KEDIRI, JP Radar Kediri - Sebagai polantas, kesehariannya juga diwarnai hal-hal di luar mengatur lalu lintas. Mencegah orang yang ingin mengakhiri hidup, membantu pengendara yang motornya mogok, hingga memberi uang saku bagi yang bekalnya habis selama perjalanan. Semuanya dia abadikan dalam konten, semata-mata demi menumbuhkan kepedulian pada sesama.
HILDA NURMALA RISANI, Kota, JP Radar Kediri
Polisi berpangkat ajun inspektur satu (Aiptu) itu duduk di pos jaga. Di bagian depan pintu masuk Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kediri Kota.
Sibuk menjawab pertanyaan masyarakat yang datang. Baik yang ingin mengurus surat izin mengemudi (SIM), surat tanda nomor kendaraan (STNK), hingga surat keterangan catatan kepolisian (SKCK).
“Tadi habis patroli pagi mengitari wilayah Kota Kediri. Kami menemukan ada yang motornya mogok dan kami bantu untuk membenarkannya,” ucap bintara polisi bernama lengkap Agung Broto itu.
Baca Juga: Mengenal Sosok Pasangan Duta IIK Bhakta 2025 Kediri: Awalnya Introvert, Bagaimana Sekarang?
Ya, di sela kesibukan tugasnya sebagai seorang polisi, Aiptu Agung-demikian dia biasa disapa-juga membuka layanan bengkel.
Bukan untuk umum, melainkan hanya kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan di jalan. Baik saat berdinas maupun ketika sudah lepas dinas.
Bantuan yang dia berikan itu dia lakukan itu dengan cuma-cuma. Tak mengutip biaya sepeser pun. Jika ada yang memaksa memberi uang, dia justru mengembalikan.
Tak jarang dia malah memberi sangu alias bekal kepada masyarakat yang kehabisan uang di perjalanan.
“Tidak ada syarat khusus. Kalau sedang patroli dan menemukan pengendara membutuhkan bantuan pasti saya bantu. Baik yang kehabisan bensin di perjalanan hingga kendaraan rusak,” paparnya.
Baca Juga: Cerita Kaka Aditya yang Ingin Go Internasional lewat Senam Artistik
Bantuan yang dia berikan, menurutnya, untuk semua permasalahan kendaraan. Beberapa masyarakat yang ditemui seringkali mengalami masalah kendaraan mogok, ban bocor hingga rantai rusak.
Karena banyaknya permasalahan itu, dia pun selalu menyediakan peralatan bengkel di mobil patroli pengawalan (patwal) yang dia kendarai. Mulai dari dongkrak, alat jumper untuk mengisi daya ki, hingga berbagai jenis obeng.
“Kalau semisal menemukan masalah yang saya tidak bisa menangani ya telepon bengkel. Dengan biaya murni dari saya. Dari gaji yang sudah saya sisihkan,” terang lelaki usia 46 tahun itu.
Kemampuannya itu dia peroleh dengan cara yang, boleh disebut, tidak disengaja. Bermula saat dia berpatroli di jalan dan sering menemukan pengendara kesusahan tanpa ada yang membantu.
Baca Juga: Mengenal Shoffia Chandra Dewi, Duta Kampus Putri Universitas Kadiri 2025
Setelah dilihat permasalahan kendaraannya ada yang akinya bermasalah juga bannya mengalami kebocoran.
Kalau harus memanggil bengkel waktu tunggunya lama. Mau tidak mau dia belajar otodidak untuk mengatasinya.
“Peralatan yang ada itu hanya dasar dan yang bisa saya aplikasikan. Kalau semisal setelah saya perbaiki tetap tidak bisa maka saya sewakan tosa atau derek agar dibawa ke bengkel,” ungkapnya kepada wartawan Jawa Pos Radar Kediri.
Ditanya terkait waktu patroli dan seringnya menemukan pengendara mengalami permasalahan, Agung menyebut tak mengenal waktu.
Kapanpun berpatroli dia selalu menemukan orang-orang tersebut. Tak heran keahliannya diperoleh karena pengalamannya di lapangan.
Bahkan tak jarang ketika bukan jadwal piketnya, dia sering mendapat telepon dari masyarakat sekitar yang membutuhkan bantuan.
Dari mana nomor telepon itu didapatkan? Ya, dari orang-orang yang pernah dibantu maupun melihatnya sedang memberikan pertolongan kepada orang lain.
Tak ayal ketika mengalami permasalahan kendaraan, masyarakat tak segan mengabarkan kepadanya dengan harapan memperoleh solusi.
Baca Juga: Mengenal Vanya Gea Anggita, Peraih Medali Perunggu Kejurnas Tarung Derajat Asal Kediri
“Bahkan pernah tengah malam saya mendapatkan telepon ada mobil mogok yang ditumpangi satu keluarga. Karena sedang lepas dinas maka saya telepon bengkel kenalan saya untuk datang ke lokasi membantu. Alhamdulillahnya siap kapanpun saya butuhkan,” ujarnya melempar senyum.
Sebenarnya tak hanya masalah kendaraan saja yang dia bantu pecahkan. Agung juga sering menyelamatkan nyawa seseorang yang sedang hendak mengakhiri hidupnya dengan sia-sia. Mulai dari yang ingin lompat dari Jembatan Semampir hingga Jembatan Bandarlor.
Tentu dalam menggagalkan percobaan bunuh diri ini perlu trik khusus. Sebab jika grusa-grusu yang ada korban justru ingin segera melompat.
“Biasanya kalau mendapat laporan dari masyarakat saya datang ke lokasi dan meminta salah satu dari mereka untuk berjalan lebih dulu dan saya di belakangnya. Begitu sudah dekat langsung saya dekap untuk dibawa ke tempat lebih aman,” ungkapnya.
Penanganannya tak cukup sampai di situ saja. Dia pun seringkali mendengarkan cerita korban baik karena masalah asmara maupun ekonomi.
Kemudian memberikannya petuah. Beberapa dari mereka yang pernah dibantunya pun masih sering menghubungi mengucapkan terima kasih karena pernah di selamatkan.
Ya, Aiptu Agung ini bukan sekadar polisi lalu lintas yang bertugas mengurai kemacetan maupun mengawal jalur kendaraan penting.
Dia juga melakukan tugas kemanusiaan serta membantu menumbuhkan rasa kepedulian orang-orang sekitarnya. Salah satunya melalui konten TikTok yang dibuatnya.
“Sebenarnya kalau kebiasaan ini sudah saya lakukan sejak bertugas di kepolisian hampir 26 tahun. Tetapi saya kontenin baru 5 tahun terakhir dengan maksud sebagai dokumentasi pribadi dan ingin menumbuhkan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya ketika ditanya alasan membuat konten.
Baca Juga: Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah, Prajurit Tempur yang Jadi Komandan Kodim 0809 Kediri
Akun TikTok-nya yang diikuti 3.361 follower itu lebih banyak mendokumentasikan kegiatannya saat membenahi mobil pengendara dengan alat-alat sederhananya.
“Seringkali saya melihat pengendara yang mobilnya mogok itu kebingungan sendiri. Mereka berasal dari luar kota sehingga tak tahu harus bertanya pada siapa. Sedangkan masyarakat sekitar juga bersikap acuh seolah tak peduli,” tandasnya.
Nah, pembuatan kontennya ini dimaksudkan agar masyarakat maupun anggota kepolisian yang lain bisa peduli. Bahwa uluran tangan sekecil apapun pasti bermanfaat untuk orang yang membutuhkan.
Meskipun dia harus terbiasa mengorbankan waktu dan gajinya untuk membantu tak menjadi masalah besar.
Sebab baginya membantu pengendara untuk melanjutkan perjalanan jauh lebih berharga. Ada keluarga maupun anak istri yang menunggu mereka sampai di rumah.
“Selain bisa jadi tukang bengkel, juga bisa edit konten. Multitalenta-lah, toh konten yang saya buat sederhana karena juga menunggu kalau sudah longgar,” pungkasnya disertai gelak tawa.
Editor : Andhika Attar Anindita