Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Dari Zero, Guru Asal Kediri Ini Sukses Jadi Pelatih E-Sport Indonesia

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Jumat, 31 Januari 2025 | 16:18 WIB
INSPIRATIF: Mohamad Indra Kurniawan memiliki perhatian lebih pada dunia pendidikan sekaligus e-sport.
INSPIRATIF: Mohamad Indra Kurniawan memiliki perhatian lebih pada dunia pendidikan sekaligus e-sport.

JP Radar Kediri - “Main game boleh tapi jadio guru, agar jadi orang bermanfaat. kalau mati ilmunya biar barokah.”

Kalimat yang diucapkan sang nenek itu seakan masih terngiang di pendengaran Mohamad Indra Kurniawan.

Matanya berkaca-kaca bila mengingat petuah sang nenek tersebut. Permintaan yang akhirnya bisa dia penuhi. Meskipun harus dengan perjuangan berat.

Ya, saat ini pria ini adalah guru di SMAN 1 Pare. Mengajar mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan (PKn).

Hebatnya, di sela-sela kesibukannya mengajar di salah satu sekolah favorit di Kabupaten Kediri itu, Indra-demikian dia biasa disapa-tetap bisa menyalurkan hobinya nge-game.

Karena dia juga seorang pelatih di E-sport Indonesia (ESI) Kabupaten Kediri.

“Menjadi pelatih e-sport karena hobi saya sejak kecil ya nge-game,” ucap pelatih game Mobile Legend (ML) ini.

Karena itu, ketika akhirnya cerita hidup membawanya menjadi pelatih e-sport, bukan sesuatu yang mengherankan.

Sementara, nasib yang menjadikannya seorang guru justru sedikit mengejutkan bagia dia.

Mengapa? “Karena saya dulu bandel,” akunya.

Ya, ketika kecil Indra adalah bocah yang senang bolos sekolah.

Meninggalkan ruang belajar hanya untuk pergi ke warung internet (warnet). Menghabiskan waktu dengan bermain game.

“Dulu memang suram. Lahir dari keluarga broken home. Ibu juga kerja di luar negeri. Tentu butuh kasih sayang. Jadi pelampiasannya dengan cara seperti itu,” terang laki-laki kelahiran 1997 itu.

Dari situ kemahirannya bermain game terus meningkat. Sayangnya, karena sering bolos sekolah, otomatis nilai pelajarannya buruk. Kerap dapat ranking paling bawah.

“Sering dimarahi guru. Gara-gara sering bolos nilai jelek. Ranking juga selalu paling bawah. Untungnya masih lulus,” ucap Indra setengah bersyukur. Setelahnya, gelak tawanya berderai.

Motivasi belajarnya mulai muncul saat masuk ke MAN 4 Kediri. Indra tersadar bahwa hidupnya harus punya makna.

Menjadi pribadi yang lebih baik. Tidak menyusahkan orang tua.

“Hati ini berkata, ingin membahagiakan orang tua,” terang anak dari wanita bernama Hanik Masitoh ini.

Dari titik itulah jalan hidupnya berbelok arah. Menjadi tekun belajar dan rajin menjalani keseharian sebagai siswa.

Hasilnya, dari anak yang dicap nakal dia kemudian sering mendapat ranking bagus.

Tapi, kegemarannya nge-game tetap tak bisa dia hilangkan. Bedanya, ketika itu dia sudah bisa membagi waktu dengan baik.

Perkembangan yang baik itu  memunculkan tekad lain. Ingin melanjutkan studi ke kampus ternama.

Yang dia coba adalah jalur seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN).

“Sebenarnya ingin kuliah di ibukota. Akhirnya memilih di Surabaya, di Universitas Negeri Surabaya. Ambil jurusan PKn,” terang peraih beasiswa selama menempuh studi S-1 ini.

Lulus pada 2020, Indra tak terlalu berhasrat menjadi guru. Sebaliknya, dia ingin jadi pro-player game.

Apalagi saat itu booming kerja sama dengan developer game atau sejenisnya.

Saat itulah petua sang nenek, Siti Na’imah, datang.

Menasihatinya, walaupun main game tapi harus tetap menjadi orang bermanfaat bagi sesama. Yaitu menjadi guru.

Ibundanya juga memiliki pandangan yang sama. Indra didukung menjadi seorang guru.

“Dari situ saya jadi bernazar untuk menjadi guru di Kediri. Dan ketika ada satu tawaran atau peluang, saya langsung daftar,” terang anak kedua dari tiga bersaudara ini.

Pada 2021, dia mulai mengajar di SMA Ar-Risalah Lirboyo. Tahun-tahun berikutnya dia juga mengajar di beberapa sekolah lain.

Seperti di SMAN 2 Kediri dan berikutnya diangkat menjadi PPPK di SMAN 1 Pare pada 2024.

Walaupun menjadi guru, dia tidak serta merta meninggalkan hobinya. Dia juga menyalurkan dengan menjadi pelatih ML di ESI Kabupaten Kediri.

Dedikasinya itu membawa banyak atlet e-sport meraih berbagai capaian. Seperti juara 1 School Contest Radar Kediri 2023 dan 2024, Juara 2 Porprov Eksibhisi MLBB Putri Jatim 2023.

Berikutnya ada pula juara 1 cover lagu MLBB All Star 2024, juara 1 Liga Mahasiswa Nasional Women 2024, juara 1 Kapolres Kediri Cup 2024 dan turnamen-turnamen lainnya.

Di bidang akademis, dia juga berhasil membawa peserta didiknya meraih berbagai penghargaan.

Seperti juara 2 olimpiade PPKN 11 2022, juara 3 cipta puisi nasional 2022, dan juara 3 fotografi nilai-nilai Pancasila 2022.

“Yang lain-lain masih banyak, sampai lupa juga,” akunya.

Hobinya itu juga dia salurkan dalam metode pembelajaran. Dia menyelipkan permainan ke dalam kegiatan belajarnya.

“Pembelajarannya itu ada sesi yang memang dibuat seperti permainann. Jadi modelnya kaya bermain. Tapi disitu juga belajar. Seperti dibuat kayak ular tangga. Pakai dadu terus diacak. Di setiap petaknya ada pertanyaan. Kalau salah jawab nanti poinnya hilang,” terangnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel

 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #Hobi Game Online #Dari Zero ke Hero #mulai dari hobi #Pelatih E SPORT #guru inspiratif #jawa pos #guru