JP Kabupaten Radar Kediri - Ruangan seluas 3x4 meter itu sejatinya adalah ruang OSIS. Namun, saat itu dipenuhi beberapa peralatan syuting.
Ada kamera, tripot, stand microphone, headset, mixer, dan benda-benda lain. Ada pula tembok bertuliskan SMAN 1 Mojo. Lengkap dengan logo di bagian atas.
Ya, ruangan ini adalah tempat menggelar podcast. Tembok bertuliskan nama sekolah itu yang biasa jadi latar ketika syuting.
Seperti saat itu, ada taping podcast yang menghadirkan narasumber Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Jatim wilayah Kediri Adi Prayitno.
“Baru dibangun dan jadi Januari lalu,” terang Kepala SMAN 1 Mojo Arif Syah Putra, menjelaskan tentang fasilitas studio podcast milik lembaganya itu.
Berdirinya ruangan studio podcast ini merupakan salah satu bentuk Arif mengembangkan SMAN 1 Mojo.
Selain untuk memenuhi fasilitas sekolah, juga sebagai sarana meningkatkan skill siswa-siswanya.
“Khususnya untuk memantik anak-anak agar berani menyuarakan idenya,” ucap laki-laki kelahiran 1982 itu.
Dia mengatakan, ruang podcast ini juga sebagai wadah kreativitas siswa. Dia melihat minat yang tinggi para siswanya di dunia digital.
Contohnya, di SMAN 1 Mojo ini ada ekstrakurikuler jurnalistik. Di ekskul ini salah satunya adalah belajar menjadi penyiar.
Agar pandai berbincang di depan umum. Salah satunya dengan memanfaatkan sound sentral sekolah saat jam istirahat.
“Dari situlah dibuat ruang podcast ini untuk wadah bakat anak-anak. Selain itu juga bisa sebagai sarana promosi juga,” akunya.
Baca Juga: Mutasi Kepala SMAN/SMKN, Kacabdindik Wilayah Kediri Pesan kepada Kepala Sekolah untuk Beradaptasi
Untuk diketahui, sekitar 30 persen siswa di SMAN 1 Mojo ini merupakan santri di ponpes-ponpes yang ada di Kecamatan Mojo.
Karena itu banyak siswa yang sering belajar bahkan menguasai kitab kuning.
Menurutnya, podcast ini nantinya juga sebagai wadah kreasi anak pondok.
Dia merencanakan, pada Ramadan ini dilakukan kajian kitab kuning melalui podcast yang dipublikasikan di Youtube SMA Negeri 1 Mojo Official.
“Jadi selain belajar dengan menyerap dari apa yang disampaikan pondok, juga agar mereka belajar dengan menyampaikannya,” jelas laki-laki kelahiran Jombang itu.
“Mungkin, sekarang tidak dicari (kontennya). Namun bisa jadi ke depan bisa bermanfaat bagi yang lainnya juga,” imbuh laki-laki yang saat ini berdomisili di Desa Semen, Kecamatan Pagu itu.
Posisinya sebagai Kepala SMAN 1 Mojo itu tidak didapatkan secara instan. Namun ada perjalanan panjang yang dia lalui.
Penempatan pertamanya di SMAN 1 Kota Kediri pada 2002 lalu. Sebagai guru mata pelajaran (mapel) fisika.
Pada 2011, setelah mengikuti seleksi, dia berhasil meraih beasiswa S2 di Unesa dari Dinas Pendidikan Provinsi Jatim.
Dalam studinya itu, satu semesternya untuk menempuh pendidikan di Thailand.
“Tentunya harus bersaing dengan banyak guru se Jawa Timur,” akunya.
Setelah lulus dan kembali lagi di SMAN 1 Kota Kediri, pada 2015 dia mendapatkan amanah untuk menjadi Waka Kurikulum.
Saat itu dia juga membuat program-program untuk memajukan sekolah. Juga bisa mendidik para siswa. Salah satunya melalui sistem SKS, atau sistem kredit semester.
Baca Juga: Dari Zero, Guru Asal Kediri Ini Sukses Jadi Pelatih E-Sport Indonesia
Dengan memetakan siswa berdasarkan diagnostik bakat dan capaian belajar.
“Bukan mengelompokkan anak, melainkan untuk menerapkan pembelajaran yang berkeadilan. Dengan memberikan layanan sesuai karakteristik anak,” akunya.
Berikutnya pada Oktober 2023 lalu, Arif pun menjadi kepala SMAN 1 Mojo. Saat mengabdi di sini, berbagai program telah dilakukannya.
Salah satunya seperti meningkatkan infrastruktur, seperti pembangunan masjid yang sedianya hanya sekedar musala.
Berikutnya juga pembangunan ruang-ruang lain, seperti ruang podcast yang juga sebagai penunjang kreativitas siswa.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah