Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sosok Ivona Varella Putri, Guru Tidak Tetap Asal Kediri yang juga Pelatih Karate

Habibaham Anisa Muktiara • Senin, 13 Januari 2025 | 16:13 WIB
Photo
Photo

JP Radar Kediri - Dojo-tempat berlatih bela diri karate-itu tersembunyi. Berada di bekang toko bangunan bernama Waris Jaya.

Letaknya di Dusun Budimulyo, Desa Branggahan, Kecamatan Ngadiluwih. Namanya, Fighter Karate Club.

“Sebenarnya tempat latihan ini sudah lama (ada). Namun baru menjadi tempat latihan resmi Desember (2024) lalu,” kata sang sensei, Ivona Varella Putri Arismanda.

Ya, guru atau pelatih di dojo tersebut adalah seorang perempuan. Masih muda. Usianya baru 22 tahun. Dia adalah anak sulung pemilik toko bangunan itu, pasangan Wari dan Iswatin.

Dojo itu dulunya juga gudang toko bangunan milik ayahnya. Pada 2023 difungsikan jadi tempat latihan karate.

Namun, hanya untuk private, untuk dia dan adiknya, Aura Sinta. Kebetulan, sang adik juga menggemari olahraga bela diri asal Jepang ini. Bahkan, meraih medali emas dalam Porprov Jatim 2023.

Nah, hadiah dari keberhasilannya meraih medali emas itu yang digunakan untuk merenovasi gudang. Diubah  menjadi dojo.

Matras empuk warna merah dan biru pun menutup seluruh lantai ruangan berukuran 10x5 meter tersebut.

Setelah itu, dojo ini pun terbuka bagi yang ingin bergabung.

“Latihannya setiap Selasa, Rabu, dan Kamis. Itu untuk tingkat SMP,” terangnya, sambil menyebut waktu latihan setiap pukul 15.00 WIB.

Puluhan anak menjadi siswa di dojo ini. Rata-rata adalah pelajar SMPN 1 Ngadiluwih, tempat Ivona bekerja sebagai guru tidak tetap (GTT).

Mengajar pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (PJOK). Juga, di sekolah itu, dia menjadi pelatih ekstra-kurikuler karate.

“Jadi waktu itu saya sosialisasikan kepada siswa, jika ingin latihan intensif untuk kejuaran bisa berlatih di dojo,” kata anak sulung dari dua bersaudara ini.

Jauh sebelum menjadi GTT, Ivona sudah menjadi pelatih ekstra-kurikuler karate. Sejak dia masih berstatus mahasiswa di Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri Fakultas Ilmu Kesehatan dan Sains.

Saat kuliah itu, kemampuan karatenya masuk pada masa keemasan. Dia merupakan peraih juara di ajang Pekan Olahraga dan Seni Mahasiswa Nasional (Persenasma), ajang kejuaraan untuk perguruan tinggi di bawah naungan yayasan PGRI se Indonesia.

Juga, dia meraih posisi runner up di nomor kata beregu antar-mahasiswa se Jawa Timur. Semuanya diraih pada 2022.

Hobinya di karate membuatnya mengajukan diri menjadi pelatih ekstra-kurikuler di SMPN 1 Ngadiluwih, sekolahnya dulu.

Setelah diterima, dia pun melihat bahwa banyak potensi di olahraga karate. Sayang bila hal tersebut dilewatkan. Karena itulah dia pun membuat dojo.

Misi utamanya adalah mengenalkan beladiri ini serta mencetak atlet karate. Karena itu dia tak memungut biaya pada anak didiknya. Agar bisa menjaring banyak peminat.

“Nanti kalau sudah dapat kejuaraan (menang di kejuaraan, Red) baru saya kenakan tarif Rp 5 ribu per pertemuan,” kata peraih predikat mahasiswa UNP Kediri 2024 ini.

Memilih melatih atlet pemula bukanlah pekerjaan mudah. Selain harus membekali mereka dengan ilmu-ilmu dasar, juga mengasah mental.

“Sebelum meraka pulang dari latihan, saya beri mereka motivasi kalau menjadi atlet karate ini banyak sekali keuntungannya,” ucapnya.

Ivona juga tak ingin tergesa-gesa dalam melatih anak didiknya. Dia merasa perlu memantapkan dasar terlebih dulu.

Karena itu, dia masih mengajarkan satu jurus di setiap pertemuan. Salah satunya adalah kizame yang merupakan gerakan menyerang lawan di bagian dada dan kepala.

Bagi Ivona mengajar siswa SMP ini lebih mudah dibandingkan mengajar anak TK. Mengajar karate untuk timgkat taman kanak-kanak membutuhkan kesabaran yang luar biasa.

“Pernah saya habis menata barisan depan terus ke depan, yang belakang sudah bubar lagi,” kenangnya. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #kediri #atlet karate #Guru Kediri #Pelatih Karate #karate #jawa pos