Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Usaha Pembuatan Sepatu Asal Desa Dayu Purwoasri Kediri Ini Laku Keras Diburu Pembeli

Habibaham Anisa Muktiara • Kamis, 20 Maret 2025 | 03:03 WIB
Usaha pembuatan sepatu milik Nuruddin asli Desa Dayu, Purwoasri, Kediri.
Usaha pembuatan sepatu milik Nuruddin asli Desa Dayu, Purwoasri, Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Ragam pelaku UMKM di Desa Dayu cukup beragam. Tidak hanya makanan saja. Namun juga kerajinan sepatu. Seperti yang dilakukan oleh Nuruddin.

Sebenarnya Nuruddin bukanlah seseorang yang memiliki latar belakang perajin. Dia juga bukan seorang yang lama bergelut di bidang wirausaha.

Sebab sebelum menggeluti bisnis sepatu tersebut, dia justry bekerja di dunia perbankan. Sangat jauh dari dunianya sekarang.

Namun, karena pekerjaannya itu dia mendapatkan ide untuk menjadi perajin sepatu. Sering bertemu dengan banyak klien, wawasannya semakin luas.

Suatu ketika dia menyadari jika bisnis sepatu sangatlah menjanjikan. “Bisa dikatakan saya buka usaha sepatu ini modal nekat,” cerita Nurrudin.

Sebelum membuka usahanya, dia banyak belajar dari beberapa mentor. Setelah itu barulah membuka usaha pembuatan sepatunya sendiri.

Usaha sepatu ini ia dimulai sekitar tahun 2014 silam. Tentunya saat awal memulai bisnis tersebut tidak semudah yang dibayangkannya.

Tahun-tahun awal harus dilaluinya dengan bersabar. Hingga akhirnya pasar pun mulai melirik karyanya. “Berselang dua tahun mulai banyak peminatnya itu,” ucapnya.

Selain dibantu sang istri, Nuruddin juga memiliki beberapa pekerja di bengkel kecilnya. Ada sekitar tujuh orang yang bekerja di tempatnya.

Mereka memiliki spesialisasinya sendiri-sendiri. Nuruddin adalah otak dibalik desain-desain cantik sepatu tersebut.

Khusus untuk model sepatu, hanya dia seorang yang berwenang. Selain hal itu, dia bisa mempercayakan kepada pekerjanya.

Dalam sehari, di bengkelnya bisa menghasilkan sekitar 80 pasang sepatu. Sejatinya, konsep berjualan secara grosir atau retail adalah yang dipilihnya.

Namun, dia tetap melayani pembelian secara eceran. Untuk sepatu anak-anak, dibanderol mulai Rp 45 ribu – Rp 60 ribu. Sedangkan sepatu perempuan mulai Rp 50 ribu – Rp 85 ribu.

 

Ini Sosok Kepala Desa Dayu Sarjono yang Hobi Bertani

Sarjono tidak mengingkari bahwa dirinya adalah seorang petani. Terlahir dari keluarga petani, membuatnya sudah mengenal dunia tersebut sejak kecil.

Sejak dini dia sudah diajarkan dan diajak oleh sang ayah ke sawah. Pengalaman dan kebiasaan tersebut tampaknya terus melekat di otaknya.

Hingga menjadi kades, dunia pertanian tetap bisa ditinggalkannya. “Pagi hari sebelum berangkat ke kantor, saya pasti ke sawah dulu,” ujar pria yang memiliki tiga orang putra tersebut.

Entah itu untuk mengecek keadaan sawahnya atau ada yang dikerjakan dia tetap pergi ke sawah.

Bahkan, ketika tidak ada kegiatan pun dia tetap ke sana. Hanya untuk melihat hamparan sawah yang hijau.

Menurutnya, dengan melihat yang ijo-ijo tersebut pikirannya menjadi lebih tenang. Oleh karena itu, baginya sawah juga menjadi sebuah terapi dan penghilang penat.

Banyak kedekatan personal antara dirinya dengan pertanian. Selain menjadi sarana relaksasi, dia mengaku juga banyak mendapatkan inspirasi ketika di sawah.

Banyak ide program maupun proyek desa yang didapatkan dari hasil merenung di areal persawahan.

“Saya juga memanfaatkannya untuk ngobrol dengan para petani. Jadi lebih dekat juga dengan warga,” aku pria yang baru menjabat kades satu periode itu.

Tak hanya di sawah, kegemarannya bercocok-tanam juga dilakukan di rumah. Terlihat dari halaman depan rumahnya yang dipenuhi dengan berbagai tanaman.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Andhika Attar Anindita
#purwoasri #kediri #desa #dayu #laku keras #sepatu