Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Cerita Gus Elham soal Majelis Taklimnya ketika di Bulan Ramadan

Emilia Susanti • Jumat, 7 Maret 2025 | 17:04 WIB
Gus Elham saat berceramah di depan jemaahnya di kompleks Ponpes Al Ikhlas, Desa Kaliboto, Tarokan.
Gus Elham saat berceramah di depan jemaahnya di kompleks Ponpes Al Ikhlas, Desa Kaliboto, Tarokan.

JP Radar Kediri - Selepas dari nyantri di  Pondok Pesantren Lirboyo Gus Elham memutuskan pulang ke Nduwu.

Tak lama kemudian, kiai muda itu membangun pondok pesantren secara perlahan. Ponpes itu adalah Pondok Pesantren Al Ikhlas 2.

Lokasinya tak jauh dari rumah dan makam Kiai Mudhofir Ilyas.

“Pondok Al Ikhlas 2 adalah cabang dari Pondok Al Ikhlas 1,” jelasnya, menyebut ponpes yang diasuh oleh ayahnya, KH Luqman Arifin Dhofir.

Sang kiai muda ini mengakui program-program di Pondok Al Ikhlas 2 masih belum sempurna. Terutama untuk Ramadan ini.

Karena usianya juga baru lima bulan. Alias pertama kali berjumpa dengan Bulan Suci Ramadan.

“Masih perdana ini,” tekannya.

Meski begitu, ada keputusan yang dibuat khusus oleh Gus Elham. Selama Ramadan dia akan fokus mengurus santri. Dia tidak akan menerima undangan pengajian di luar pondok.

Sedangkan pengajian rutin MT Ibadallah tetap berjalan. Meskipun jadwalnya geser ke Sabu malam Minggu.

“Saya mikir di luar Ramadan saya sudah habis waktu saya untuk ngaji di luar. Perhatian saya kepada anak-anak santri itu kurang. Akhirnya ini saya balas, satu bulan full saya mengaji dengan anak-anak santri,” terangnya.

Menariknya, sudah ada puluhan santri yang mondok di Pondok Al Ikhlas 2. Kurang lebih 30 orang yang bermukim.

Berasal dari berbagai kota di Jawa dan luar Jawa. Mulai Magetan, Purwodadi, Kebumen, Cilacap, hingga Lampung dan Bengkulu.

Soal program belajar, Pondok Al Ikhlas 2 berjalan seperti di Pondok Al Ikhlas 1.

Mulai dari ekstrakurikuler, kurikulum, hingga jenjang pendidikan akan mengikuti apa yang diterapkan di pondok induk.

“Masih mbabat sini. Dan ke depannya tetap mempunyai program SDI, SMP, SMK. Bahkan keinginannya sampek universitas. (Itu) keinginan kami. Tetapi untuk sementara ini programnya tetap ikut Pondok Al Ikhlas 1. Belum ada setahun lho, kan belum sempurna,” tegasnya.

Demi tercapai keingingan tersebut, Gus Elham selalu memantau progres pembangunan pondok.

Perkembangan santri-santrinya juga tak luput dari perhatiannya. Dan dua hal itulah yang menjadi kesibukannya selain pengajian rutin MT Ibadallah.

Sebagai informasi tambahan, tidak hanya santri dari Gus Elham yang datang dari berbagai kota.

Melainkan pengajian Gus Elham yang juga sudah berlangsung di berbagai kota. Bahkan sampai ke luar negeri.

“Di Indonesia paling jauh di Kalimantan. Kalau di luar negeri di Taiwan,” sebutnya menjadi jadwal berikutnya adalah di Lampung dan Hongkong.

Terakhir, Gus Elham mengaku segala aktivitasnya baik saat di luar kota ataupun di pondok tak pernah menjadi beban untuknya.

Bahkan dirinya terkesan menikmati kesibukannya. Sehingga tak ada kata stress dalam kamusnya.

“Semua orang tergantung pikiran. Orang rusak itu bukan karena keadaan, bukan karena hari-hari yang dia jalani berat atau ringan, orang stress itu rusak karena pikirannya sendiri. Alhamdulillah sejak saya ada pengajian nggak pernah stress,” tandasnya. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.  

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #pengajian #pondok pesantren #majelis taklim #Mohammad Elham Yahya Luqman #bulan ramadhan #syiar agama Islam #jawa pos #Gus Elham