Jasson Angel Rossy Que menggeluti olahraga panjat tebing sejak kecil. Hasilnya, dia menembus puslatda. Langkah yang kian menedekatkan pada mimpinya, menjadi atlet nasional.
Pemuda berusia 20 tahun ini mulai bergabung untuk puslatda pada 2021 lalu. Di sana, dia menjalani latihan intensif untuk kategori speed world record.
Yaitu, salah satu nomor perlombaan yang mengharuskan atlet mencatatkan waktu secepat mungkin dengan papan panjat setinggi 15 meter.
Dengan rute, kemiringan, serta posisi pegangan adalah sama di seluruh dunia. "Saat ini catatan terbaik saya di lima detik," kata atlet yang akrab disapa Jasson itu.
Menurutnya, catatan waktu lima detik belum menjadi yang terbaik untuk speed world record. Karenanya, Jasson mengaku masih harus bekerja keras lagi untuk memperbaiki.
Sebab, dia masih punya rentetan target yang menunggu waktu untuk dicentang. Salah satunya masuk sebagai atlet nasional.
Baca Juga: Pelatih Persik Kediri Marcos Reina Tak Suka Laga Tandang Jarak Jauh
"Akhir Juni ini ada kejurnas (kejuaraan nasional, Red) di Tangerang. Saya akan maksimalkan itu karena yang ingin pelatnas (pemusatan latihan nasional, Red)," ingin pemuda yang berdomosili di Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri.
Walau masih ada banyak target yang harus dicapai, perjalanannya bergabung di puslatda sejatinya membutuhkan perjuangan tersendiri. Saat mulai menekuni olahraga ekstrem ini, orang tuanya sempat melarang.
"Kurang setuju, awal-awal nggak terlalu didukung, misalnya temen-temen udah punya sepatu atau harness, kami masih pinjem," ceritanya.
Kendati demikian, usai meraih prestasi di sana-sini, Jasson akhirnya mendapat dukungan.
Mengingat dari prestasi tersebut, anak bungsu dari lima bersaudara ini juga mendapat bonus. Jasson sendiri semakin terpacu dengan bonus yang didapatkan.
"Jujur kalau di setiap pertandingan itu ada komisi untuk juaranya, tertariknya dari situ. Itung-itung dulu ekonomi keluarga juga kurang bagus," kenangnya sembari menyebut salah satu tujuan dirinya terjun di panjat tebing adalah untuk membantu ekonomi keluarga.
Nah, sosok pertama yang mengenalkannya pada dunia panjat tebing adalah sang kakak. Yaitu kakak keduanya yang bernama Yohanes Angel Rossy Que.
Kakaknya tersebut dulunya juga atlet.
Mulanya, Jasson hanya ingin ikut berlatih untuk senang-senang. Saat itu, dirinya masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).
"Just for fun aja. Tetapi waktu kelas empat SD, saya ikut kompetisi di Kota Kediri, saya dapat juara 4. Lalu saat SMP, saya ditanya koko saya, kalau mau serius harus all in," ceritanya melalui sambungan telepon.
Sejak saat itu, Jasson memang serius untuk menggeluti panjat tebing. Kebetulan, dia punya sahabat dekat saat masih menjadi atlet Kota Kediri. Adalah Putra Tri Ramadani, atlet panjat tebing yang kini telah menembus pelatnas.
Dulunya, sahabatnya tersebut selalu menjadi pesaingnya dalam latihan. Pesaing yang membuat latihan tak lagi membosankan. Sekaligus membuatnya konsisten dalam menekuni dunia panjat tebing.
"Putra Tri Ramadani dari dulu kan emang udah kuat, rasanya tersaingi, jadi motivasinya lebih gede, masa sih kalah sama si srondeng (julukan Putra Tri Ramadani). Jadi bersaing secara sehat kak," bebernya.
Hanya saja, kategori yang menjadi keunggulan masing-masing berbeda. Jasson di kategori speed. Sedangkan Putra Tri Ramadani di nomor combined yaitu lead and boulder.
Sama-sama jatuh cinta dengan olahraga panjat tebing, dua atlet ini pun mengambil jalan yang mirip.
Yakni mengambil kesempatan untuk bersekolah di SMA Negeri Olah Raga Jawa Timur. Di sini, skill keduanya makin terasah.
"Jadi porprov pertama saya pas sudah di SMANOR," ingatnya.
Jasson menyebut, porprov tahun lalu merupakan porprov ketiganya. Yang mana, saat itu dirinya berhasil meraih medali perak.
Sementara, untuk kejurnas, dia mengaku baru turun satu kali. "Saya belum dapet (medali, Red)," akunya.
Kedepan, dia mengatakan masih banyak agenda kejuaraan yang harus ditaklukkan. Dia pun punya goals tersendiri, yaitu meraih catatan waktu kurang dari lima detik.
Baca Juga: Jon Toral Stay! Pastikan Diri Tetap Bela Persik Kediri Musim Depan
Tak kalah menarik, dia ingin segera menyusul sahabat yang juga dianggap sebagai kakaknya. Tidak lain adalah Putra Tri Ramadani.
"Saat ini saya ingin fokus untuk mengejar pelatnas, buat nyusul srondeng (julukan sahabatnya yang bernama Putra Tri Ramadani), karena dari kecil sudah bareng, SMA-nya juga sama, puslatda juga bareng, sekarang ditinggal di pelatnas. Jadi selalu dapat motivasi ayo aku tunggu di sini," tandasnya. (em/fud)
Editor : Andhika Attar Anindita