KEDIRI, JP Radar Kediri - Desa Kanyoran, Kecamatan Semen tidak hanya terkenal dengan produksi durian.
Di sana juga terdapat bunga Rosella. Tanaman itu dengan mudah ditemui di sepanjang jalan desa.
Kebanyakan tanaman ini tumbuh di pekarangan milik warga. Bahkan, di tepi jalan juga banyak ditemui bunga tersebut.
Rosella yang sudah dipetik ini juga terlihat dijemur di pekarangan milik warga. “Di sini setidaknya ada sekitar 30 persen menanam bunga rosella.
Karena memang prospeknya bagus,” terang Sekretaris Desa Kanyoran, Kecamatan Semen Kusasih.
Sebagian besar yang menanam berada di Dusun Jurang Joho dan Dusun Kanyoran. Di sana memang terlihat pasang surut budidaya rosella ini.
“Namun karena mulai tahun 2016 lalu harga rosella terus naik lagi, warga kami kini bersemangat untuk menanamnya,” ucapnya.
Produktivitas bunga rosella ini terus meningkat. Pesanannya lebih banyak dari Surabaya dan Jawa Tengah. Diprediksi pertahunnya warga bisa menjual bunga rosella kering 5-6 ton.
Dari penjualan ini otomatis perekonomian warga jadi terbantu. Penghasilannya juga bertambah.
“Rata-rata rosella ini sebagai sambilan warga kami, karena yang utama tetap bertani padi dan jagung,” ungkap Kusasih.
Budidaya bunga rosella ini juga mampu memberdayakan perempuan di desa. Ibu-ibu desa aktif terlibat dalam setiap tahapannya. Mulai dari menamam hingga panen.
Sehingga kaum hawa bisa membantu perekonomian keluarga. “Cukup menguntungkan. Terlebih khasiat rosella yang baik untuk tubuh hingga manjur untuk darah tinggi ini cukup diminati,” tegas Kusasih.
Manfaatkan Lahan Tidak Produktif dengan Tanam Alpukat
Selain bunga rosella, tanaman yang menjadi khas Desa Kanyoran adalah buah Alpukat. Walaupun saat ini beberapa sudah dipanen. Sehingga masih sulit ditemui buahnya di desa ini.
Namun, ada sekitar 40 persen warga menanam buah Alpukat di pekarangan hingga ladang. Terlebih banyak warga yang ada di Dusun Kletak.
Sekretaris Desa Kanyoran, Kecamatan Semen Kusasih menerangkan aktivitas ini sudah berjalan sejak 2010. Warga desa telah berbondong-bondong menanam buah Alpukat.
Terlebih ketika pohon sudah berusia enam tahun. Desa yang tanahnya subur hingga suhunya cocok untuk buah Alpukat ini mendapatkan bantuan bibit dari Pemerintah Kabupaten Kediri. “Kita pernah mendapat bantuan sekitar seribu batang bibit Alpukat,” ujar Kusasih.
Adapun yang terkenal di desa ini adalah buah Alpukat mentega. Selain rasanya lebih legit, dagingnya juga lebih tebal.
Sehingga memiliki banyak penggemar. Dari situlah, warga Desa Kanyoran setiap panen tidak perlu susah menjual hasil buminya itu.
Karena para tengkulak selalu datang sendiri ke warga. “Setelah itu Alpukat kami dijual lagi di Pasar Ngronggo,” ucapnya.
Tidak hanya itu. Menanam buah Alpukat cukup bermanfaat dan menguntungkan bagi warga Kanyoran.
Mayoritas pohon-pohon Alpukat tersebut ditanam di tanah-tanah yang termasuk medannya sulit. Alias tidak produktif.
Hal ini dikarenakan Kanyoran yang berada di dataran tinggi Wilis. Membuat banyak wilayah berupa jurang-jurang yang sulit untuk ditanami padi maupun jagung. “Alpukat ini bisa hidup di segala medan,” pungkas Kusasih.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita