Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kenalan dengan Suwari, Pembuat Patung Macan Putih Viral di Balongjeruk Kediri

Diana Yunita Sari • Jumat, 2 Januari 2026 | 21:42 WIB
Suwari berpose di depan patung macan putih yang sedang viral (Diana Yunita Sari)
Suwari berpose di depan patung macan putih yang sedang viral (Diana Yunita Sari)

JP Radar Kediri - Suwari tak pernah menyangka jika patung macan putih buatannya akan seterkenal seperti saat ini.

Padahal, awalnya ia hanya menyanggupi permintaan Kepala Desa Balongjeruk agar membuatkan ikon di pertigaan jalan desa. Tak tahunya, karyanya itu viral hingga seantero Indonesia.

“Mboten nyangka Mbak bisa viral seperti ini. Baru tahu juga tiga hari ini. Saya pikir ramai-ramai ada kecelakaan, ternyata warga mengerubungi patung saya.” 

Itulah serentetan ucapan Suwari. Warga Desa Kuwik, Kecamatan Kunjang berusia 70 tahun ini adalah pembuat patung macan putih di Desa Balongjeruk, juga di Kecamatan Kunjang, yang kini tengah viral. 

Begitu viralnya, hingga tak hanya patung yang diburu untuk lokasi swafoto. Juga si pembuat yang sudah tiga hari ini ‘berkantor’ di sekitar lokasi patung.

Sebab, dia menjadi orang yang banyak dicari. Nah, daripada mereka yang mencari itu mendatangi rumahnya satu per satu, Suwari memilih bersiaga di lokasi patung. Agar lebih muda ditemui.

Ya, sejak patung macan putih di Balungjeruk itu viral, nama Suwari mendadak terkenal. Banyak pelancong datang hanya untuk memotret karyanya.

Atau sekadar berfoto dengannya. Satu hal yang membuat Suwari merasa haru sekaligus senang. Ternyata, karyanya diapresiasi banyak orang. 

“Sekarang di mana-mana warga berkumpul membicarakan patung saya saja,” ucapnya, sembari mengumbar senyum.

Toh, Suwari tak bisa menutupi keheranannya. Mengapa karyanya yang itu menjadi viral. Padahal, banyak juga patung bikinannya yang, menurutnya, juga lebih bagus.

“Sudah lama buat karya yang bagus-bagus. Tapi tidak tahu kenapa malah yang ini (patung macan putih, Red) yang viral,” ucapnya dengan nada heran.

Soal pembuatan patung, menurut Suwari juga tak ada yang aneh. Dikerjakan selama 18 hari. Durasi kerjanya hanya setengah hari per sesi.

Awalnya, ia membuat dudukan macan berbentuk balok. Menggunakan batako dan semen. Karena usianya yang tak lagi muda Suwari dibantu dua orang pekerja. 

Setelah balok terbentuk, barulah tangan Suwari bekerja. Mendesain kerangka hingga memoles semen menjadi sosok macan.

“Material semua dari Pak Kades yang punya toko bangunan. Saya yang bagian membuat patungnya,” ungkap bapak satu anak tersebut.

Tapi, ada sedikit keanehan yang dirasakan Suwari selama proses pengerjaan. Dia sebenarnya telah mengikuti desain yang diberikan. Tapi, dia merasa hasil akhirnya menjadi berbeda.

“Seperti bukan yang biasanya. Tangan saya seperti ada yang membelokkan saat membentuknya,” kenangnya, soal pengalaman mistis yang dia rasakan ketika mengerjakan patung.

Patung setinggi dua meter itu sejatinya menggambarkan sosok leluhur desa. Dibuat sebagai ikon desa.

Karena itu, konstruksinya dibuat sekuat mungkin. Menggunakan rangka besi yang tertanam hingga menembus aspal. “Kalau tidak pakai alat berat, tidak bisa ambruk ini,” kelakar sang pematung.

Toh, apapun yang terjadi, patung itu kini menjadi viral. Lokasinya banyak dipadati pengunjung. Begitu banyaknya hingga mengundang pedagang kaki lima (PKL) berjualan.

Juga, kerap membuat pertigaan tersebut menjadi macet karena ada yang datang dari luar kota menumpang bus.

Namun, di balik viralnya patung macan putih tersebut, sepak terjang Suwari di dunia seni memang sangat panjang.

Sejak tahun 1970-an ia sudah aktif dalam kesenian karawitan, ludruk, gending, hingga tari. Baru pada era 1980-an terjun ke dunia seni rupa.

Membuat relief, taman, hingga arsitektur unik. Kliennya kebanyakan berasal dari sekolah-sekolah yang meminta dibuatkan lukisan atau relief.

“Ada patung rajawali, Semar, Gareng, Petruk. Biasanya pesanan untuk gapura, taman, atau parkiran sekolah,” lanjut kakek yang belajar seni secara otodidak ini.

Sebelum menggarap macan putih yang viral itu, ia baru saja menyelesaikan patung Semar dan Gareng di gapura bangunan.

Prosesnya memakan waktu berbulan-bulan hingga sempat membuatnya jatuh sakit. Begitu sembuh, ia mengerjakan pesanan Kades Safii tersebut.

Dia menduga kondisi fisiknya yang belum pulih total turut berpengaruh pada hasil akhir patung macan tersebut.

Kini, setelah viral, pintu rezeki Suwari kian terbuka lebar. Banyak orang berbondong-bondong memintanya menggarap relief dan karya arsitektur lainnya. Meski begitu, ia tak bisa sembarangan menerima pesanan.

“Banyak yang datang minta digarap. Tapi saya masih punya tanggungan di tempat lain. Kalau mau sabar ya bisa dikerjakan bulan-bulan depan, karena pekerjaan saya biasanya makan waktu berbulan-bulan,” jelas pria yang telah lama ditinggal sang istri meninggal ini.

 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#patung macan putih Kedir #kabupaten kediri #kediri #Desa Balongjeruk #patung macan kediri #Suwari #Patung Macan Lucu di Kediri #macan putih kediri #macan putih #patung macan di kediri dianggap tidak mirip seperti macan