JP RADAR KEDIRI- Menjadi wali kota, memimpin sekitar 300 ribu warga Kota Kediri, tak pernah tebersit di benak Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati. Jika Vinanda kecil ingin menjadi dokter, Vinanda remaja ingin menjadi notaris. Jauh dari dunia politik yang kini ditekuninya.
“Memang tidak pernah terpikir sama sekali untuk menjadi wali kota,” ungkap Vinanda Prameswati tentang jabatan yang kini diembannya itu sambil tersenyum.
Seperti anak kecil kebanyakan, saat duduk di bangku SD, dia ingin menjadi dokter. Beranjak remaja atau saat duduk di bangku SMA, dia jadi lebih realistis. Lahir di keluarga polisi, dia tertarik pada bidang hukum.
Karena itu pula, dia mengambil jurusan hukum di Universitas Brawijaya.
“Saat SMA saya bercita-cita menjadi notaris,” kenang Vinanda. Selepas mengantongi gelar sarjana hukum, Vinanda pun mendalami kenotariatan dengan mengambil S2 Magister Kenotariatan di Universitas Airlangga Surabaya.
Menjadi notaris merupakan hal yang ideal bagi perempuan yang gemar bermain badminton ini. Menjadi notaris dia tidak hanya bisa berkarir. Namun juga bisa membuka lapangan pekerjaan.
“Ayah memberi nasihat agar menekuni pekerjaan tapi setelah menikah juga tetap bisa mendidik anak-anak dan membantu suami. Jadi memang notaris itu sudah pas,” lanjutnya.
Namun, aktivitas Vinanda sebagai Ketua Harian Relawan Suket Teki Nusantara membuka cara pandangnya dalam hidup.
Sering turun ke masyarakat dan melihat ada banyak hal yang belum berjalan dengan semestinya, membuat hatinya terketuk.
Terutama saat melihat ada banyak masyarakat yang masih belum sejahtera. Pun mereka yang masih kesulitan untuk sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dari sana dia mengiyakan tawaran untuk bisa maju dalam Pilkada Kota Kediri 2024 lalu.
“Saya menganggap ini sebuah amanah dan tanggung jawab besar. Ke depan harus bekerja keras,” tutur Vinanda tentang jabatan wali kota yang diembannya mulai hari ini.
Perempuan yang gemar membaca ini menyadari, dengan menjadi wali kota, ada banyak harapan masyarakat terhadap dirinya. Terutama harapan untuk membawa perubahan positif bagi Kota Kediri.
“Saya harus kerja lebih keras. Dan, tentu saja butuh dukungan serta doa restu berbagai pihak,” jelasnya mengajak organisasi perangkat daerah (OPD) dan seluruh warga Kota Kediri bekerja sama membangun daerah.
Terpisah, Edy Herwianto, ayah Vinanda, berharap putrinya bisa jadi pemimpin yang amanah. Perwira berpangkat ajun komisaris besar polisi (AKBP) itu meminta wali kota muda itu untuk mewujudkan mimpi dan harapan warga Kota Kediri.
“Menjadi wali kota itu bukan tujuan, tapi sarana untuk mengabdi dan melayani masyarakat,” ungkap pria yang menjabat Kasubdit II Tipikor Ditkrimsus Polda Jatim itu.
Sebagai ayah, Edy meminta agar Vinanda bisa jadi pemimpin yang mengayomi masyarakat. Peduli dengan masyarakat kecil. Dan, hadir dalam setiap kesulitan masyarakat.
“Jadi wali kota itu tidak mudah. Butuh dukungan dan komitmen bersama untuk perubahan ke arah yang lebih baik,” terang Edy meminta Vinanda merangkul berbagai elemen masyarakat untuk memajukan Kota Kediri.
Sebagai bagian dari Generasi Z, Edy menyadari jika putrinya menghadapi tantangan besar untuk mewujudkan good governance.
“Melaksanakan pemerintahan yang clean and clear. Harapannya OPD atau dinas memberi coretan (contoh, Red) yang bagus agar sesuai dengan yang dicita-citakan. Mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” tandas bapak empat anak itu.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah