Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kisah Vairus Abadi, Petugas Damkar Peraih Emas Tarung Drajat Porprov Jatim 2025, yang Sempat Kalah dan Terpuruk tapi Bangkit Berkat Hal Ini

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Jumat, 11 Juli 2025 | 17:00 WIB

 

 

Vairus Abadi, petugas damkar dan atlet tarung drajat
Vairus Abadi, petugas damkar dan atlet tarung drajat

Jalan hidup Vairus tak selalu mulus. Pernah merasakan keterpurukan akibat kekalahan yang terus-menerus. Untungnya, dia berhasil bangkit hingga mendulang banyak prestasi.

 ------------------------------------- 

Rabu (9/7) sore. Vairus Abadi sedang duduk santai di tempat kerjanya, di Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Ngadiluwih. Baru saja dia menyelesaikan pekerjaan tambahan sebagai seorang damkar. Membantu melepas cincin yang menjepit jari seorang bocah.

“Tadi ada anak-anak datang, bersama orang tuanya. Minta tolong cincinnya dilepas, tersangkut di jari,” terang pria berperawakan tegap ini.

Sebagai anggota damkar, Vairus memang sering terlibat hal-hal semacam itu. Di luar tugas utamanya bila ada amukan di jago merah melanda.

Pria ini bergabung dengan satuan yang menjadi bagian dari Satpol PP Kabupaten Kediri itu sejak 2022 silam. Bertugas di Pos Ngadiluwih, di Jalan Prof Dr Moestopo. Tepatnya masuk Desa Purwokerto, di tepi jalan nasional yang menghubungkan Kediri dan Tulungagung.

Menariknya, Vairus bukan cuma anggota damkar. Dia juga seorang atlet tarung drajat. Bahkan, jalan untuk menjadi petugas damkar juga karena keberhasilannya menorehkan banyak prestasi di olahraga bela diri tersebut.

Bahkan, ketika dia terjebak dalam rutinitas tugas yang sangat padat seperti ini, Vairus tetap bisa menorehkan prestasi. Terbaru, dia berhasil membawa pulang medali emas dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2025 di Malang beberapa waktu lalu.

"Dapat medali emas," jelas laki-laki kelahiran 2002 itu.

Di sela waktu piketnya di Mako Damkar Pos Ngadiluwih, Vairus pun bercerita. Bagaimana dia tetap bisa meretas prestasi saat rutinitas kerja sangat tinggi sebagai seorang damkar.

“Kuncinya adalah latihan,” tegasnya.

Ya, pekerjaan bolehlah padat dan menyita waktu. Tapi, dia selalu menyempatkan diri berlatih. Dan intensitasnya bertambah ketika mendekati pelaksanaan satu event seperti Porprov Jatim lalu.

Bagaimana caranya? "Biar tetap bisa latihan, alat-alatnya dibawa ke mako," jelasnya.

Beberapa peralatan memang sudah dia siapkan di pos damkar Ngadiluwih. Seperti sansak, skipping, dumble, dan lainnya.

"Jadi saat tak ada panggilan ya latihan. Pagi sama sore gitu. Tapi tak lari-lari. Kalau piket terus lari, pas tiba-tiba ada kebakaran susah," ucapnya setengah bercanda.

Sering dia mengalami, selepas latihan tiba-tiba ada panggilan tugas. Melakukan evakuasi atau sejenisnya. “Pernah beberapa kali harus memindah sarang tawon, untungnya pas selesai latihan,” kenangnya.

Cara itu membuat dia tetap bisa standby sebagai petugas damkar. Yang setiap saat siap sedia bila ada kebakaran atau kejadian lain. Di sisi lain, dia tetap bisa berlatih.

Ketika mendekati pelaksanaan satu event, seperti porprov, jadwal latihannya dia lebihkan. Tentu ketika ada waktu senggang yang tak mengganggu tugas utama.

Kemudian, porsi latihannya akan meningkat ketika libur atau berada di rumah. Mulai dari latihan fisik dan teknik. Termasuk latihan di camp klubnya.

"Mulai dari lari, latihan fisik lain, sama latihan teknik juga. Jadi latihan juga di camp," terang warga Wonorejo, Wates itu.

Kegigihannya itupun berbuah. Berhasil meraih juara di kelas yang dia terjuni, 64-68 kilogram. Notabene juga membanggakan tempat kerjanya, bidang damkar Satpol PP Kabupaten Kediri.

Namun, perjalanannya seperti sekarang tak berjalan mulus. Ada fase yang harus dia lalui. Yang di antaranya adalah keterpurukan.  

Misal, ketika masih sekolah di SMAN 1 Wates, pada 2020, dia beberapa kali sudah ikut pertandingan. Tapi, nyaris selalu kalah. Jarang bisa naik podium.

"Ikut empat kali ikut, selalu kalah," kenangnya.

Hasil minor itu membuat mentalnya sempat down. Merasa putus asa dan tak ingin lagi ikut kejuaraan. Takut kalah lagi.

Vairus pun vakum dari ajang tarung drajat. Nyaris selama setengah tahun. Titik balik terjadi ketika pada 2022 dia diajak ikut Porprov Jaqtim. Teman-temannya terus memberi dorongan dan semangat.

"Setelah berpikir lama baru akhirnya mau," terangnya.

Ada motivasi khusus yang muncul di dada sang atlet. Yaitu, ingin membanggakan kedua orang tuanya. Karena itulah dia mantap untuk kembali menekuni olahraga tarung drajat.

Terjun untuk kedua kalinya di cabang olahraga beladiri ini, Vairus mencoba melakukan instropeksi. Yang dia dapatkan adalah, effortnya harus kuat. Porsi latihan pun harus ditingkatkan.

"Dulu sering kalah itu karena latihannya hanya di camp saja. Di rumah tidak latihan karena merasa capai,” akunya.

Sejak itu dia lebih giat berlatih. Setiap hari latihan. Hasilnya, pada gelaran Porprov Jatim 2022 Vairus berhasil membawa pulang medali emas. Prestasinya itu yang juga mebawanya bergabung di tim damkar.

"Setelah itu, pada 2024, saya juga ikut proprov dan dapat emas lagi," jelasnya.(*)

 

Editor : Mahfud
#porprov jatim #tarung drajat #medali emas #petugas damkar