Sang Dirjen Kesengsem saat Dihadiahi Lukisan Wajah
Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei, nanti bisa menjadi hari spesial bagi remaja ini. Lukisan-lukisannya bakal dipajang di Kantor Kementerian Agama. Semuanya berawal ketika dia melukis Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno.
EMILIA SUSANTI, Kabupaten, JP Radar Kediri
Ruang tamu di rumah Rifqi Nadhim Uqail tak banyak berubah dari kunjungan wartawan Jawa Pos Radar Kediri 2025 lalu. Kursi dan meja ditempatkan di tengah ruangan. Lalu, lukisan gajah di dinding juga masih dipertahankan.
Bila ada yang berbeda adalah belasan lukisan wajah ditata rapi di lantai. Masing-masing berbalut pigura berwarna hitam, yang ukurannya pas untuk keras A3. Ketika dihitung, total terdapat 16 lukisan.
Baca Juga: Sosok Prof. Ova Emilia, Lulusan Skotlandia hingga Pakar KB Nasional yang Kini Pimpin UGM
“Saya diminta gambar dirjen (direktur jenderal, Red) dari yang pertama sampai sekarang,” kata remaja yang akrab disapa Nadhim itu.
Tidak main-main, permintaan itu datang langsung dari Dirjen Pendidikan Islam Kementerian RI Amien Suyitno, melalui sekolahnya, sekitar dua bulan yang lalu. Pada pertengahan Ramadan, sang kepala sekolah mengunjungi rumahnya. Menyampaikan permintaan sang dirjen.
“Katanya di kantor (Dirjen Pendidikan Islam) sedang renovasi. Lalu foto-foto dirjen itu banyak yang ngelupas. Jadi lukisan saya mau dipajang buat ngganti itu,” ceritanya.
Dia pun menunjukkan foto-foto yang kondisinya mengelupas itu dari gawainya. Ada foto Dirjen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Andi Rasdiyanah yang menjabat di periode 1993 – 1995. Lalu H Nur Syam yang menjabat periode 2012-2014, dan lainnya. Nah, foto-foto itulah yang menjadi acuan Nadhim dalam menggambar.
“Satu gambar itu tiga sampai empat hari (membuatnya),” jelas remaja yang duduk di kelas 8 MTs Negeri 9 Kediri ini.
Dia mengaku, tak ada target untuk menyelesaikan belasan lukisan tersebut. Hanya saja, dia sangat bersemangat saat mendapat permintaan dari Amien Suyitno.
Sehingga dia segera membelanjakan uang yang diberi pihak sekolah untuk peralatan menggambar. Yaitu spidol berisi 48 warna dan buku gambar A3 yang dikhususkan untuk watercolor.
“Spidolnya masih sisa. Tapi kalau yang warna hitam itu kurang. Saya beli lagi yang warna hitam aja itu dua,” jelas remaja yang bercita-cita kuliah di Institute Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini.
Biasanya, Nadhim akan mulai mengerjakan lukisannya pada malam hari. Di ruang tamu, beralaskan tikar, dia mulai menggambar sesuai salat tarawih. Itu dilakukannya ketika masih dalam momen Ramadan. Atau jika tidak, dia akan mengerjakannya di pagi hari sebelum berangkat sekolah.
“Pokoknya dikerjakan sesuai mood. Terus kalau sudah ngantuk, saya tinggal,” ujarnya.
Baca Juga: Sosok Jumhur Hidayat, Tokoh Buruh yang Dilantik Presiden Prabowo jadi Menteri Lingkungan Hidup
Lantas, bagaimana bisa Dirjen Pendidikan Islam Kementerian RI Amien Suyitno mengenal Nadhim? Ternyata, Amien Suyitno pernah mengunjungi sekolah Nadhim pada November lalu.
Tujuannya dalam rangka peresmian masjid di MTs Negeri 9 Kediri. Nah, saat itu, Nadhim memberi hadiah kepadanya. Yaitu lukisan foto Amien Suyitno. Berawal dari situlah akhirnya datang permintaan menggambar para dirjen-dirjen terdahulu.
“Rencananya besok (hari ini, Red) ke Jakarta,” kata remaja berusia 14 tahun tersebut.
Tentu saja Nadhim tak akan sendirian. Dia akan pergi ke ibu kota itu dengan kepala sekolah dan gurunya. Katanya, perjalanan ke Jakarta itu ditempuh melalui jalur darat. Menggunakan transportasi bus.
“Katanya hari Sabtu (2 Mei, Red) harus sampai. Di sana nanti katanya ada kegiatan, jadi pasti ketemu (Dirjen, Red),” ujarnya. Untuk diketahui, 2 Mei merupakan Hari Pendidikan Nasional.
Menariknya, Nadhim masih punya motif terselubung. Pada saat ke Jakarta nanti, dia juga membawa gambar sang Menteri Agama RI Nasaruddin Umar. Padahal itu bukan gambar yang diminta oleh sang dirjen.
“Semoga nanti bisa menyerahkan langsung,” harapnya.
Seperti diketahui, Nadhim ini memang dikenal nekat oleh orang-orang sekitarnya. Tak terkecuali oleh orang tuanya sendiri. Tahun lalu, Nadhim pernah nekat mendatangi kantor Bupati Kediri untuk memberi lukisannya kepada Hanindhito Himawan Pramana. Sayangnya, aksinya itu belum berbuah manis. Namun, beberapa bulan kemudian, orang nomor satu di Kediri itu memanggilnya.
“Saya diberi laptop dan peralatan sekolah,” sebutnya. (fud)
Editor : Andhika Attar Anindita