Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kisah Pasutri yang ‘Pulang Kampung’ dan Dirikan Rumah Sakit di Kota Kediri, Wujudkan Mimpi Jadi Pelayan Kesehatan di Tanah Kelahiran

Ayu Ismawati • Senin, 27 April 2026 | 22:20 WIB
Endang Susilowati dan suaminya, dr Sadi Hariono (1 dan 2 dari kanan) saat mengikuti acara tumpengan di RSIA Citra Keluarga pada Selasa (7/4). (Foto: Ayu Isma)
Endang Susilowati dan suaminya, dr Sadi Hariono (1 dan 2 dari kanan) saat mengikuti acara tumpengan di RSIA Citra Keluarga pada Selasa (7/4). (Foto: Ayu Isma)

 

Pasangan suami-istri ini memiliki jaringan rumah sakit di beberapa kota di Jawa Timur. Dan, sebentar lagi, akan bertambah di Kediri. Istimewanya, rumah sakit baru itu memiliki sentimen emosional tinggi karena berdiri di tanah kelahiran mereka.

AYU ISMA, KOTA, JP Radar Kediri

Endang Susilowati berdiri di lorong sunyi di RSIA Citra Keluarga. Di rumah sakit yang berada di Jalan Urip Sumoharjo Kota Kediri itu kenangannya kembali ke 36 tahun lalu. Ketika dia mengawali kiprahnya menjadi pelayan kesehatan bagi masyarakat.

Endang adalah istri dari dr Sadi Hariono, MMRS. Saat itu, suaminya yang baru lulus membuka praktik pribadi di rumah. Di kelilingi persawahan di Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Layanan pun dibuka 24 jam.

Baca Juga: Kisah Sukses Wong Kediri Bangun Dua RS di Malang-Pasuruan

Waktu pun berlalu. Praktik layanan kesehatan yang mereka rintis kian bertumbuh. Menjadi balai pengobatan, klinik rawat inap, hingga jadi RSU Prima Husada seperti sekarang ini. Rumah sakit di bawah kendali PT Disa Tiga Bersaudara itu kini juga sudah berstatus tipe C. 

Tak lama  lagi RSIA Citra Keluarga akan menjadi bagian jaringan rumah sakit milik Endang dan suami. Resmi beralih kepemilikan dan akan bertransformasi menjadi RSU multi-layanan.

“Ini adalah rumah sakit kami yang keempat. Sebelumnya kami sudah mendirikan Rumah Sakit Prima Husada Grup di Malang, Sukorejo (Pasuruan, Red), dan Probolinggo,” kata wanita yang sekaligus menjadi direktur utama PT Disa Tiga Bersaudara.

Meski sudah beberapa kali mengambil keputusan bisnis, ada rasa yang berbeda kali ini. Keputusan bisnis itu bertemu dengan panggilan pulang.

Bagi perempuan yang juga akrab disapa Endang Sadi itu, langkah mengakuisisi RSIA Citra Keluarga di Kota Kediri bukan sekadar ekspansi jaringan rumah sakit. Lebih dari itu, ada ikatan emosional yang kuat. Yakni, tanah kelahiran.

“Saya ini orang Kediri. Saya punya rumah sakit di beberapa kota, tapi di kota sendiri kok justru nggak ada? Maka saya ingin mengabdikan diri di kota kelahiran saya,” ujar perempuan kelahiran Desa Kerkep, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri itu.

Baca Juga: Kisah Sukses UMKM Binaan BRI Kediri, Jualan Ayam Potong Raup Omzet Ratusan Juta Rupiah Setiap Bulan

Keputusan itu pun seakan datang pada momentum yang tepat. Hubungan personal antara dua sahabat, yakni owner RS Prima Husada dengan pemilik lama rumah sakit menjadi salah satu faktor pendorong.

“Dokter Menot (owner RSIA Citra Keluarga, Red) itu sahabat suami saya sejak kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya angkatan 82. Jadi ada kedekatan emosional juga,” imbuh perempuan kelahiran 1963 tersebut.

Saat ini PT Disa Prima Medika—yang dikenal melalui jaringan RSU Prima Husada—telah mengembangkan empat rumah sakit di Jawa Timur. Semua berawal dari satu praktik dokter umum pada 2005, yang perlahan tumbuh menjadi balai pengobatan, klinik rawat inap, hingga rumah sakit tipe C.

“Awalnya hanya satu layanan di satu rumah di kompleks perumahan. Sekarang sudah berkembang jadi gedung delapan lantai,” kenangnya.

Keputusan ekspansi ke Kediri pun menjadi langkah lanjutan. Sekaligus menjawab impiannya mengabdikan diri di kota kelahiran. Utamanya dalam memberikan layanan kesehatan terbaik bagi warga Kediri.

Baca Juga: Perempuan Sleman Berdaya Lewat Budidaya Lidah Buaya, Kisah Kelompok Wanita Tani Sumber Boga Tamanan Tumbuh Bersama Dukungan BRI

Nantinya, RSIA Citra Keluarga akan bertransformasi menjadi RSU Prima Husada—yang pertama di Kota Kediri. Transformasi ini bukan tanpa alasan. Selain pengembangan layanan, juga menyesuaikan dengan regulasi pemerintah.

Meski tak menampik sisi bisnis, ia menegaskan bahwa sektor kesehatan memiliki karakter berbeda. Rumah sakit, menurutnya, bukan sekadar soal keuntungan, melainkan kebutuhan dasar manusia.

“Kalau bicara bisnis, iya ini bisnis. Tapi tidak murni bisnis. Karena rumah sakit akan selalu dibutuhkan sepanjang hayat di kandung badan. Tapi bagi kami, pengabdian masyarakat yang utama,” tegasnya.

Kisah suksesnya sebagai owner jaringan rumah sakit tak membuatnya lupa dengan kewajiban dasar manusia. Yakni, berbuat baik bagi sesama.

Perempuan yang juga tumbuh besar di Kelurahan Jamsaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri itu beberapa kali terlibat dalam kegiatan sosial. Yang terbaru, menjadi relawan dan donatur bagi korban bencana banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang. 

“Saya meyakini ini semua (aset dan harta, Red) milik Tuhan. Kalau punya Tuhan, bisa jadi suatu saat diambil,” tandas anak pasangan guru itu.

Baca Juga: Kisah Kebersamaan Legenda Persik Kediri yang Tetap Terjalin hingga saat Ini, Dulu Mess Jadi Tempat Sharing dan Bikin Kompak

Kesempatan mendirikan dan mengelola rumah sakit itu dianggapnya sebagai cara Tuhan menguji dia dan keluarganya. “Tuhan memilih keluarga kami untuk mengelola ini, untuk ngetes kami mampu atau tidak. Maka sebagai hamba-Nya, kita buktikan bahwa atas pertolongan Tuhan kita berusaha mampu. Sehingga gedung ini juga bisa bermanfaat untuk masyarakat, bisa menampung pekerja,” sambungnya.

Ke depan, transformasi layanan di ex-RSIA Citra Keluarga itu akan diawali dengan pembangunan gedung enam lantai. Lengkap dengan layanan rawat inap dan fasilitas penunjang untuk menambah layanan kesehatan di sana.

“Target kami setahun pembangunan sudah selesai,” ungkapnya.

Konsep rumah sakit pendahulu juga akan dihadirkan di Kediri. Di antaranya menjadi rumah sakit terbaik melalui pemberian layanan yang tidak setengah-setengah. Rumah sakit itu nantinya juga akan dilengkapi dengan alat-alat kesehatan modern.

“Gedung ini akan kami bangun dengan layanan yang bagus. Konsep kami, yang berhak mendapatkan layanan bukan hanya orang-orang yang punya duit. Tapi semua masyarakat dari lapisan manapun berhak mendapatkan layanan. Jadi saya ingin nanti orang-orang yang BPJS pun juga mendapat layanan kesehatan yang bagus,” pungkasnya. (fud)

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#rsu prima husada #citra keluarga #pulang kampung #rsia #rumah sakit