Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah, Prajurit Tempur yang Jadi Komandan Kodim 0809 Kediri

Hilda Nurmala Risani • Selasa, 6 Januari 2026 | 21:58 WIB

 

Dandim 0809 Kediri Letkol Inf. Dhavid Nur Hadiasnyah
Dandim 0809 Kediri Letkol Inf. Dhavid Nur Hadiasnyah

Jangan tanya soal pengalaman di dunia militer kepada Letnan Kolonel (Letkol) Infanteri Dhavid Nur Hadiansyah. Perjalanan karir sangat panjang. Malang-melintang dari prajurit tempur di wilayah perbatasan, pengamanan pulau terluar hingga menjadi guru militer.

 

HILDA NURMALA RISANI, KOTA, JP Radar Kediri

 

“Sebelum ini saya bertugas menjadi komandan Yonif 202/Tajimalela Bekasi.”

Kalimat itu diucapkan Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah dengan tersenyum. Menunjukkan bila yang berbicara adalah sosok yang ramah. Meskipun pria ini memperluas karir militernya di kesatuan tempur yang penuh dengan disiplin keras.

Baca Juga: Sosok Letkol Inf Ragil Jaka Utama, Ahli Tempur yang Kini Jadi Dandim 0809 Kediri

Bagi prajurit yang lahir di Bondowoso, Jawa Timur ini, perjalanan karir militernya lebih sering dihabiskan di luar Jawa. Apalagi selepas lulus dari Akademi Militer (Akmil), 2006 silam, dia ditempatkan di Bukit Barisan.

Penempatannya pun beragam. Mulai dari bertugas di komando daerah militer (kodam) hingga batalyon infanteri (yonif). Tak heran, penugasannya di Pulau Sumatera kurang lebih berlangsung selama delapan tahun.

"Penugasan pertama saya di Kodam I Bukit Barisan. Kemudian ditempatkan sebagai komandan pleton di Yonif 133 Yudha Sakti di Kota Padang. Di mana saya di sana kurang lebih 7 sampai 8 tahun," imbuhnya.

Penugasan di Pulau Sumatera tidak melulu berkaitan dengan militer. Ada yang membuatnya lebih berkesan yaitu ketika berhasil mendapatkan pujaan jantung yang kini menjadi istri, dr Dikes Melati, MMRS., M. Biomed.

Baca Juga: Inilah Sosok Dandim 0809 Kediri yang Pernah Dijuluki Danramil Tsunami

Sebagai prajurit, pengugasan di luar Pulau Jawa membuatnya memiliki banyak pengalaman. Salah satunya ketika menjalankan satuan tugas di wilayah perbatasan. Contohnya di Ambon dan Timor Leste.

Tak hanya itu, pada tahun 2016 dia juga pernah bertugas di pusat pendidikan infanteri (Pusdikif) sebagai guru militer. Berlanjut pada tahun 2020 penugasan di Udayana, Bali. Hingga terakhir pada tahun 2024 bertugas sebagai Komandan Yonif 202/Tajimalela, Bekasi.

"Ya kesannya apa saja. Saya pernah satgas di perbatasan. Kemudian pengamanan pulau terluar di Udayana. Dan saya juga pernah di lembaga pendidikan. Mengajar sebagai gumil (guru militer, Red) di Pusdikif," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kediri .

Pengalaman malang-melintang ini menjadi bekalnya untuk menjalankan amanah baru. Yaitu sebagai komandan Kodim 0809 Kediri.

Baca Juga: Berkenalan dengan Dandim 0809 yang Baru, Letkol Inf Aris Setiawan

Jika dulunya dia sering bertugas sebagai prajurit tempur, kini berbeda. Ada proyek strategis nasional yang harus dijalankan berkaitan dengan masyarakat. Seperti koperasi desa merah putih (KDMP), makan bergizi gratis (MBG), dan program TNI manunggal membangun desa.

“Itu akan kami percepat. Kami selalu mendukung dan men-support program-program dari Presiden,” beber lelaki berusia 41 tahun itu.

Tak cukup sampai di situ saja, ke depan Kodim juga akan memanfaatkan aplikasi pemantauan kegiatan. Mulai dari pengecekan pos, dokumentasi lapangan hingga laporan progres secara real time . Itu karena semua fasilitas dan anggaran sudah disediakan oleh pemerintah. Sedangkan TNI tinggal menjalankan saja. Sehingga harus dimaksimalkan.

Baca Juga: Dandim Letkol Kav Joko Wibowo Ikut Blusukan ke Hutan Cari Sumber Air

“Kami juga akan bersinergi dengan pemangku kepentingan terkait. Itu sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing,” paparnya sambil menyebut jika Kodim bersahabat dengan rakyat.

Terlebih lagi mengingat Kediri ini dia anggap sebagai pusat gravitasi di kesatuan Kodam V Brawijaya. Yang memiliki kompleksitas dari berbagai aspek. Mengingat wilayahnya juga terbagi menjadi dua yaitu kota dan kabupaten, serta sejarah yang beragam.

Pada akhirnya dengan tugas dan tanggung jawab baru ini, dia berharap kehadirannya sebagai pejabat baru di Bumi Panjalu dan Kota Tahu bisa memberikan makna. Khususnya bagi masyarakat, baik di Kota maupun Kabupaten Kediri.

“Kami hadir untuk bekerja sama menjaga kondusivitas wilayah, ketenteraman, keamanan, dan perdamaian masyarakat,” pungkas bapak dari dua anak itu.

Editor : rekian
#kabupaten kediri #Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah #kodim #Dandim 0809 #kota kediri