Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Lipsus Proyek Jembatan Kaliombo 2 : Lakukan Percepatan, Minta Warga Bersabar Sampai Oktober, Ini Yang Akan Dilakukan BPPJN!

Hilda Nurmala Risani • Selasa, 9 Juni 2026 | 09:38 WIB

 

 

Ilustrasi pedagang yang terimbas perbaikan Jembatan Kaliombo I. (Hilda Nurmala Risani/JPRK)
Ilustrasi pedagang yang terimbas perbaikan Jembatan Kaliombo I. (Afrizal Syaiful M/JPRK)

 

KEDIRI, JP Radar Kediri - Perbaikan Jembatan Kaliombo I diprediksi berlangsung selama sekitar tujuh bulan. Meski demikian, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali mengaku akan melakukan percepatan. Proyek dari Pusat itu ditargetkan bisa selesai Oktober nanti.

Jadi kami akan melakukan percepatan. Kita-kira Oktober selesai,” ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.1 Provinsi Jawa Timur Mahatma Manurung.

Untuk diketahui, hingga kemarin (7/6) proyek perbaikan Jembatan Kaliombo I masih dalam tahap pembongkaran. Selanjutnya, rekanan akan melakukan pengukuran ulang sisi jembatan. “Setelah itu kami laksanakan pekerjaan fondasi. Dengan melihat kondisi tanahnya dulu,” lanjut Mahatma.

Baca Juga: Semprit Kendaraan Berat Lewat Jalur Alternatif Imbas Penggantian Jembatan Kaliombo I Kota Kediri

Jika kondisi tanah tidak ada masalah, fondasi bisa selesai sekitar 15 hari. Sebaliknya, jika tanah eksisting ternyata banyak batunya, mereka akan mengevaluasi lagi. Dari berbagai tahapan pembangunan jembatan, menurut Mahatma hanya pembetonan yang butuh waktu lama.

“Jadi kalau pembetonan itu membutuhkan waktu 28 hari. Baru bisa dilaksanakan tes kekuatan dan sebagainya. Baru nanti finishing-nya kalau sudah itu ada pelat lantainya,” bebernya sembari menyebut setelah finishing akan dilanjutkan dengan pemasangan aspal dan railing jembatan.

Terkait komitmen BBPJN untuk melakukan percepatan proyek, Mahatma menyebut hal itu bisa dilakukan dengan dilakukan penambahan waktu dan tenaga kerja. Meski demikian, dia menyebut proyek tidak akan berjalan selama 24 jam. Melainkan hanya 12 jam saja.

Baca Juga: Kaliombo I Kediri Dibongkar, Macetnya di Mana-Mana, Ini Alasan Perbaikan Membutuhkan Waktu Lama!

          “Perbaikan jembatan tidak sama dengan jalan. Ada tahapan yang harus berurutan. Mulai dari bawah sampai atas,” tuturnya.

          Terkait tenaga kerja yang akan dilibatkan di proyek, Mahatma juga tidak menutup peluang untuk melibatkan warga sekitar sebagai tenaga kasar. Jumlahnya bisa mencapai belasan orang.

          Apakah ada kompensasi lain untuk warga teerdampak? menurut Mahatma di paket proyek tersebut tidak ada kompensasi tunai. Meski demikian, dia menyebut perbaikan jembatan tidak akan menutup total aktivitas perekonomian warga. Mereka masih tetap bisa beraktivitas seperti biasanya meski diakuinya masyarakat tetap terdampak secara sosial dan ekonominya.

“Kami mohon maaf jika ada yang merasa terganggu atas pembangunan ini. Tapi memang kalau ada pembangunan akan berakibat pada apapun di sekitarnya. Jadi secara ekonomi, sosial dan sebagainya. Mohon kepada warga Kediri untuk saling memahami,” pintanya.

Baca Juga: Jalan Urip Sumoharjo Kota Kediri Ditutup Mulai 29 Mei, Ini Kata BBPJN Soal Pembongkaran Jembatan Kaliombo 1!

          Terpisah, pengamat sosial Taufik Alamin juga tak memungkiri jika proyek pembangunan jembatan yang diikuti penutupan jalan berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi warga. Dia juga menilai penutupan sebagian Jl Urip Sumoharjo itu menyalahi aturan. Sebab, jalan ditutup saat belum ada persiapan matang dari stakeholder terkait.

Baik dari segi lalu lintas maupun dampak yang ditimbulkan ke masyarakat sekitarnya. Taufik menyebut, di sepanjang Jl Urip Sumoharjo selama ini sudah terbentuk pola ekonomi masyarakat. Baik dengan adanya SPBU, toko kelontong, warung, dan usaha lainnya.

“Sekarang semuanya menjadi terganggu. Kenapa tidak sebelumnya coba dipetakan dulu. Misalnya di jalur alternatif yang tersedia kira-kira bisa menampung jumlah kendaraan yang selama ini melintas di Jalan Urip Sumoharjo atau tidak. Karena tidak dicoba sekarang lihat dimana-mana ada kepadatan,” bebernya.

Tak hanya itu, dari segi ekonomi, masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari berjualan juga menjadi korbannya. Kebutuhan sehari-hari yang digantungkan dari hasil berjualan harus berkurang.

Baca Juga: Jembatan Kaliombo I Diperbaiki, Jalan Urip Sumoharjo Kota Kediri akan Ditutup Total. Ini Pengalihan Arus Lalu Lintas yang Disiapkan Dishub Kota Kediri

“Termasuk secara sosial, yang biasanya jalan di lingkungan rumahnya tenang terpaksa bising dengan suara kendaraan. Jika waktunya tidak lama tidak menjadi masalah. Cuma dengan kurun waktu yang telah ditentukan itu membuat pola-pola ini harus berubah drastis,” tandasnya.

Yang juga luput dari perhatian pemerintah, menurut Taufik tidak hanya proses sosialisasi saja. Melainkan juga terkait keberlangsungan ekonomi masyarakat. “Jauh-jauh hari mungkin dilatih (berjualan, Red) online atau ada keterampilan lain yang bisa ditingkatkan untuk menyambung hidup,” paparnya.

          Dosen Universitas Islam Negeri Syekh Wasil Kediri juga menyoal perbaikan jembatan secara total sebelum ada alternatif lalu lintas yang benar-benar memadai. Misalnya, dengan dibuatkan jembatan sementara seperti saat perbaikan Jembatan Mondo di Kecamatan Mojo. Atau mungkin ditutup setengah-setengah.

Baca Juga: Jalan Urip Sumoharjo Kota Kediri Ditutup Mulai 29 Mei, Ini Kata BBPJN Soal Pembongkaran Jembatan Kaliombo 1!

Kan itu dibongkar total, tapi disampingnya mungkin bisa dibuat jalan alternatif. Ya entah bagaimana caranya daripada kemudian menjadi masalah yang membesar dan akhirnya efek dominonya di luar yang dihitung sama pengambil kebijakan,” tandasnya. 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#JALAN URIP SUMOHARJO #jembatan kaliombo I #terdampak ekonomi #omset turun #sosial