Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Debora Febiola, Taekwondoin yang Terus Mengukir Prestasi: Tepis Jenuh demi Tembus PON

Emilia Susanti • Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:33 WIB
Debora Febiola, atlet taekwondo asal Kota Kediri.
Debora Febiola, atlet taekwondo asal Kota Kediri.

Prestasi demi prestasi diukir oleh Debora Febiola. Emas dari International Ksatria Nusantara PBTI series di Bali dan di Kota Kediri. Mendekatkan dirinya mengikuti ajang G2 International Event, kompetisi taekwondo yang mempertemukan atlet elite di Asia.

Nama lengkapnya Debora Febiola. Biasa disapa Febi. Telah menekuni taekwondo sejak sekolah dasar (SD).

Awal kenal dengan olahraga beladiri asal Korea itu karena orang tua. Ternyata, keterusan hingga sekarang.

“Dulu diikutkan taekwondo supaya ada kesibukan selain sekolah. Biar nggak main ke warnet (warung internet, Red),” cerita atlet yang tahun ini berusia 22 tahun.

Tapi, taekwondo bukan hal asing baginya. Kakak keduanya juga atlet olahraga yang dikenal dengan tendangannya ini. Karena itu dia langsung tune ini begitu orang tuanya memintanya latihan.

Baca Juga: Cabor Taekwondo Kota Tahu Makin Bersinar, Berencana Turunkan Atlet di PBTI Series di Jawa Barat

Saat awal, intesitas latihannya belum tinggi. Tak memberatkan, hanya tiga kali seminggu. Bergabung dengan dojang-bahasa Korea untuk klub taekwondo-bernama BNC Kediri.

Latihannya juga masih diantar,” ingatnya.

Setelah itu anak ketiga dari empat bersaudara ini mulai mengikuti kejuaraan. Lebih sering kejuaraan tingkat provinsi (kejurprov) dibanding yang bertitel open. Dari situlah Febi mulai mengukir prestasi.

Menariknya, dia lebih dulu masuk pemusatan latihan daerah (puslatda) dibanding pemusatan latihan kota (puslatkot). Yaitu puslatda junior pada 2017, ketika masih duduk di bangku SMP.

“Karena masih junior, dulu puslatdanya saat menjelang kompetisi. Nggak yang harus di sana terus (sepanjang tahun),” jelasnya.

Pada 2019 Febi turun di ajang porprov, mewakili Kota Kediri. Sayangnya, hanya sampai delapan besar.

Febi sukses menebus di porprov berikutnya, 2022. Dia langsung menyabet medali emas kelas 46 kilogram. Meski berganti ke kelas 53 kilogram di porprov 2023, dirinya tetap mempertahankan prestasi tersebut.

“Porprov kedua, ketiga, dan keempat dapat emas,” tegasnya.

Di balik prestasinya tersebut, tentu memerlukan perjuangan besar. Febi mengaku tetap dihinggapi rasa jenuh dan bosan. Tak jarang dirinya juga merasa stress.

“Biasanya kalau lelah itu rasanya stress,” ceritanya.

Baca Juga: Ribuan Atlet Taekwondo Berebut Gelar Juara, Buru Tiket Ajang 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championship

Situasi itu dianggap wajar. Sebab, dirinya memiliki jadwal latihan yang padat dalam puslatda. Dalam program latihan jangka panjang, intensitas latihannya sebanyak dua kali dalam sehari. Jika ada kompetisi, intensitasnya ditambah jadi tiga kali.

“Kadang tetap dua kali tetapi durasinya panjang,” katanya sembari menyebut libur latihan diberikan pada Minggu. Namun, untuk hari Sabtu hanya satu sesi latihan.

Mau tak mau, program latihan itu harus dijalaninya. Meski bosan, dia harus bangkit mengingat masih ada banyak target yang ingin diraihnya.

Untuk saat ini, dirinya masih fokus pada kompetisi International Ksatria Nusantara PBTI Series di Jawa Barat.

Bila terus mencatat prestasi di ajang tersebut, dia berkesempatan turun dalam G2 International Event. Dan setelahnya, dia ingin bisa menaklukkan ajang Pekan Olahraga Provinsi (PON).

“Kalau jenuh, bosan, capek ya dikembalikan ke diri sendiri. Balik lagi tujuan untuk ikut taekwondo apa,” tandasnya.(em/fud)

Editor : Andhika Attar Anindita
#taekwondo kota kediri #PBTI Series #debora febiola #debora febiola atlet taekwondo #atlet taekwondo