Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pengunjung Sedudo Membeludak

adi nugroho • Jumat, 22 September 2017 | 17:30 WIB
pengunjung-sedudo-membeludak
pengunjung-sedudo-membeludak


NGANJUK - Libur tahun baru Muharam kemarin membuat sejumlah tempat wisata di Nganjuk dipadati pengunjung. Terutama di Air Terjun Sedudo yang setiap 1 Muharam atau 1 Sura biasanya digelar ritual Siraman. Dalam sehari kemarin, ada sekitar seribu pengunjung yang memadati area wisata andalan Nganjuk itu.


          Pantauan koran ini kemarin siang, ratusan pengunjung terlihat memadati sejumlah area wisata. Semakin sore, jumlah pengunjung semakin banyak. Sebab, ada kelompok masyarakat yang melakukan ritual mandi di area kolam air terjun Sedudo. “Setiap 1 Sura saya selalu mandi di Air Terjun Sedudo,” kata Rukayah, perempuan asal Sidoarjo.


          Ditanya alasannya, perempuan berusia 50 tahun itu tidak mau membeberkan secara rinci. Dia hanya menyebut jika ritual itu sudah dilakukan selama puluhan tahun. Setiap 1 Sura, dia selalu mengajak keluarganya untuk mandi di Air Terjun Sedudo.


          Selain mandi di Sedudo, pengunjung lainnya sengaja datang 1 Sura untuk menyaksikan ritual Siraman. “Ternyata tahun ini ditunda,” kata Vita, 20, asal Loceret yang kecele.


          Mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Malang itu sengaja datang bersama teman-temannya untuk menyaksikan ritual tahunan itu. Dia tidak tahu jika ritual Siraman tahun ini tidak digelar di awal Muharam. “Biasanya kan selalu 1 Sura,” lanjutnya.


          Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, Olahraga dan Kebudayaan (Disparporabud) Nganjuk Gondo Hariyono yang dikonfirmasi tentang penundaan ritual Siraman mengatakan, tahun ini Siraman memang digelar tanggal 15 Sura atau 5 Oktober nanti. Penentuan tanggal itu menurut Gondo sesuai hasil musyawarah dengan sesepuh di Sedudo.


          Menyambut 1 Sura kemarin, menurut Gondo disparporabud hanya menggelar selamatan biasa. “Selain Siraman (tanggal 5 Oktober, Red), nanti juga akan digelar jamasan pusaka,” terang Gondo.


          Untuk diketahui, jika biasanya tarif masuk wisata Sedudo hanya Rp 5 ribu untuk dewasa, kemarin tarif masuk naik dua kali lipat. Untuk dewasa dikenakan Rp 10 ribu. Itu belum termasuk karcis masuk kendaraan roda dua Rp 1.000 dan asuransi tiap pengunjung Rp 500.


          Di lokasi parkir, pengunjung masih dikenakan retribusi parkir Rp 2.000. Sehingga, dua pengunjung yang menggunakan sepeda motor harus membayar total Rp 24 ribu.


          Tarif yang berlaku kemarin sama persis dengan usulan kenaikan retribusi yang hingga kemarin belum didok oleh DPRD. Apakah tarif baru memang sudah diberlakukan? Ditanya demikian, Gondo membantahnya.


          Menurut Gondo, tarif yang berlaku kemarin adalah tarif retribusi untuk hari-hari tertentu. “Untuk hari-hari tertentu memang naik dua kali lipat. Tetapi tarif retribusi baru belum diberlakukan. Menunggu dok DPRD,” terang Gondo tentang tarif yang nilainya sama dengan rumusan perda baru itu.

Editor : adi nugroho
#sedudo #sawahan #1 sura #air terjun sedudo