Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ikan Brantas Rawan Punah

Anwar Bahar Basalamah • Kamis, 25 Agustus 2022 - 17:49 WIB
(Foto: Rekian)
(Foto: Rekian)
KABUPATEN, JP Radar Kediri-Jumlah ikan di sungai Brantas terus menyusut. Praktik pengambilan ikan menggunakan racun potas dan sampah yang banyak dibuang di sungai terpanjang di Jatim itu disebut-sebut sebagai biangnya.

Manajer Program Advokasi dan Litigasi Ecological Observation and Wetland Conservation (Ecoton) Azis menyebut ada banyak faktor yang membuat kualitas dan kuantitas ikan di Sungai Brantas terus menyusut. Salah satunya, penangkapan ikan secara tidak teratur. “Biasanya menggunakan racun potas,” ucapnya.

Perilaku tersebut menurutnya tidak hanya merusak ekosistem di sungai Brantas. Melainkan juga mengurangi spesies ikan lokal. Salah satu ikan endemik Brantas yang sudah punah adalah ikan papar.

Penyebab lainnya yang membuat kuantitas ikan terus menyusut adalah banyaknya sampah dan limbah yang dibuang ke sungai Brantas. Perilaku tak bertanggung jawab itu membuat ikan mandul dan terjadi kelainan reproduksi.

Karenanya, Azis meminta pemerintah daerah menyelamatkan ekosistem di Sungai Brantas. Yakni, dengan menanganani masalah mulai dari akarnya. “Menuntaskan masalah racun (potas, Red) dan sampah,” terangnya.

Pernyataan Azis dibenarkan oleh Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Kediri Anto Riandoko. Dia mengakui banyaknya racun potas yang digunakan pencari ikan merusak populasi ikan di sungai Brantas. Karenanya, Pemkab Kediri berupaya mengembalikan populasi ikan lokal dengan membudidayakannya. “Kami juga membentuk kelompok masyarakat pengawas (pokmaswas) sungai,” terangnya.

Selebihnya, dinas perikanan melakukan pembinaan kepada warga yang mencari ikan dengan cara yang merusak lingkungan. Untuk memastikan jumlah ikan lokal bisa bertahan di sungai Brantas, menurut Anto, pihaknya juga memudidayakan dan menangkar ikan lokal. Terutama jenis rengkik.

Selain itu, mereka juga melakukan penebaran benih ikan secara berkala. Seperti kemarin, Bupati Hanindhito Himawan Pramana menebar 50 ribu bibit ikan di Bendung Gerak Waru Turi. Total ada tujuh jenis ikan yang ditebar. Mulai ikan sengkaring, ikan muraganting, ikan tawes. Ada pula ikan baderbang, wader, gurami, hingga ikan nilem hitam.

Terkait banyaknya sampah dan pemakaian potas di sungai Brantas, Bupati Dhito mengatakan, perilaku membuang sampah sembarangan jadi pekerjaan rumah (PR) bersama. Menurutnya, pemkab berkomitmen untuk mengatasi masalah tersebut. “Kami akan mengajak pemerintah daerah lainnya (di sepanjang sungai Brantas, Red) untuk mengatasi masalah sampah ini,” tegasnya.

Di saat yang sama, menurut Dhito pihaknya akan aktif turut menjaga populasi ikan di sungai Brantas. Selain untuk kelestarian lingkungan, menurutnya terjaganya ekosistem di Brantas juga berdampak langsung pada perekonomian masyarakat. “Ini (ikan sungai Brantas, Red) jadi bekal bagi penjual kuliner iwak kali di sini (Bendung Gerak Waru Turi, Red),” paparnya. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #info kediri #berita terbaru #seputar berita terbaru kediri #seputar berita keiri terkini #kediri raya #kediri terbaru #kediri lagi #brantas #kediri news #ikan brantas #kediri terkini