KEDIRI, JP Radar Kediri - Pria yang akrab disapa Sarif ini tampak sudah menjiwai dalam bidang reserse dan kriminal. Itu karena sejak awal penugasan sudah berada di daerah rawan konflik.
“Saya lulus Akpol (akademis kepolisian, Red) pada 2015. Kemudian berdinas pertama kali di Sulawesi Utara sebagai kanit pidum (kepala unit pidana umum, Red),” ujarnya.
Selanjutnya, dia juga pernah bertugas di Sorong, Papua. Di sana dia banyak ditempa akan pengalaman. Selain budaya yang berbeda, angka kriminalitas juga cukup tinggi. “Karena apa ya satu lagi di sana lebih mengutamakan hukum adat. Jadi ada beberapa kebijakan yang membuat kami menyesuaikan,” imbuh Sarif.
Bahkan, ada pengalaman yang menurutnya sulit untuk dilupakan. Yaitu ketika menginjakkan kaki pertama kali di Papua Barat. Pasalnya, satu minggu setelahnya ada kerusuhan. Itu terkait rasisme yang dialami oleh mahasiswa Papua di Jawa Timur.
“Kalau perang antar suku tidak ya. Cuma biasanya konflik antar tempat dusun atau desa,” beber lelaki yang hobi padel itu. Lebih lanjut dia menjelaskan, tingginya kriminalitas di Sorong itu didominasi oleh 3C. Yaitu curat, curas, dan curanmor. Juga termasuk tindak penganiayaan.
Untuk diketahui, profesi polisi ini bukanlah cita-citanya sejak kecil. Sebab dulu dia berkeinginan menjadi pebasket dan dokter. Dia juga sempat menjalani kuliah di Teknologi Informatika, UIN Syarif Hidayatullah.
Terlebih background keluarganya juga tidak ada yang menjadi polisi. Sehingga membuatnya harus berusaha lebih keras lagi. “Sempat juga tes tentara, IPDN (institute pemerintahan dalam negeri, Red) tapi ya keterimanya di polisi,” bebernya menyebutkan satu per satu.
Baca Juga: Jabatan Kasatreskrim Polres Kediri Kota Alami Pergantian, Begini Kata AKBP Bramastyo Priaji
Sementara itu, ditanya terkait first impression datang di Kota Kediri, Sarif berharap kejadian yang ada di tempatnya bertugas dulu tak terjadi di wilayah Kota Kediri.
“Secara tidak langsung karena ini wilayah kota menjadi banyak pendatang. Jadi harus saling menjaga. Dan pihak kepolisian akan selalu menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, aman, dan nyaman,” pungkas Sarif.