Mereka yang Moncer di KKA 2026 (3): Dikejar Waktu, Berlatih Garap Soal dengan Timer!

Hilda Nurmala Risani • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 06:00 WIB

 

Irma Zulvia Putri, siswa SMAN 2 Kota Kediri dan Aria Wahyu Pratama, siswa SMAN 1 Plosoklaten juara kategori SMA/SMK KKA Jawa Pos Radar Kediri 2026. (Hilda Nurmala Risani/JPRK)
Irma Zulvia Putri, siswa SMAN 2 Kota Kediri dan Aria Wahyu Pratama, siswa SMAN 1 Plosoklaten juara kategori SMA/SMK KKA Jawa Pos Radar Kediri 2026. (Hilda Nurmala Risani/JPRK)

 

KEDIRI, JP Radar Kediri - Tidak ada yang instan untuk meraih prestasi. Butuh kerja keras dan pengorbanan yang tidak ringan. Hal itu pula yang dilakukan Irma Zulvia Putri, siswa SMAN 2 Kota Kediri dan Aria Wahyu Pratama, siswa SMAN 1 Plosoklaten.

 

HILDA NURMALA RISANI, Kota, JP Radar Kediri

 

Melawan ratusan peserta dengan nilai tertinggi dari tujuh kabupaten/kota di Eks Karesidenan Kediri, disadari oleh Irma Zulvia Putri dan Aria Wahyu Pratama jika grand final Kompetisi Kompetensi Akademik bukan ajang yang mudah. Karenanya, begitu nama mereka dipastikan lolos ke babak puncak, siswa SMAN 2 Kota Kediri dan SMAN 1 Plosoklaten itu langsung tancap gas belajar.

"Kami kan sebagai remaja kadang milih buat seneng-seneng dulu, cuman karena ini emang bener-bener (kompetisi, Red) yang aku mau, harus diseriusin. Mau tidak mau ya harus belajar, belajar, dan belajar," ujar gadis yang akrab disapa Irma itu.

Duduk di bangku kelas 11, Irma harus memutar otak ekstra untuk membagi waktu. Yakni antara materi sekolah yang padat, berbagai lomba yang diikutinya, hingga persiapan matang untuk TKA.

Baca Juga: Mereka yang Moncer di KKA 2026 (2) Tiga Hari Belajar Tetap Ada yang Tak Terjawab

Tanpa bimbingan belajar formal, Irma memilih mengunduh soal-soal dari internet. Dia lantas mencetaknya, dan melatih dirinya sendiri untuk bisa menaklukkan soal-soal itu dengan menjawabnya.

Tak mau pontang-panting berkejaran dengan waktu saat menggarap soal, Irma pun tak sekadar berlatih soal. Melainkan dia juga menggunakan penghitung waktu (timer) di setiap sesinya. “Satu sesi maksimal 60 menit,” lanjut Irma.

          Selebihnya, dia juga fokus pada mata pelajaran wajib. Seperti matematika lanjut, kimia, dan lain-lain. “Karena memang dasarnya suka matematika. Semua yang berkaitan dengan hitung-hitungan menyenangkan,” imbuhnya melempar senyum.

Baca Juga: Final KKA 2026, Wali Kota Kediri Vinanda: Semua yang Masuk Tahap Ini Juara!

          Dengan strategi, ketekunan, dan kedisiplinannya dalam berlatih, Irma tidak hanya meraih juara 1 kategori SMA Kota Kediri. Melainkan dia juga menjadi juara umum SMA. “Dukungan penuh dari orang tua dan teman-teman menjadi energi tersendiri. Salah satu momen paling berkesan adalah saat harus mengorbankan waktu nongkrong demi fokus belajar kelompok di kafe,” paparnya.

Baginya, mengikuti kompetisi kompetensi akademik (KKA) sangat worth it. Sebab, soal yang diujikan dan ambience yang diciptakan hampir sama dengan tes aslinya nanti. “Sangat worth it. Sebagai bekal saya menghadapi TKA untuk mengincar perguruan tinggi negeri (PTN) impian seperti ITB atau ITS,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan oleh  Aria Wahyu Pratama. Meski kemenangannya di bidang akademik ini bukan yang pertama, menurutnya ajang KKA merupakan yang paling berkesan. Sebab, bisa jadi jembatan untuk masuk ke kampus favoritnya.

Baca Juga: Ratusan Pelajar Adu Strategi Taklukkan Soal ala TKA di Grand Final KKA 2026

Selain belajar otodidak lewat internet dan YouTube, Aria juga meminta akal imitasi (AI) untuk membuatkan soal. “Saya melatih kedisiplinan secara konsisten. Misalnya, menjelang hari perlombaan, meningkatkan porsi jam belajarnya dari 2-3 jam per hari menjadi 5-7 jam dengan memanfaatkan waktu luang serta jam kosong di sekolah,” tutur Aria.

Meski menyukai matematika dan terbiasa mendominasi soal-soal hitungan, Aria sempat merasa pesimis saat menghadapi sesi ujian akibat salah strategi. "Tadi (30/9) itu ngeblank-nya lebih ke arah aku salah strategi. Jadi ada soal itu kan harusnya kita utamain dulu yang mudah, baru yang sedang kemudian sulit. Tadi aku langsung hajar sulitnya," sesalnya.

Meski sempat cemas karena soal bahasa Inggris sulit dan pengerjaan matematika wajib yang sempat salah strategi, kerja kerasnya terbayar lunas. Dia tak bisa menutupi rasa gembiranya saat namanya dipanggil sebagai juara.

Baca Juga: 525 Pelajar Berebut Gelar Juara KKA 2026! Digelar Besok, Yang Telat Langsung Didiskualifikasi

Baginya, momen berdiri di atas panggung dengan riuh tepuk tangan adalah kenangan paling berharga. “Perasaanku ketika dapet juara KKA ini sejujurnya tidak menyangka. Tapi aku sangat senang dan gembira. Jadi aku merasa bahwa selama ini kerja kerasku untuk belajar, untuk mau latihan soal dan seterusnya membuahkan hasil,” urainya.

Baik Irma maupun Aria sepakat bahwa keikutsertaan mereka dalam KKA kali ini sangat sepadan. Mereka menilai, latihan soal dan simulasi real-time di kompetisi memberikan feel dan gambaran nyata yang jauh berbeda dibanding sekadar belajar biasa di kelas.

Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri
kka 2026 Juara ! SMAN 1 Plosoklaten SMAN 2 Kota Kediri juara umum