Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pertama Ikut Ajang Internasional, Karateka Muda Kota Tahu Bawa Pulang Medali Emas

Emilia Susanti • Jumat, 13 Februari 2026 | 07:00 WIB

 

Cheisya, karateka muda asal Kota Tahu raih medali emas pada ajang kompetisi yang berlangsung di Turki.
Cheisya, karateka muda asal Kota Tahu raih medali emas pada ajang kompetisi yang berlangsung di Turki.

Cheisya Aurelia Kristanto memiliki prestasi gemilang di usianya yang masih muda. Akhir tahun lalu, dia berkesempatan turun di ajang Turkish Open Karate Tournament. Hasilnya, dia sukses mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia.

EMILIA SUSANTI, Kota, JP Radar Kediri 

Namanya Cheisya Aurelia Kristanto. Usianya masih 16 tahun. Akhir tahun lalu remaja putri ini terbang ke Turki.

Bukan untuk travelling di momen libur sekolah. Tapi ada misi khusus. Yaitu untuk mengikuti ajang 15th International Turkish Open Karate Tournament.

Siapa sangka, gadis asli Kelurahan Bawang, Kecamatan Pesantren ini berhasil meraih juara. Mengalahkan atlet-atlet dari negara lain. Mulai atlet tuan rumah Turki, Rusia, dan lainnya.

Fakta menariknya, ajang kejuaraan itu menjadi ajang pertamanya di tingkat internasional. Karenanya, dia sangat terharu bisa membawa pulang medali emas untuk Indonesia.

“Saya turun di kelas junior kata perorangan putri. Itu kayak seni gerakannya di karate,” kata gadis yang akrab disapa Cheisya itu.

Cerita uniknya, anak tengah dari tiga bersaudara itu mengaku baru pertama kali ke luar negeri. Saat itu, cuaca di Istanbul Turki sedang dingin.

Sehingga dia mengaku sempat kedinginan saat melakukan persiapan sebelum pertandingan. Namun demikian, itu bukanlah kendala utama baginya.

“Saat tanding itu motivasi saya semakin kuat saat lihat-lihat lawan. Apalagi saya bawa nama Indonesia jadi saya sangat semangat,” kenangnya sembari menambahkan bahwa dirinya tak kuasa menahan air mata saking terharunya mendapatkan juara pertama.

Bisa dibilang, perjuangan Cheisya di dunia karate masih panjang. Usianya masih muda. Banyak kompetisi bergengsi lainnya yang belum diikutinya.

Walau begitu, prestasi yang dicatatkan menunjukkan ada potensi besar dari Cheisya.

Bahkan dirinya saat ini berkesempatan untuk mengikuti latihan di Cibubur Youth Atlet Training Center (CYATC). Sementara itu, dia menjalani sekolah di SMA Negeri Olahraga Ragunan di Jakarta.

Tentu saja keputusannya untuk merantau itu tidak mudah. Dia mengaku sempat ragu saat mendapat tawaran untuk seleksi di CYATC. Namun dia tetap mengikuti alurnya. Dan dia pun lolos.

“Awalnya itu masuk gak ya, masuk gak ya? Alhamdulillah masuk, berarti jalannya di situ,” ceritanya sembari menyebut dirinya kala itu masih duduk di kelas 9 di SMP Negeri 1 Kota Kediri.

Ya, dia tak sempat menyelesaikan pendidikan SMP di Kota Tahu ini. Dia memilih pindah ke SMP Negeri Olahraga Ragunan di Jakarta untuk mengejar karirnya di dunia olahraga.

Mulanya, dia sempat merasa capek dengan intensitas tinggi di latihan. Setidaknya, ada dua sesi latihan dalam satu hari. Belum lagi tetap harus mengikuti pembelajaran di sekolah.

“Tetapi saya selalu ingat perjuangan saya yang dulu. Banyak kompetisi yang sudah saya lalui. Jadi saya tetap berjuang sekarang,” katanya.

Bisa dibilang, perjalanan Cheisya di dunia karate memang panjang. Dia pertamakali menggeluti olahraga bela diri ini saat masih berusia 6 tahun. Awalnya sih coba-coba.

Namun lama-kelamaan, dirinya jatuh suka. Di samping itu, dia juga merasa senang jika mendapatkan juara.

“Performa saya sempat menurun drastis setelah porprov 2022 lalu. Itu saya hampir ingin berhenti. Tapi saya selalu dapat dukungan dari orang tua, pelatih, dan teman-teman. Jadi saya mulai berlatih lagi dan akhirnya ikut Kejurnas di Riau dan dapat juara dua. Dari sini saya dapat panggilan seleksi di CYATC tersebut,” jelentrehnya sembari menyebut dirinya juga berhasil meraih medali emas di ajang porprov 2025.

Saat ini, Cheisya mengaku tengah menikmati perjalanan karirnya sebagai atlet. Dia pun menganggap teman-teman di asramanya seperti keluarga sendiri.

Kedepan, dia berharap bisa turun di ajang-ajang bergengsi lainnya seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) hingga ASEAN Games. “Nantinya saya juga ingin jadi polwan,” inginnya.(fud)

 

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Andhika Attar Anindita
#atlet kota kediri #kisah inspiratif #atlet muda #atlet berprestasi #atlet karate #Atlet Karate Indonesia #medali emas #karate #sekolah olahraga