Reuni sekolah biasanya terjadi saat libur Hari Raya Idul Fitri. Karena saat itulah, orang-orang yang merantau ke kota akan mudik ke kampung halamannya masing-masing. Kesempatan tersebut digunakan untuk melepas kangen teman SD, SMP dan SMA. Mereka akan menggelar reuni. Mulai reuni kecil-kecilan alias hanya sebatas bestie hingga reuni akbar.
Meski banyak yang suka reuni tetapi Boscu adalah salah satu yang tidak suka ikut reunian. Dia merasa minder saat reuni. Karena yang dibahas tidak jauh dari jabatan, pangkat hingga kekayaan. Berjam-jam ngobrol, topiknya hanya jadi ajang pamer saja. “Daripada ikut reuni lebih baik karaoke,” ujar Boscu.
Entah sekadar hobi atau ketagihan, Boscu senang banget karaoke di eks lokalisasi. Dia juga selalu membooking Mbak Pur untuk menemaninya bernyanyi dan minum minuman keras (miras). Baginya, karaoke tanpa Mbak Pur, ibarat makan tanpa lauk. “Semingu bisa sampai dua kali karaoke kalau punya uang,” ungkap Boscu.
Karena sudah menjadi member VVIP, Boscu selalu mendapat info Mbak Pur baru. Saat nafsu sudah di ubun-ubun, Boscu semangat datang ke tempat karaoke. Dia ingin menghabiskan malam dengan Mbak Pur.
Seperti mendapat durian runtuh, ternyata warung karaoke langganannya memiliki Mbak Pur anyar. “Ada yang baru Boscu. Monggo dicoba,” ujar Mama Pur menawarkan Mbak Pur Baru.
Saat melihat dari belakang, jantung Boscu sudah deg-degan tak karuan. Dengan berpakaian mini, Mbak Pur baru ini terlihat seksi. Tanpa pikir panjang, Boscu langsung booking. “Angkut,” ujarnya.
Boscu segera masuk room. Beberapa botol miras disiapkan. Lagu koplo andalannya dipilih. Beberapa menit kemudian, Mbak Pur anyar masuk. Saat Mbak Pur mengucapkan salam perkenalan, Boscu kaget. Karena suara Mbak Pur ini tidak asing di telinganya. Saat melihat wajah Mbak Pur, Boscu kaget. “Lho awakmu koncoku SMP to?” tanya Boscu. Mbak Pur juga kaget. Karena saat di SMP, Boscu dan Mbak Pur ini termasuk bestie. Mereka sering saling menyontek saat ulangan.
Keinginan Boscu untuk main di kasur dengan Mbak Pur langsung buyar. Uang ratusan ribu untuk booking Mbak Pur direlakan lenyap begitu saja. Karena meski Boscu ini nakal tetapi dia tidak tega jika harus mengajak teman SMP bermain di kasur. Justru, Boscu dan Mbak Pur menjadi canggung dan kikuk. Room karaoke malah jadi tempat reunian mereka. Mbak Pur mulai curhat tentang kehidupannya yang kelam dan sebaliknya. Biyuh-Biyuh.
Editor : adi nugroho