Ali Haidar, dari ‘Wong Ndesa’ ke Live Streamer Game Berpenghasilan Puluhan Juta Rupiah Sebulan, Ini Yang Wajib Kamu Tahu!

Hilda Nurmala Risani • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 11:00 WIB
Ali Haidar saat berada di ruangan live streamer yang berlokasi di Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. (Dok. Pribadi for JPRK)
Ali Haidar saat berada di ruangan live streamer yang berlokasi di Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. (Dok. Pribadi for JPRK)

 

Dulu, dia hanya orang desa biasa, bekerja di toko pracangan. Kini, peruntungan Ali Haidar berbalik 360 derajat. Bila dulu penghasilannya ala kadarnya kini sudah menyentuh puluhan juta rupiah dalam sebulan!

 

Ruang kerja itu tak terlalu besar. Namun cukup untuk meletakkan alat penting dalam  pekerjaan Ali Haidar. Dua personal computer (PC) yang screen-nya berukuran 31 inci. Ada pula Ipad serta face cam.

Sebagai seorang live streaming game, Ali memang sangat bergantung pada alat-alat itu. Peralatan-peralatan yang terbilang mahal bagi kocek orang biasa.

Baca Juga: Kepala MTsN 1 Kota Kediri Anwar Fauzi Bawa Madrasah Bangkit dari Bencana menuju Madrasah Digital

Uniknya, perabotan penunjangnya masih terkesan ‘ndesani’, khas orang desa. Meja kayu jadi landasan bagi keybord dan screen PC. Sementara kursi plastik, yang mirip digunakan orang hajatan, jadi pemangku tubuh Ali saat ber-live streaming.

“Selain menutupi layar monitor, (saya) juga ingin menciptakan identitas. Kalau kami ini orang desa dengan segala kesederhanaannya,” aku Ali, ketika ditanya mengapa tak menggunakan kursi gaming.

Sejatinya Ali bukanlah seorang game maniac. Setidaknya, itu sebelum dia terjun sebagai live streamer game. Pekerjaan itu dia tekuni karena menjadi harapannya meraup pundi-pundi uang. Terutama ketika Pandemi Covid-19 menerjang Indonesia pada 2020 silam.

Baca Juga: Bangkit dari Lumpuh: Kisah Sobirin Disabilitas Plosoklaten yang Kerajinannya Tembus ke Inggris

Informasi tentang live streamer game sudah dia dapat sejak 2018. Namun, ketertarikannya membesar ketika pandemi. Ketika aktivitas serba dibatasi. Sehingga pekerjaannya sebagai pekerja toko pracangan pun terpengaruh.

Ali yang bertekad mencari penghasilan tambahan dari dunia internet langsung mempelajari berbagai hal terkait game. Kemudian mempraktikkan menggunakan peralatan seadanya.

Setelah dapat informasi soal cara join ke Facebook Gaming, saya melakukan aktivitas live streaming setiap hari. Sampai akhirnya memenuhi targetnya dan dihubungi oleh pihak official untuk dikontrak,” terang pria 40 tahun itu.

Baca Juga: Regulasi Becak Listrik Belum Matang, Pelaksanaan Dipaksakan, Ini Yang Perlu Dievaluasi Pemerintah!

Tentu perjalanan yang dilalui hingga bisa dikontrak tidaklah mudah. Dia harus konsisten melakukan live setiap hari. Waktunya, 3 sampai 4 jam! Bahkan, saat sedang sakit dan terbaring di ranjang pun masih harus melakukan live.

Semua itu dilakukan semata-mata untuk menjaga jumlah penonton live-nya. Termasuk untuk mempertahankan follower dan subscriber.

“Pokoknya konsisten aja dulu. Perkara hasil nanti dilihat belakangan. Karena yang susah itu mempertahankan atau menjaga. Setiap kali live tertinggi bisa sampai 16 ribu penonton,” terang pria asal Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri itu.

Baca Juga: Kisah Sosok Nur Atikah, Atlet Atletik Disabilitas Nasional dari Kediri: Kalahkan Takut yang Mengurung Hidup  

Setelah berhasil melakukan live streaming, Ali merambah platform lain. Membuat konten di TikTok. Sehingga setiap hari jumlah pengikutnya bertambah. Kini, terhitung sudah ada 882 ribu subscriber YouTube dan 531,5 ribu pengikut TikTok.

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ali dan membuat pengikutnya terus bertambah? Ali mengaku, semua mengalir saja. Namun yang utama adalah komunikasinya.

Setiap live Ali selalu mengajak ngobrol para penonton. Juga ditambah dengan gimmick. Misalnya bersikap histeris ketika menang. Kemudian sedih ketika kalah.

Baca Juga: Ecoprinter Kediri Ini Bisa Jual Produknya hingga ke Finlandia, Ini Ciri Khasnya yang Menarik Bule!

“Pesonanya orang desa dengan gaya komunikasi yang seru. Karena di sosial media itu kalau bersikap apa adanya lebih dikenal. Kuncinya jika bagus, bagus sekalian tapi kalau sederhana ya totalitas menunjukkan apa adanya,” bebernya.

Kini, followers Ali tidak hanya dari Indonesia. Melainkan juga negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Juga dari negara Asia lain seperti India dan banyak lagi. Fakta yang membuatnya semakin semangat mengembangkan channelnya.

Keberhasilan itu berujung pada cuan. Penghasilannya sangat menggiurkan. Rata-rata dia bisa mendapatkan monetisasi dari channelnya sebanyak 1.500 dolar AS. Atau setara Rp 27 juta dengan kurs saat ini.

Baca Juga: Gisella Margaretha, Penyandang Disabilitas Netra yang Punya Suara Emas: Kali Pertama Ikutan Lomba Langsung Juara

“Perbulan tertinggi pernah di 3.000 dollar. Tapi kalau rata-rata per bulannya ya 1.500 dollar,” ungkapnya kepada wartawan Jawa Pos Radar Kediri.

Bapak dari lima anak itu menyebut jika saat ini juga melibatkan tetangga. Mereka membantu dalam membuat konten. Para pembantunya itu juga dia ajari. Hingga bisa membuat channel sendiri.

Tak takut disaingi? Ali berdalih, rezeki sudah ada yang mengatur. Sehingga ketika melihat orang lain bisa berkembang sama dengan dirinya justru menjadi kepuasan tersendiri.

Baca Juga: Lewat Pengajian, Anggota Polisi Ini Berdayakan UMKM hingga Pengamen. Keberhasilan adalah Amanah, Harus Dibagi dengan Sesama!

“Tetangga saya sudah ada yang berhasil membuat channel sendiri. Alhamdulilah juga berhasil,” tuturnya.

Tentu saja tidak semua yang dia dapat saat ini adalah cerita indah. Dia juga sering mendapat komentar negative. Dari netizen yang sering mencibirnya.

Tapi dia tak memusingkan hal tersebut. Dia menganggapnya sebagai angin lalu. “Ya selama keluarga mendukung dan men-support penuh tak jadi masalah (ada komentar negatif netizen),” tandasnya.

Baca Juga: Arya Putra Asmara, Gen-Z yang Pilih Jadi Dalang dan Terjuni Budaya Pikat Penonton Muda dengan Bahasa Sehari-hari

Kini, semua peluang di dunia maya dia manfaatkan. Termasuk menerima endorse. Baik baju, parfum, atau lainnya.

“Suatu saat kan pasti saya bakal berhenti. Dari dulu keinginannya dagang seperti UMKM tetapi tetap di sosial media,” tuturnya ditanya terkait rencana ke depannya.

Ali berpesan kepada semua orang, agar jangan pernah takut mencoba. Sebab kita tidak pernah tahu usaha mana yang akan mengantarkan seseorang menuju puncak kesuksesannya. Termasuk dirinya, meskipun wong desa, penghasilan yang diperoleh tidak kalah dengan mereka yang bekerja di Ibu kota.

 

Editor : Mahfud
Sumber : Radar Kediri
live streamer game . kota kediri ali haidar ribuan dollar kecamatan mojo