Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kisah Sofie Imam Faizal dari Pemain ke Pelatih Fisik Langganan Timnas Indonesia

Emilia Susanti • Rabu, 21 Januari 2026 | 21:55 WIB

 

 

Sofie Imam Faizal.
Sofie Imam Faizal.

Sebagai pemain jejaknya, mungkin, tak banyak terlihat. Namun, sebagai asisten pelatih fisik, pria ini selalu terpakai baik di era Shint Tae Yong maupun Patrick Kluivert. Namanya  juga kuat tersiar bakal bergabung lagi di era pelatih timnas John Herdman.

 EMILIA SUSANTI, Kota, JP Radar Kediri

 Ramah dan mudah diajak berbincang. Terutama yang terkait dengan pekerjaannya sebagai pelatih fisik. Antusiasmenya langsung terasa ketika diminta menceritakan perjalanan karirnya di lapangan hijau.

Itulah sosok Sofie Imam Faizal. Dosen di Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri yang juga merupakan pelatih fisik cabang olahraga sepak bola. Beberapa kali dia menjadi asisten pelatih fisik tim nasional (timnas) sepak bola.

“Jadi, awal mula saya bisa menjadi pelatih fisik di timnas itu di tahun 2018,” ujarnya membuka cerita.

Pria 37 tahun itu tak canggung menceritakan semua hal yang terkait dengan pekerjaannya itu. Meskipun di sekitarnya ada mahasiswa yang ikut mendengarkan.

Kebetulan, tempat berbincang adalah gazebo di kampus perguruan tinggi swasta papan atas di Kediri itu. Yang juga dimanfaatkan oleh beberapa mahasiswa untuk bercengkerama.

Tentu saja, Sofie buru-buru menambahkan, tidak langsung ke timnas putra senior. Kala itu, federasi memintanya untuk bergabung ke timnas putri untuk menghadapi kompetisi Piala AFF -16. Dia masih mengingat betul tanggal yang tertera pada surat dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) itu.

“Bulan Maret tanggal 15,” ucap pria yang kini tinggal di Tulungagung, Jawa Timur ini.

Ya, karirnya di timnas memang dimulai dari timnas putri. Selaras dengan statusnya yang saat itu sebagai pelatih fisik tim sepak bola wanita. Dari hal itu relasi dengan timnas terjalin.

Selain di Piala AFF U-16, dia juga membantu untuk kualifikasi Piala Asia. Singkat cerita, dia akhirnya begabung ke timnas putra. Tepatnya di Timnas Indonesia U-19 dengan Head Coach Fakhri Husaini.

Setelahnya, nama Sofie semakin dikenal. Namanya pun semakin besar ketika bisa menembus tim kepelatihan di Shin Tae Yong hingga Patrick Kluivert. Bahkan, ada kemungkinan besar dirinya tetap dipercaya dalam kepemimpinan John Herdman. Yakni Head Coach Timnas Indonesia yang baru.

Kiprahnya sebagai pelatif fisik tidak bisa diragukan. Namun, siapa sangka, Sofie dulunya juga menginginkan bisa menjadi pemain sepak bola. Itu adalah mimpinya sejak di bangku sekolah dasar (SD).

Dia pun telah berusaha untuk mengejar mimpinya. Bungsu dua bersaudara ini sempat merantau untuk bergabung dengan Persema Malang.

Kala itu dirinya sudah duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA). Sayang, karirnya tak kunjung melonjak. Tetap bermain di kompetisi kasta paling bawah.

“Posisi saya stopper saat itu,” kenang pria yang di kalangan pemain dipanggil dengan sapaan Coach Maksimal ini.

Kebimbangan akhirnya muncul. Akhirnya, dia memutuskan untuk mengubur impian tersebut. Meskipun tak sepenuhnya menyesalinya. Pasalnya, dia merasa mendapat kemudahan untuk masuk dunia perkuliahan berkat jejak karirnya di sepak bola.

Meski begitu, dia tidak bisa meninggalkan dunia lapangan hijau begitu saja. Saat masih menempuh gelar sarjana, Sofie nekat untuk mengambil lisensi kepelatihan. Tentu saja dimulai dengan Lisensi D.

Setelah lulus pada 2010, dia kemudian bergabung dengan salah satu sekolah sepak bola di Mojokerto.

“Saat awal kuliah saya memang ingin jadi sosok yang istilahnya bisa memberi kontribusi untuk head coach, menjadi pelatih fisik. Karena saya tahu kapasitas saya. Saya seorang akademisi yang dalam komposisi tim itu saya bagian dari sport science,” bebernya.

Sofie selalu merasa haus ilmu. Dia menaikkan level lisensi kepelatihan. Hingga mengantongi Lisensi A AFC sekaligus AFC Fitness Level 2B.

Bukan itu saja, bapak dua anak itu juga tengah menempuh pendidikan S3 di Universitas Sebelas Maret.

“Ini sudah satu semester,” lanjutnya sembari menyebut dirinya mengambil jurusan Ilmu Olahraga.

Baca Juga: ​Percaya Proyek Marcos Reina, Chechu Meneses Ungkap Alasan Mengejutkan Pilih Persik Kediri!

Di sisi lain, Sofie juga sosok yang tidak kenal lelah. Kesibukannya banyak. Selain menjadi mahasiswa S3, dia juga dipercaya menjadi dosen di UNP Kediri. Dan sebagai pelatih fisik timnas pun belum sepenuhnya ditinggalkan.

Hanya saja, memang belum ada pemusatan latihan lagi saat ini. Karena itulah dia bisa ditemui dengan mudah di kampusnya.

“Kenapa saya memilih mengajar di sini, saya ingin memberikan, membagikan pengalaman-pengalaman saya ke adik-adik mahasiswa. Siapa tahu ada yang ingin, termotivasi,” harapnya.

Tak kalah menarik, dia juga segera melakukan penyelenggaraan kursus kepelatihan Lisensi D di Kediri. Sofie mengaku ingin berkontribusi untuk sepak bola yang ada di wilayah selatan Kediri Raya.

“Dengan membuat beberapa kegitan yang berhubungan dengan meningkatkan sumber daya kepelatihan di area Kediri dan sekitarnya. Harapannya juga dari mahasiswa saya ada yang mengikuti jejak saya,” tandasnya.(fud)

Editor : Andhika Attar Anindita
#pelatih fisik timnas indonesia #Sofie Imam Faizal #Sofie #timnas #Pelatih Fisik Timnas #timnas indonesia