Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Berawal dari Hobi, Atin Soliestiyono Kini Pasarkan Karyanya di Pameran Hingga CFD di Kediri

Habibah Anisa M. • Sabtu, 17 Mei 2025 | 03:30 WIB

Photo
Photo

JP Radar Kediri - Berawal dari hobi, Atin Soelistiyono mengembangkannya menjadi sebuah usaha. Nama usahanya adalah Pare Ethnic, yang memproduksi kerajinan tangan.

“Saya ini suka membuat kerajinan dari bahan bekas, dulu awalnya kerajinan dari kain goni,” terang pria yang kerap disapa Soelist itu.

Kepada wartawan Jawa Pos Radar Kediri, Soelist menjelaskan proses bagaimana kain goni bisa diubah menjadi produk baru berupa gelang. Menggeluti usaha kerajinan gelang itu semula hanya hobi. Dia hanya membuat gelang untuk dikenakan sendiri.

“Setiap teman lihat dan tertarik langsung dibawa pulang,” imbuhnya.

Dari situlah warga Kelurahan Pare, Kecamatan Pare itu mulai memproduksi gelang buatannya sendiri. Meski awalnya hanya selingan, namun usaha kecil itu justru masih bertahan hingga saat ini.

Soelist mengaku belajar membuat gelang secara otodidak. Bahan yang digunakan pun beragam. Mulai dari tali korea, benang jahit, hingga serat nanas.

Photo
Photo

“Dulu saya pernah membuat gelang dari serat nanas, namun sudah tidak lagi sebab proses pembuatannya tidak cocok dengan harganya,” ungkap pria berusia kepala empat itu.

Dari berbagai jenis karyanya, gelang yang terbuat dari tali korea dan benang jahit paling diminati. Di tangan Soelist, tali korea dan benang jahit ini bisa menjadi belasan motif. Dari semua motif, yang paling dicari adalah tridatu.

Dalam satu hari, Soelist bisa membuat 5-10 gelang. Selain motif, bahan baku juga mempengaruhi harga. Gelang buatannya ini dijual mulai Rp 5 ribu hingga Rp 40 ribu.

"Pembeli juga bisa melakukan custom pada gelang yang dipesan,” ungkap Soelist.

Gelang buatannya ini dapat digunakan untuk laki-laki dan perempuan. Selain menjualnya secara online dan membuka lapak di rumah, dia juga kerap membuka lapak di Car Free Day (CFD) serta pemeran.

“Pembelinya kebanyakan dari anak-anak Kampung Inggris, biasanya buat oleh-oleh,” pungkasnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah