JP Radar Kediri - Dojo-tempat latihan bela diri karate-di Dusun Budimulyo, Desa Branggahan, Kecamatan Ngadiluwih itu lengang. Aura Sinta Putri Arismanda, sang pemilik dojo, berkeliling.
Menunjukkan berbagai medali dan penghargaan yang dia peroleh. Sambil bercerita tentang kisah di balik pembangunan dojo tersebut.
“Dojo ini dibangun dari uang bonus dan hadiah karena mendapatkan medali emas di Porprov 2023 lalu,” cerita cewek 16 tahun ini.
Ya, Aura-demikian dia biasa dipanggil-adalah atlet karate yang pernah tampil membela Kabupaten Kediri di Pekan Olahraga Provinsi Jatim itu.
Sekaligus menyumbangkan medali emas. Bonus dari pencapaian itulah yang dia jadikan untuk membangun dojo. Yang sebelumnya adalah gudang milik orang tuanya.
Di tempat itulah Aura menambah porsi latihannya. Setiap Sabtu dan Minggu. Setelah mulai Senin hingga Jumat berlatih keras di sekolah.
Perjalanan siswa SMAN 2 Kandat ini merengkuh prestasi panjang tersebut bermula dari sang kakak, yang juga atlet karate.
Melihat Ivona, sang kakak, itulah membuatnya ingin menekuni bela diri asal Jepang tersebut.
Karena terjun ketika usianya masih sangat muda, Aura punya banyak kesempatan mengikuti berbagai pertandingan. Tak hanya di level regional maupun nasional, bahkan internasional.
“Saya tak hafal berapa kali ikut kejuaraan,” ucapnya.
Rentang 2023 dan 2024, sudah ada 13 kejuaraan yang dia ikuti. Dua di antaranya di luar negeri, Thailand dan Filipina.
“Karena pertama kali berlaga di luar negeri, sempat tegang juga,” akunya.
Langkahnya ke luar negeri adalah dampak dari keberhasilannya merengkuh berbagai gelar di tanah air.
Setelah menang di Porprov Jatim 2023, dia melaju ke Kejurnas 2024 yang digelar oleh FORKI. Dalam kejuaraan di BSD Tangerang tersebut dia mendapat emas.
Setelah mengalahkan atlet DKI Jakarta di final. Padahal, saat itu Aura masih berusia 14 tahun.
“Setelah itu ikut SEAFK (South East Asia Karate Federation, Red) di Thailand,” kata Aura.
Mereka yang ikut SEAFK adalah atlet yang mendapatkan medali emas kejurnas. Totalnya ada 44 atlet. Sedangkan dari Kabupaten Kediri hanya dia saja perwakilannya.
“Waktu itu lawan dari lima negara, Vietnam, Thailand, Malaysia, Filipina, dan Jakarta,” kenang Aura.
Dewi fortuna masih berpihak kepadanya. Buktinya Aura melaju hingga ke babak final.
Sayangnya, di final penggemar Ceyco Georgia ini kalah, sehingga hanya mendapat medali perak.
Meskipun demikian, Aura menjadi wakil Indonesia di Asia Karate Federation (AKF) yang berlangsung di Filipina. Jarak pertandingan SEAFK dan AFK hanya empat bulan saja.
“Saat di pelatnas selain latihan fisik, teknik, dan mental selama satu minggu,” kenang Aura.
Pertandingan AFK berlangsung Agustus. Meski pengalaman kedua di luar negeri, namun Aura masih gugup.
Apalagi setelah melihat fisik lawannya yang jauh lebih tingginya yang 170 sentimeter. Dalam pertandingan tersebut, lawan mainnya berasal dari Hongkong, Tiongkong, Jepang, Palestina, Uzbekistan dan Tajikistan.
“Pada saat itu hanya sampai babak semifinal,” ungkap Aura.
Baca Juga: Ini Cara Pemdes Blimbing, Gurah, Kediri Manfaatkan Teknologi untuk Permudah Penyampaian Informasi
Setelah rangkaian pertandingan di luar negeri, Aura kembali kerutinitas latihannya. Pada tahun Aura akan ikut pertandingan di Kejurnas yang akan diselenggarakan di Riau.
Jika dalam pertandingan tersebut mendapatkan emas, nantinya akan diberangkatkan ke Dubai.
Aura juga pernah mendapatkan tawaran untuk bersekolah di PPOP DKI Jakarta.
“Sebenarnya pengen juga sekolah di sana. Namun ayah tidak memperbolehkan karena jauh tempatnya,” kata Aura.
Kini, harapannya adalah bisa tampil di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Baginya, puncak prestasi sebagai atlet adalah bisa berlaga di ajang tersebut.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah