KEDIRI, JP Radar Kediri - Pemerintah Desa Gadungan berusaha memberikan fasilitas terbaik bagi warganya. Mereka membangun gedung serbaguna untuk aktivitas seni hingga olahraga.
Keberadaan gedung serbaguna cukup vital di Desa Gadungan. Pasalnya, fasilitas tersebut dapat digunakan untuk beragam keperluan.
Tak hanya untuk mendakan pertemuan saja. “Di sini juga ada ruang untuk kesenian,” ujar Kepala Desa Gadungan Khairul Basir.
Basir menjelaskan bahwa gedung dibangun untuk kebutuhan warga. Menurutnya, dulu kapasitas gedung tersebut kurang memadai.
Karena itu, pemdes berencana merehab bangunan agar lebih luas dan besar. “Agar kegiatan warga bisa langsung dilakukan di sana,” ucapnya.
Pembangunan gedung serbaguna itu juga untuk sarana pembelajaran bagi pemuda dan anak-anak desa.
Khususnya di bidang kesenian dan kebudayaan. Sebab Desa Gadungan masih kental dengan budaya Jawa.
Seperti wayang, gamelan, musik campursari, hingga keroncong. Pria berusia 48 tahun itu mengatakan, pemdes mendapat bantuan satu set peralatan gamelan.
“Karena memang warga yang sepuh-sepuh di sini bisa bermain gamelan untuk mengiringi wayang,” kata kepala desa yang sudah menjabat tiga periode tersebut.
Pemerintah Desa Gadungan membangun gedung kesenian di sebelah gedung serbaguna. Di sana untuk menyimpan peralatan sekaligus sarana belajar gamelan para pemuda desa. Hingga saat ini, anak-anak setempat antusias bermain gamelan maupun wayang.
“Malah banyak yang datang ke rumah dalang asal Gadungan, Pak Fredy yang juga Kepala Dusun Bulurejo. Di sana belajar mendalang,” terang Basir.
Gedung serbaguna utama direncanakan selesai tahun ini. Dengan luas 11 x 25 meter. Diharapkan warga tidak perlu jauh-jauh bermain atau sekadar bermalam Minggu ke luar desa.
Sebab gedung tersebut juga berfungsi untuk sarana olahraga. Seperti bulu tangkis atau tenis meja.
Ini Sosok Kepala Desa Gadungan Khairul Basir yang Hobi Motocross
Di tengah kesibukannya melayani masyarakat desanya, Khairul Basir memiliki kegemaran yang unik. Yakni mengendarai motocross.
“Dari kecil sudah suka motocross. Bahkan kakak, dan adik saya juga bermain motocross,” ujarnya.
Semenjak muda hingga sekarang pun dia masih menggemari olahraga ekstrem tersebut. Bahkan, hingga saat ini ia masih aktif dalam klub trail Desa Gadungan yang diberi nama Dewo MX.
Basir menjelaskan bahwa klub trail tersebut sudah memiliki anggota sebanyak 15 orang. Kelompok trail tersebut juga kerap mengikuti perlombaan motocross.
Selain ikut perlombaan, dia saat ini sering mengisi waktu luangnya dengan berkendara trabas.
Pria berumur 48 tahun ini menjelaskan bahwa sudah sejak SMA mendalami hobinya itu. Bahkan, adiknya memiliki banyak prestasi dalam kejuaraan motocross.
“Mulai dari Jawa Timur hingga Jawa Tengah, saya dulu ikut adik saya saat dia lomba,” ungkapnya.
Bapak dua anak ini menjelaskan bahwa dia juga pernah beberapa kali ikut perlombaan motocross. Namun tidak beruntung dan menjadi juara.
Meski begitu dia tidak patah semangat. Karena menurutnya bermain motorcross adalah salah satu cara untuk refreshing.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita