseorang yang mengalami truss issue terdapat beberapa tanda-tandanya. Dimana seseorang tersebut mudah merasa cemburu hingga takut ditinggalkan, merasa curiga terus menerus, selalu berasumsi buruk terhadap orang lain, menjaga jarak dengan orang lain, sulit memaafkan dan melupakan kesalahan orang lain dan memiliki rasa khawatir berlebih ketika menjalin hubungan.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#trust issue #sosial #mental health #kesehatan #psikologi