Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pemdes Blawe, Purwoasri, Kediri Dirikan Taman Posyandu, Ini Alasannya

Habibaham Anisa Muktiara • Rabu, 26 Februari 2025 | 02:44 WIB
Pemdes Blawe mendirikan taman posyandu sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan.
Pemdes Blawe mendirikan taman posyandu sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Pemdes Blawe memiliki kepedulian di bidang pendidikan. Salah satunya INidibuktikan dengan mendorong kemajuan taman posyandu (tapos). Demi generasi penerus bangsa.

Pemdes Blawe membangun sebuah ruangan untuk taman posyandu. Ini dilakukan untuk mendukung pendidikan anak usia dini. “Ruangannya berada di lantai dua balai desa,” terang Kepala Desa Blawe Kusnul Hidayati.

Kusnul mengatakan bahwa pembangunan ruang tersebut sudah direncanakan lama. Tepatnya pada tahun 2019. Sebelum dibangun ruangan tersebut, kegiatan tapos berlangsung di ruang pelayanan.

Pembangunan sempat terhambat karena pandemi. “Karena pada saat itu ada musibah korona, jadi ya dana desa untuk bantuan Covid-19 terlebih dahulu,” imbuh Kusnul.

Pandemi Covid-19 tidak hanya menghentikan pembangunan. Namun juga meliburkan kegiatan tapos yang diadakan setiap satu minggu sekali. Setelah pandemi, pembangunan kemudian dilanjutkan. Kini ruangan tersebut sudah jadi.

Ruangan tapos itu dapat menampung sebanyak 25 anak. Tak hanya ruangan tapos saja. Pemdes juga merealisasikan pembangunan ruangan PKK. “Kalau sudah jadi ya langsung digunakan, biar kegiatan pertemuan juga berjalan,” ujarnya.

Selain tapos dan PKK, Kusnul memiliki rencana membangun jalan perbatasan. “Perencanaan membangun jalan di perbatasan sebelah utara Blawe sudah ada. Tapi kami tunggu waktu saja,” tandas Kusnul.

Kepala Desa Blawe Miliki Segudang Prestasi sebagai Seorang Qoriah

Kusnul Hidayati memiliki pengalaman menarik sebagai Qoriah semasa kecilnya. Pengalaman tersebut diakuinya sebagai salah satu kenangan indah semasa bersekolah.

Pasalnya, banyak lomba yang diikutinya dan mendapatkan juara. Entah itu, juara pertama, kedua maupun ketiga.

Meskipun begitu, bukanlah medali juara yang dijadikannya sebagai motivasi utama. “Juara hanyalah bonus,” ujar perempuan perempuan yang kerap dipanggil Kusnul tersebut.

Kusnul mengatakan bahwa keinginannya mengikuti lomba karena suara hati dan dorongan orang tuanya. Setiap kali dia melantunkan ayat-ayat suci Quran hatinya menjadi tenang dan merasa damai.

Selain itu, alasan lainnya karena sang Ayah merupakan tokoh agama di desa. Sehingga mempunyai peran besar dalam membentuk karakter dan mentalnya. Dengan dorongan dan bimbingannya, Kusnul semakin mencintai hari-harinya menjadi Qoriah.

Meskipun kini sudah tidak aktif lagi sebagai Qoriah, Kusnul tetap mengaji setiap harinya. Baginya kebiasaan tersebut tidak dapat dihilangkan. “Kalau dibutuhkan (menjadi Qoriah) sewaktu-waktu Insya Allah siap,” ujar ibu tiga anak itu.

Hari-hari Kusnul sekarang disibukkan dengan urusan dan acara desa. Namun bukan berarti dia melupakan kodratnya sebagai ibu dan istri. Setiap hari, dia tetap menyiapkan kebutuhan sehari-hari untuk keluarganya.

Terutama dalam hal memasak. Baginya, memasak adalah sebuah hal yang wajib dikuasai perempuan. Setiap hari dia pasti memasak makanan untuk suami dan ketiga anaknya. “Sayur bening dengan sambal ikan asin adalah menu andalan di rumah,” pungkasnya.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Andhika Attar Anindita
#purwoasri #kediri #blawe #taman posyandu