Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Fauzia, Atlet Tenis Lapangan Kota Kediri Mantap Jadi Petenis sejak Usia Belia

Emilia Susanti • Sabtu, 18 Juli 2026 | 09:01 WIB
Fauzia Fatmawatie. (FOTO: Emilia Susanti/JPRK)
Fauzia Fatmawatie. (FOTO: Emilia Susanti/JPRK)
 
Tak salah menyebut Fauzia Yahya Fatmawatie atlet tenis lapangan andalan Kota Kediri. Jadi tumpuan harapan di ajang Porprov tahun depan. Digadang-gadang membawa pulang medali.
Gadis yang masih duduk di bangku kelas XI SMA ini sejak kecil berkeinginan menjadi petenis. Momentum pertamanya memegang raket bahkan saat berusia 2 tahun. Kemudian, benar-benar terjun sebagai atlet tiga tahun kemudian.
Usia itu tergolong masih sangat belia. Namun, Zia-sapaan akrabnya- merasa senang saat di lapangan tenis. Ketika mengikuti bapaknya, Adji Koesmanto, melatih. Ya, sang ayah memang pelatih tenis. Karena itulah dia mengenal dunia tenis saat masih kecil.
“Pelatih saya dari dulu sampai sekarang juga bapak saya,” ceritanya saat ditemui di sela-sela latihan.
Rutinitas latihan sudah menjadi kebiasaan bagi gadis ini. Bila diibaratkan bak makan tiga kali dalam sehari. Jika tidak, terasa ada yang kurang. Karena itu, pertanyaan bosan atau enggak merupakan pertanyaan yang tidak relevan untuknya.
"Kalau nggak latihan itu aneh,” kata gadis yang bersekolah di SMA Negeri 3 Kota Kediri itu.
Zia tidak punya cara khusus untuk mengatasi lelah. Biasanya, dia akan mengambil ponselnya lalu membuka Youtube. Dari situ, dia akan melihat video-video petenis dunia. Setelahnya, dia akan bersemangat lagi dan berlatih lebih giat.
“Idola saya itu Elene (Elena Andreyevna Rybakina, Red), kalau di Indonesia Aldila (Sutjiadi),” sebutnya.
Di sisi lain, dia juga selalu mendapat dukungan kedua orang tuanya. Utamanya dari sang bapak. Pesan yang selalu diingat adalah jangan menyerah.
“Bapak saya pernah bilang itu intinya nggak boleh nyerah, harus tetap semangat," ingatnya.
Ya, Zia memang ingin menjadi petenis hebat. Hanya saja, dia menyadari bahwa perjalanan untuk menuju panggung dunia masih panjang. Bahkan, dia baru turun di ajang ajang pekan olahraga provinsi (porprov) tahun lalu. Saat itu, dia mempersembahkan medali perunggu.
“Sebenarnya waktu masuk lapangan itu grogi. Tapi pas sudah main, ya main aja,” ceritanya.
Tak ayal, bungsu dari lima bersaudara itu masih harus bekerja keras untuk meniti karir sebagai petenis. Bahkan dia harus berlatih lebih giat lagi lantaran dua rekannya berpindah ke daerah lain. Sehingga, sementara ini, dia menjadi satu-satunya atlet yang diandalkan untuk memperoleh medali di porprov tahun depan.
Toh, situasi itu tak pernah menyurutkan keinginannya menjadi petenis. Dia menyadari bahwa untuk menjadi atlet hebat memang ada konsekuensi yang diambil. Mulai dari konsistensi latihan hingga waktu bermain dengan teman yang berkurang.
“Inginnya bisa sampai ke PON nanti,” harapnya.(*)
Editor : Mahfud
ATLET TENIS LAPANGAN KOTA KEDIRI PELTI KOTA KEDIRI fauzia yahya fatmawatie atlet tenis kota kediri atlet tenis