JP Radar Kediri- Desa Jarak memiliki tanah yang subur. Berbagai jenis tanaman tumbuh dengan baik di sana.
Bahkan salah satu warga setempat berhasil mengembangkan benih biji bawang merah. Pengembangan benih biji bawang merah tersebut berhasil dilakukan oleh Rinto.
“Awalnya hanya mencoba mengembangkan tanaman cabai tapi tidak berhasil. Kemudian langsung mencoba bawang merah,” terang Rinto tentang usahanya dalam percobaan pengembangan biji tanaman hidroponik.
Rinto tidak menyangka bakal berhasil ketika mencobanya di tanaman bawang merah. “Bawang merah ini saya mencoba mengembangkan dari biji dengan menggunakan media tanam pot tray,” imbuhnya.
Dia menggunakan metode tersebut sebab tingkat kematian lebih rendah. Media tanamnya menggunakan tanah ayak.
Selain itu juga menggunakan cocopeat dari sabut kepala yang dihancurkan, pupuk kompos, dan kapur. “Fungsi kapur ini untuk menjaga PH atau tingkat keasaman pada tanah,” ungkap Rinto.
Semua bahan yang disebutkan tersebut kemudian dicampur menjadi satu dan dimasukan pada pot tray. Di dalam pot tray tersebut sudah dimasukan biji bawang merah.
Biji bawang merah yang ditanam tersebut didapatkan dari sebuah perusahaan di bidang pertanian. Kemudian dia melakukan uji coba dan berhasil berkembang hingga sekarang.
“Dibandingkan dengan umbi yang harganya sering mengalami fluktuasi, untuk biji ini harganya lebih stabil,” terangnya.
Menurunya, budidaya bawang merah dari biji jauh lebih menguntungkan. Dengan biaya yang tidak mahal, hasil panennya lebih banyak.
Bahkan setiap satu hektarnya bisa panen mencapai 21 ton bawang merah basah. Sedangkan jika kondisi kering sekitar 14 -15 ton.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita