Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ada-Ada Saja Cara Napi Menyelipkan Sabu-Sabu agar Masuk ke Lapas Kediri

Hilda Nurmala Risani • Minggu, 22 Juni 2025 | 14:30 WIB

Ilustrasi narapidana
Ilustrasi narapidana
 

Semakin ketat pengawasan petugas Lapas bukannya memberi jera narapidana. Sebaliknya mereka justru mencari 1001 cara untuk bertindak jahat dan melanggar hukum. Itu karena beberapa pengaruh rekannya yang ada di dalam Lapas.

Bahkan meskipun sudah ada alat X-Ray, banyak narapidana yang memanfaatkan makanan dan minuman kemasan untuk menyimpan sabu-sabu. Apapun upaya mereka lakukan agar bisa mengelabui petugas Lapas.

“Ada dan tidaknya alat X-Ray pengamanan di Lapas sudah ketat. Dengan ditambah X-Ray jadi semakin ketat,” terang Roy, salah satu warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Menurutnya, keberadaan X-Ray ini membuat ruang gerak para narapidana semakin terbatas. Sebab apapun yang terekam dalam alat tersebut dan dirasa mencurigakan pasti akan dibongkar. Padahal terkadang apa yang dicurigai belum tentu kebenarannya.

Namun demikian, namanya narapidana tidak pernah kehabisan akal. Mereka akan selalu mencari cara yang dirasa tidak akan diketahui atau terdeteksi oleh alat. Salah satunya dengan memasukan barang terlarang sabu-sabu ke dalam kemasan kopi bubuk.

“Belum tak coba tapi sempat kepikiran untuk melakukannya (memasukan sabu-sabu ke dalam kopi bubuk, Red),” akunya.

Lelaki yang sedang menjalani kasus persidangan narkotika ini mengaku terkadang masih ingin mengonsumsi sabu-sabu. Tindakan untuk melakukan penyelundupan juga terbesit di dalam pikirannya. Namun kembali lagi, dia takut jika tindakannya justru membuatnya semakin lama tinggal di balik jeruji besi.

Lalu bagaimana dengan penyelundupan handphone? Roy bercerita jika semakin kesini penyelundupan handphone semakin sulit. Hampir semua tempat yang dirasa menjadi titik aman ternyata masih bisa diketahui petugas.

Seperti kasus terakhir terkait peredaran narkotika jenis sabu-sabu yang dikendalikan oleh napi di dalam lapas. Sontak hal tersebut membuat pengamanan dan pengawasan petugas Lapas lebih ekstra.

Angel saiki lek arep ndelikno hp (sulit sekarang kalau mau menyembunyikan hp, Red). Wes urip sing bener wae ben ndang metu (sudah hidup yang benar saja agar cepat keluar, Red),” ujarnya.

Hal serupa juga dirasakan oleh Omi. Keberadaan alat X-Ray menjadi ancaman terbesarnya. Kini dia sudah tidak bisa meminta keluarga atau temannya untuk menyelundupkan melalui barang bawaan. Itu karena tergambar jelas di sistem komputer mengenai bentuknya.

Lebih jauh Omi bercerita, dia pernah menyelundupkan sabu-sabu ke dalam kemasan mie instan. Yaitu dengan cara memasukkan ke bagian tengahnya. Ini pernah berhasil namun setelahnya diketahui oleh petugas.

Pernah tapi lali kapan (pernah tapi lupa kapan, Red),” terangnya kepada wartawan Jawa Pos Radar Kediri.

Menurutnya, kini sudah jarang bisa menemukan celah petugas Lapas. Karena selain keberadaan alat yang canggih, kemampuan mereka dalam melihat dan membaca gerak-gerik narapidana semakin lihai.

Razia yang dilakukan sewaktu-waktu juga turut meminimalkan kejahatan yang dilakukan oleh napi. Bahkan saat malam hari pun tidak mengurangi semangat petugas dalam melakukan kontrol keliling dan menggeledah setiap blok hunian.

Wes kabeh dicek, didodoki tembok dan tekele (semua dicek, diketuk dinding dan lantainya, Red),” pungkasnya. (*)

 

 

 

 

 

Editor : Mahfud
#WBP #penyelundupan narkoba #mi instan