Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kisah Suyati si Pemilik Rumah yang Dihantam Bus Harapan Jaya saat Laka Beruntun di Muning Kediri

Hilda Nurmala Risani • Selasa, 27 Januari 2026 | 13:54 WIB

 

Suyati, pemilik rumah yang ditabrak Bus Harapan Jaya.
Suyati, pemilik rumah yang ditabrak Bus Harapan Jaya.

Aktivitas Suyati, 53, menghangatkan masakan sekitar pukul 16.40, Jumat (23/1) sore lalu langsung terhenti.

Suara benturan kencang diikuti guncangan tak ubahnya rumah yang roboh langsung membuyarkan konsentrasinya.

“Yang saya dengar itu gredek-gredek. Saya pikir rumah roboh. Saya langsung keluar,” kenang Suyati dengan mata berkaca-kaca.

Namun, upayanya untuk keluar rumah tidaklah mudah. Gerbang rumahnya yang juga tertabrak Bus Harapan Jaya bernopol AG 7662 UT itu tidak bisa dibuka. Dia harus meminta bantuan warga untuk mendorong dari luar hingga akhirnya bisa dibuka.

Ya, pagar dan tembok rumah Suyati ringsek tertabrak Bus Harapan Jaya pada Jumat sore lalu. Kondisi itulah yang membuat Suyati kesulitan keluar rumah begitu benturan keras didengarnya.

Detik-detik menunggu bantuan warga itu, diakui Suyati membuatnya didera rasa takut yang luar biasa. Tubuhnya sampai gemetar.

Berbagai hal berkecamuk dalam benaknya karena selama beberapa menit dia tertahan dalam kondisi rumah yang rusak.

“Saya kaget. Ndredek karena pintu dan pagar tidak bisa dibuka,” lanjut Suyati menggambarkan perasaannya kala itu.

Saat kejadian dia memang hanya berdua dengan sang cucu di rumah. Adapun suami dan anak-anaknya sedang berada di luar.

Melihat banyak orang sudah berkerumun di dekat rumahnya, Suyati tidak tahu menahu tentang detail kecelakaan di sana. Demikian pula kendaraan yang terlibat.

Dia baru mengetahui rumahnya ditabrak bus setelah pintu dan pagar berhasil dibuka. Saat itu pula Suyati melihat banyak orang di sana. Termasuk saat sopir mobil meluapkan amarah kepada sopir bus yang memicu kecelakaan.

“Saya lihat sopir mobil marah-marah minta sopir dan kernet bus keluar karena anaknya terluka. Ada (warga) yang balang (lempar) botol. Sempat ricuh juga,” bebernya sembari menyebut akibat benturan bus itu tembok rumahnya bagian barat ambruk. Kemudian pagar ringsek. Selanjutnya tembok kamarnya juga retak.

Terlepas dari trauma yang masih dirasakan, Suyati meminta agar penabrak bertanggung jawab memperbaiki rumahnya.

Ditanya tentang besaran kerugian yang dialami, dia masih belum mengetahuinya. “Masih proses penghitungan,” jelasnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, hingga kemarin puing-puing tembok yang ambruk tertabrak bus masih terlihat berserakan.

Demikian pula sejumlah kabel yang masih terlihat menjuntai di tempat kejadian perkara (TKP). Kendaraan besar yang melintas di sana pun harus mengurangi kecepatannya agar tidak tersangkut kabel tersebut. (la/ut)

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#bus Harapan Jaya #kediri #laka beruntun