Mereka yang Moncer di Kompetisi Kompetensi Akademik 2026 (1): Bermula dari Suka Bentuk Angka

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 17:36 WIB
Juara 1 KKA Jawa Pos Radar Kediri 2026 kategori Kabupaten dan Kota Kediri. (Foto Ayu Isma)
Juara 1 KKA Jawa Pos Radar Kediri 2026 kategori Kabupaten dan Kota Kediri. (Foto Ayu Isma)

Kebanyakan, bila menghadapi kompetisi akademik itu berarti menambah waktu belajar, membuka buku pelajaran lebih sering, dan berlatih soal berulang kali. Tapi, tidak bagi dua juara KKA 2026 level SD ini. Keduanya punya cara yang berbeda.

ASAD M. S., Kota, JP Radar Kediri

Ketegangan menyelimuti para grandfinalis Kompetisi Kompetensi Akademik (KKA) 2026 di lantai empat Graha Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Kediri.

Berharap cemas nama mereka terpanggil. Ketika harapan itu terwujud, langsung bersoraklah mereka.

Seperti itu pula yang dirasakan Airlangga Tripitaka. Siswa kelas VI MIN 1 Kediri langsung lega setelah dinyakatan juara kelompok SD wilayah Kabupaten Kediri.

Sama seperti Muhammad Rafif Al Arkhan, siswa kelas V SD Plus Rahmat, juara wilayah Kota Kediri.

“Ndredeg (tegang, Red) sekali,” ucap Airlangga, disambung anggukan Arkhan.

Airlangga merasa senang bukan kepalang. Apalagi sebelumnya dia tak memiliki target khusus. Keikutsertaannya pun awalnya karena ikutan teman.

“Teman-teman ikut, saya ya ikut,” ucapnya polos.

Baca Juga: Ratusan Pelajar Adu Strategi Taklukkan Soal ala TKA di Grand Final KKA 2026

Elang-sapaannya-sudah tak asing dengan lomba semacam KKA itu. Dia beberapa kali mengikuti event sejenis.

Bahkan baru saja jadi juara kedua di Olimpiade Matematika Indonesia (OMI) tingkat kabupaten.

Bocah ini juga pernah ikut Kompetisi Sains Nalaria Realistik (KSNR) maupun Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR) tingkat nasional. Meski, belum menyabet juara.

Kegemarannya pada bidang akademik bermula dari ketertarikan sederhana terhadap angka.

Sejak kecil, Elang senang melihat angka. Bentuknya sudah membuat tertarik.

Berkembang menjadi pelajaran, justru membuatnya tertantang.

 Wajar bila kemudian dia tak butuh waktu khusus bila menghadapi kompetisi seperti kemarin.

Elang hanya belajar sehari sebelum lomba. Selain sudah banyak pengalaman, sehari-hari sudah ikut les.

Dalam grandfinal kemarin, soal matematika membuatnya berpikir lebih lama. Meskipun sarat pengalaman, gugup tetap dia rasakan.

Sempat merasa tidak mampu pada soal tertentu. Meski akhirnya bisa dia selesaikan di percobaan kedua.

Baca Juga: 525 Pelajar Berebut Gelar Juara KKA 2026! Digelar Besok, Yang Telat Langsung Didiskualifikasi

Bagaimana dengan Arkhan? Bila Elang karena ikutan teman, siswa kelas V SD Plus Rahmat ini mendaftar karena disuruh sang ibu.

 Selain itu dia juga ingin mengumpulkan prestasi sebagai bekal daftar SMP.

“Disuruh sama Ibu dan juga mau mencari prestasi buat daftar SMP,” ucapnya polos.

Sama dengan Elang, Arkhan juga akrab dengan kompetisi seperti ini. Berkali-kali ikut olimpiade maupun try out.

Sering mendapat juara, meskipun yang paling sering adalah juara ketiga.

Bocah ini memiliki mata pelajaran favorit. Yaitu, matematika. “Karena seru, menantang,” jelas bocah asal Jambean, Kras, Kabupaten Kediri ini.

Meski begitu, bukan berarti semua soal dilibasnya mudah. Ada beberapa yang membuatnya kesulitan. Terutama soal Bahasa Indonesia.

“Yang suruh cari makna gitu,” akunya.

Sebaliknya, soal hitung-hitungan justru menjadi bagian yang paling dia kuasai.

Dan seperti Elang, Rafif juga hanya menyiapkan diri selama sehari menjelang kompetisi.

Malam sebelum perlombaan menjadi waktu belajarnya. Keesokan harinya, dia datang dan mengerjakan soal dengan bekal persiapan singkat tersebut.

Rasa gugup tetap muncul. Namun, seluruh soal akhirnya dikerjakan. “70 persen bisa,” akunya mantab.

Yang justru menarik adalah keyakinannya ketika menunggu pengumuman.

Bukan optimistis menjadi juara, Rafif malah berpikir dirinya akan kalah.

“Kaget. Saya kira malah kalah. Karena musuhnya kelihatan jago-jago,” akunya. 

Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri
kompetensi akademik KKA iik berprestasi