Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Desa Bogem, Gurah, Kediri Bangun Kesadaran Kesehatan dengan Kembangkan Kampung Tanaman Obat Keluarga

Habibaham Anisa Muktiara • Selasa, 21 Januari 2025 | 04:42 WIB
Kampung Toga Desa Bogem
Kampung Toga Desa Bogem

KEDIRI, JP Radar Kediri- Pemerintah Desa Bogem mengembangkan Kampung Tanaman Obat Keluarga (Toga). Mereka mendirikan Posko Asuhan Mandiri (Asman) Toga dan Akupresure.

Program atau kegiatan ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat akan menjaga kesehatan.

Posko Asuhan Mandiri (Asman) Toga dan Akupresur didirikan di Dusun Bogem Selatan, Desa Bogem. Tepatnya berada di RT 11/RW3.

Dengan adanya program ini, tidak heran jika lingkungan tersebut terlihat asri. Apalagi tanaman berkhasiat itu ditanam oleh warga di depan rumah masing-masing.

Terbentuknya Asman Toga dan Akupresur merupakan inovasi pemdes. Mereka ingin membangun kesadaran warga dalam menjaga kesehatan. “Selain itu kan lingkungan juga asri,” ujar Kepala Desa (Kades) Bogem M. Samsudin.

Semua berawal dari pembagian bibit jeruk nipis dari kebun miliknya. Melihat antusiasme warga, muncul gagasan membuat program tersebut.

Makanya, dia menekankan bahwa pembagian bibit jeruk nipis hanya boleh untuk kesehatan keluarga. “Tidak boleh dijual lagi,” tegasnya.

Kampung toga tersentra di RT 11 Dusun Bogem Selatan. Di sana memang paling aktif. Bahkan, seluruh warga lingkungan tersebut sudah aktif menanamnya.

Kini ada beberapa rumah di dusun lain yang sudah ikut serta. Namun belum sebesar di RT 11. Upaya pengenalan, penyuluhan serta pendekatan terkait toga tidak hentinya dilakukan pemdes.

Samsudin menyatakan bahwa dia dan perangkat desa langsung turun ke RT dan melakukan pengenalan toga. “Serta bagi-bagi bibit juga,” imbuhnya.

Dia menjelaskan bahwa kawasan Asman Toga dan Akupresur ini tidak lepas dari dukungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri.

Harapannya, nanti Desa Bogem tak hanya terkenal dengan museum sejarahnya. Namun, juga dikenal sebagai Kampung Toga.

Baru satu tahun berjalan, Desa Bogem berhasil meraih penghargaan juara satu Kampung Toga tingkat Kabupaten Kediri.

Setelah menjadi juara pertama, mereka menjadi perwakilan Kabupaten Kediri dalam penilaian antarkampung toga di Provinsi Jawa Timur.

“Peserta lain dari Kabupaten Sidoarjo, Madiun, Nganjuk, Tulungagung, dan Surabaya,” tandasnya.

Olah Jadi Produk Unggulan Berkhasiat

Berjalannya Asman Toga dan Akupresure di Desa Bogem ternyata menghasilkan inovasi. Yaitu produk olahan dari tanaman berkhasiat tersebut. “Mencegah lebih baik dari pada mengobati,” ujar Kades Bogem M. Samsudin.

Seiring berjalannya waktu, para anggota Asman Toga dan Akupresure membuat berbagai macam produk mulai dari minuman, makanan, hingga snack. Hal tersebut selain membuat hidup sehat, juga menambah penghasilan.

“Ya, sedikit banyak penghasilan kami jadi bertambah,” ujar Rumini, salah satu anggota Asman Toga dan Akupresure Sumber Alami.

Berbagai produk yang sudah diolah seperti minuman dari jahe merah, kerupuk dari daun-daunan, abon yang terbuat dari laos, jeli yang terbuat dari lidah buaya, dan lain lain.

Dengan berkumpul di rumah Rumini, inovasi serta inovasi menular ke anggota lain. Produk hasil olahan tersebut juga pernah diikutsertakan dalam karnaval desa maupun kegiatan lain di Kabupaten Kediri.

“Waktu itu ikut pekan budaya di Simpang Lima Gumul,” ucap Siti, salah satu anggota lainnya.

Kini RT 11 Dusun Bogem Selatan dijadikan percontohan agar para warga di lingkungan lain mengikuti kegiatan serupa.

“Kedepannya akan dibuat kedai makanan dari produk olahan jika gerakan Toga sudah besar di Bogem,” tandas Samsudin.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Andhika Attar Anindita
#radar kediri #kediri #tanaman obat keluarga #Bogem #desa #toga #gurah