Ketika Kakak Adik Kaleb-Paulus Duduki Posisi Sama, Jadi Kepala Satpol PP di Kediri Raya

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 11:12 WIB
Sosok Kaleb-Paulus Kasatpol PP Kabupaten dan Kota Kediri. (Dokumen Pribadi)
Sosok Kaleb-Paulus Kasatpol PP Kabupaten dan Kota Kediri. (Dokumen Pribadi)

 

Bila Koordinasi Tinggal Bilang ‘Mas Tolong Bantu’

Satu saudara sama-sama sebagai pejabat negara, mungkin, sangat biasa. Bagaimana bila kakak-adik punya posisi yang serupa, menjadi kepala OPD yang sama? Nah, ini mungkin cerita yang agak lain.

ASAD M. S.- HILDA N. R., JP Radar Kediri

Ruang kerja itu ukurannya kira-kira 4 x 5 meter. Ada satu kursi lengkap dengan meja kerja. Juga, satu set meja kursi khusus untuk tamu.

Di kursi kerja itu duduk Paulus Luhur Budi Prasetyo. Sibuk menandatangani beberapa berkas. Sembari menjawab beberapa pertanyaan dengan ramah.

“Saya menjabat kepala satpol PP Kota Kediri sejak 2025,” ucapnya, sekaligus menjelaskan posisi lelaki lulusan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) 1992 ini.

Karirnya di birokrasi relatif panjang. Diwarnai beragam dinamika. Termasuk kewajibannya ikut wajib militer (wamil) usai lulus. Ditugaskan di Kodim 1506/Namlea.

“Wamil empat tahun, ada kebijakan Kemendagri saat itu agar kembali menjadi sipil. Nah, saya ditempatkan di Kabupaten Probolinggo,” ucapnya mengenang.

sosoBaca Juga: Mengenal Sosok AKBP Muhammad Wahyudin Latif, Bocah dari Kampung yang Menakhodai Polres Kediri

Di kabupaten itu Paulus-demikian dia biasa disapa-meniti karir dari nol. Mengawali sebagai kepala kelurahan pada 1996.

Kemudian kepala seksi ketentraman dan ketertiban (kasi trantib) kecamatan, sekretaris kecamatan, hingga kepala sub bagian kesekretariatan DPRD.

Meskipun relatif sukses berkarir di Probolinggo, Paulus memilih pulang kampung. Mengajukan pindah pada 2020 ke Kota Kediri.

“Mengawali sebagai staf di BPKAD (badan pengelolaan keuangan dan aset daerah, Red) di bidang aset,” sebut pria penghobi jogging ini.

Setelah itu, karirnya juga beranjak naik. Menjadi kepala bagian pemerintahan hingga kepala dinas sosial.

Jabatan terakhir itu membuatnya banyak belajar bagaimana menolong orang lemah dan tidak beruntung.

Ketika ada mutasi, posisi Paulus bergeser lagi. Kali ini dipercaya menjadi kepala satuan polisi pamong praja (satpol PP).

Uniknya, jabatan serupa juga dimiliki kakaknya, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, yang pegawai negeri sipil di Pemerintah Kabupaten Kediri.

“Ya terkejut juga tapi senang,” akunya.

Bagi Paulus, memiliki jabatan identik dengan saudara kandung punya keuntungan tersendiri.

Baca Juga: Inilah Diana Herawati, Ketua IIDI Kota Kediri yang Juga Kabag Prokopim Kabupaten Kediri

Bisa bertukar cerita ketika menemui kendala. Membuatnya memudahkan koordinasi dalam penanganan kasus.

Apalagi, wilayah kerjanya berimpitan, dia di Kota Kediri sedangkan kakaknya di Kabupaten Kediri.

“Kalau perlu koordinasi lebih mudah. Biasanya saya telepon dan berucap, Mas tolong dibantu,” ceritanya sambil melempar senyum.

Tentu saja dia harus sering berguru pada sang kakak. Tak hanya lebih senior tapi juga lebih dulu bertugas di satpol PP.

Rumah keduanya yang berdekatan, di Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, mendukung hal itu dilakukan.

Kadang Mas (Kaleb Untung Satrio Wicaksono, Red) tanya penertiban PKL. Karena sekarang di Kecamatan Pare itu kan ramainya kayak di kota. Terkadang untuk membangun bonding  anggota kami juga mengadakan pertandingan sepak bola. Dan anggota saya yang menang,” bebernya disertai gelak tawa.

Ditemui terpisah, Kaleb menegaskan hal serupa seperti yang diceritakan sang adik.

Hubungan kakak adik membuat mereka punya ruang berbagi pengalaman. Bukan mencampuri kebijakan masing-masing daerah, melainkan sebagai sesama aparatur dan keluarga.

“Bukan nasihat, lebih ke sharing. Sharing pengalaman, sharing informasi supaya saling mengingatkan,” terang lulusan Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) ini.

APDN sendiri adalah nama lama sebelum berganti menjadi STPDN dan kemudian berganti menjadi Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Baca Juga: Lipsus Ketika Kartini-Kartini Masa Kini Menghadapi Tantangan yang Lebih Kompleks (3): Kajari Kabupaten Kediri Ismaya Hera Wardanie Menjadikan Gender Ruang Kolaborasi

Memiliki saudara yang bertugas di bidang serupa jelas satu keuntungan.

Meskipun berbeda pemerintah daerah, karakter masyarakatnya serupa.

Masalahnya pun juga hampir serupa. Bahkan seringkali beririsan. Ini yang menjadikan pengalaman satu sama lain sangat relevan dibagikan.

Tentu saja, urusan kedinasan juga lebih mudah. Kebetulan dua daerah memiliki nota kesepahaman dalam penanganan kebakaran.

Tentu saja pelaksanaannya semakin mudah di urusan kebijakan.

Di luar urusan formal, komunikasi keduanya tetap berjalan sebagai kakak dan adik.

Mereka saling bertukar cerita. Termasuk mengenai dinamika pekerjaan dan persoalan masyarakat.

Menariknya, menurut Kaleb, perjalanan mereka bak menjadi kelanjutan dari satu pesan sederhana sang ayah.

Yaitu menjadi aparatur bukan semata tentang jabatan. Melainkan bagaimana keberadaan mereka tidak mengecewakan dan menyusahkan orang lain.

Baca Juga: Ketika Kartini-Kartini Masa Kini Menghadapi Tantangan yang Lebih Kompleks (2): Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa Mendorong Wanita Menembus Batas Gender

Ayah mereka, Pranyoto Soejono, bukan seorang PNS. Melainkan karyawana badan usaha milik negara (BUMN) di lingkungan pabrik gula.

Jejak keluarganya juga berada di lingkungan itu.

“Mbah buyut saya jadi sinder pabrik gula di Madiun. Juga beberapa saudara ayah,” cerita Kaleb.

Kaleb sempat ingin bekerja di bidang yang sama dengan sang ayah.

 Namun, sang ayah justru memintanya menjadi pamong praja, berkarir di pemerintahan.

“Ayah saya itu kagum pada sosok pamong praja. Yang bisa mengayomi masyarakat,” ucapnya. Saat mengatakan itu dia sempat terdiam sejenak, mengenang sosok sang ayah.

Perkataan ayahnya itu yang kemudian juga ditularkan pada sang adik, Paulus.

Ketika bimbang menentukan pilihan selepas SMA, Kaleb memberi pertimbangan agar menjalani pendidikan kedinasan.

Kaleb memimpin satpol PP Kabupaten Kediri sejak 1 November 2023.

 Setelah melalui perjalanan panjang mulai dari staf, kasi di kelurahan, kasubag serta kabag pemerintahan, camat, dan sempat jadi  kepala dinas di luar daerah. Sedangkan sang adik menyusul jadi kasatpol PP pada pertengahan 2025

Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri
pamong praja pemkab kediri pemkot kediri kasatpol PP