Di antara karya-karya inovasi mahasiswa yang dipamerkan di Pekan Inovasi Nusantara 2026, ada satu yang menarik perhatian. Karya mahasiswa UNP Kediri berupa mesin pembuat keju mozzarella otomatis. Tak hanya lebih cepat dan mudah, pembuatan keju juga bisa lebih efisien dengan kapasitas yang besar.
AYU ISMA, Kota, JP Radar Kediri
Di salah satu tenda booth pameran inovasi di Kampus 1 Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri, Rabu (22/7) lalu, Tenang Adi Saputra dan lima temannya berkumpul. Keenamnya mengelilingi satu mesin. Sekilas mirip pengaduk adonan skala pabrik.
Kondisi alat itu masih mulus. Nampak bila belum lama ini dirakit dan difungsikan. Namun, bila kemudian dinyalakan, mesin itu mampu menghasilkan keju mozarella secara otomatis.
Baca Juga: UNP Kediri Pamerkan 60 Karya Inovasi Mahasiswa, Termasuk Hibahkan Mesin Pembuat Keju ke UMKM
Dan, enam mahasiswa di sekeliling mesin itu yang jadi otak di balik terciptanya mesin tersebut. Mereka adalah mahasiswa program studi Teknik Mesin UNP Kediri. Selain Tenang Adi, mereka adalah Bambang Dwi Cahyono, Sena Pratama Putra, Saiful Pikan, Anugrah Surya Jagad Ramadhani, serta Datang Triaji.
Sesaat kemudian, mahasiswa semester 8 itu menunjukkan cara kerja mesin. Terdiri dari tiga bagian. Yaitu rangka, tabung, dan pisau.
Secara teknis, kerja mesin ini adalah mempermudah tahapan peregangan atau stretching. Satu tahapan penting dalam pembuatan keju mozzarella. Ketika bahan mentah keju harus diuleni beberapa kali hingga teksturnya kenyal dan elastis.
Tahapan pembuatan itu pula yang menjadi awal ide mereka membuat inovasi. Lebih tepatnya ketika mereka melakukan riset dan melihat kendala yang dihadapi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di wilayah Pare.
“Awalnya melalui observasi kami di wilayah Pare. Di salah satu UMKM di sana, kendala mereka ternyata ada pada proses pengadukan atau stretching dalam pembuatan keju mozzarella,” ungkap Tenang Adi.
Dengan mesin itu, bahan baku keju mozzarella—yakni susu yang sudah dipanaskan dan dicampur asam—tidak perlu lagi diuleni secara manual. Tidak perlu diaduk menggunakan tangan.
Melainkan bisa langsung dimasukkan ke tabung mesin yang dioperasikan dengan daya listrik itu. Sekali prosesnya pun kapasitasnya bisa mencapai 25 kilogram!
“Untuk prosesnya butuh waktu sekitar satu jam,” sambung pemuda 22 tahun itu.
Untuk mengetahui kendala langsung proses pembuatan keju itu, timnya bahkan ikut bekerja dengan pelaku UMKM lokal di Pare. Di sana, ternyata proses pembuatan keju mozzarella masih dilakukan secara manual dengan tangan. Sekali prosesnya pun tidak bisa menghasilkan kapasitas yang besar.
“Di sana masih pengadukan dan steam secara manual pakai panci dan wajan yang ada airnya. Kalau pakai alat ini, prosesnya bisa lebih cepat dan kapasitasnya lebih banyak,” bebernya.
Baca Juga: Jalan Panjang Dr Drs Mochamad Muchson SE Meraih Titel Guru Besar UNP Kediri
Bila dengan cara manual hanya bisa menghasilkan sekitar 12 kilogram keju mozzarella. Sedangkan menggunakan mesin itu hasilnya mencapai 25 kilogram sekaligus. Perbedaan itu yang membuat prosesnya lebih efisien.
Sebelum jadi produk inovasi yang kini dihibahkan kepada UMKM itu, diakuinya butuh proses yang cukup panjang. Observasi dilakukan mulai 12 Oktober 2025.
Setelah itu dilanjutkan dengan proses pengerjaan mesin yang dimulai pada April 2026 lalu dan selesai pada Juli di tahun yang sama.
“Hasilnya sudah pernah dibandingkan dengan yang versi manual dan sama hasil akhirnya,” tandasnya.
Membuat inovasi mesin untuk pertama kalinya tentu tak lepas dari kendala. Beberapa kali timnya mengalami error saat uji coba mesin tersebut.
Kekeliruan yang terjadi selama proses pembuatan mesin itu menjadi bahan evaluasi bagi mereka untuk terus menyempurnakan produk tersebut.
Baca Juga: Cek Biaya Kuliah UNP Kediri 2026: Ada Potongan Uang Gedung hingga 100%!
“Di awal itu kami nggak pakai tabung penampung air. Ternyata setelah uji coba di UMKM sana hasilnya gosong kejunya. Akhirnya ada revisi produk dengan dikasih air,” ungkap Tenang sembari menyebut proses pemanasannya bisa dilakukan dengan menggunakan gas elpiji.
Melalui inovasi produk itu, dia berharap bisa membantu meringankan kerja pelaku UMKM. Di antaranya dengan memproduksi massal prototype itu untuk bisa digunakan menunjang kerja para pelaku usaha kecil, khususnya UMKM di Kota Kediri maupun Kabupaten Kediri.
“Harapannya dengan mesin ini bisa membantu mengembangkan UMKM di wilayah Kediri maupun di Jawa Timur. Karena ini sangat bisa dikembangkan dan diproduksi secara massal,” pungkasnya. (fud)
Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri