JP Radar Kediri - Muda dan berprestasi. Dua kata itu cocok untuk menggambarkan sosok Cheryl. Bagaimana tidak, gadis yang masih berseragam putih abu-abu itu memiliki prestasi seabrek. Beragam pencapaian dan pengalaman telah dikantonginya.
Utamanya seputar dunia fashion designer. Meski baru menginjak 18 tahun tetapi bakatnya sudah terasah.
Putri dari pasangan Hery Setiawan dan Sih Panganti ini memang tertarik fashion sejak kecil.
Ditambah lagi, kedua orang tuanya telah lama menggeluti dunia batik. Tak ayal, Cheryl memiliki lingkungan yang mendukung.
Hingga akhirnya dia dipercaya membuat desain kostum Putri Indonesia Jawa Timur 2025.
Karyanya dikenakan oleh 12 finalis pada preliminary competition di Pakuwon Mall Surabaya Kamis (9/1).
“Rasanya campur aduk. Nggak nyangka bisa sampai di titik ini,” ujar Cheryl tentang salah satu pengalamannya yang membanggakan itu.
Mendesain pakaian bukan pengalaman pertama Cheryl. Sudah banyak karya yang dihasilkan dan diproduksi.
Termasuk yang kini tertata rapi di galeri batik miliknya dengan brand ‘Cheryl D’Collection’.
Namun, mendesain busana Putri Indonesia Jawa Timur menjadi salah satu lompatan karir baginya.
Bukan perkara mudah bisa mendapat kesempatan emas tersebut. Melainkan dia harus mampu memberikan yang terbaik.
Kerja kerasnya terbayarkan. Banyak tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya tentang manajemen waktu.
Dia harus membagi waktunya. Antara sekolah, bimbingan belajar (bimbel) dan project kolaborasi tersebut.
“Project desain ini saya kerjakan malam hari setelah pulang dari bimbingan belajar,” ungkap siswi SMAN 2 Kota Kediri ini.
Setiap malam, dia menyisihkan waktu selama sekitar satu jam. Itu dilakukannya hampir setiap hari.
Total selama satu bulan Cheryl bereksperimen sekaligus melakukan produksi. Dia memilih desain dengan potongan cape yang memikat.
Cape rancangannya menggunakan batik khas Kediri dari Batik Lochatara. Dengan motif Gringsing Dhahana.
Desain tersebut berhasil membuat penampilan 12 finalis Putri Indonesia Jawa Timur yang menggunakan legging dan atasan hitam jadi kian menawan.
Cheryl juga menambahkan aksen ekor warna warni yang menjuntai. Desain terinspirasi dari lambang Jawa Timur.
Hal itu pula yang membuat gadis asal Jl Kenanga, Desa Jajar, Wates itu mengambil tema ‘Warna-warni Jawa Timur’.
“Saya mengambil empat warna. Yaitu merah, biru, hijau, dan kuning yang terinspirasi dari lambang Jawa Timur,” urai siswa kelas XII IPA Kesehatan tersebut.
Cheryl memadukan Batik Lochatara motif gringsing dhahana dengan empat seri warna yang sesuai dengan cape-nya. Ini menjadi salah satu tantangan tersendiri.
"Kami membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk memproduksi batik baru dengan empat varian warna baru. Itu belum termasuk dengan proses potong dan jahit,” jelasnya.
Namun, dengan kegigihan, keseriusan, kerja keras dan pantang menyerah semua tantangan berhasil dilewati Cheryl dengan lancar.
Di lain sisi, Ade Auliya Rahma, selaku salah satu panitia pemilihan putri Indonesia Jawa Timur 2025 mengaku terkesan dengan desain karya Cheryl.
"Hasilnya sangat membantu mempercantik tampilan para finalis Putri Indonesia Jawa Timur 2025," tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah