KEDIRI, JP Radar Kediri- Warga Desa Tugurejo banyak yang menggeluti sektor perikanan. Bahkan, mereka memiliki kelompok bernama Mina Makmur. Fokusnya adalah mengembangkan pembibitan ikan lele.
Pembibitan ikan lele ini berada di tiga dusun. Yaitu di Dusun Jeruk, Loksongo, dan Babakan. Usaha ini banyak menarik simpati warga. Tak sedikit yang tergerak untuk menggeluti usaha ini.
Menurut Kasun Loksongo Supriadi, ada sekitar 40 warga yang tergabung dalam kelompok Mina Makmur.
Mayoritas fokus pada pembibitan ikan lele. “Selain ikan lele, ada beberapa dari mereka yang juga budidaya ikan cupang,” terang Supriadi.
Usaha tersebut sudah berjalan lama di Desa Tugurejo. Terlebih, di Dusun Jeruk. Pembibitan ikan lele di sana telah lama berdiri dan berkembang pesat. Seperti kolam lele milik Siti Aminah.
Perempuan yang akrab disapa Bu Amin ini telah belasan tahun menggeluti pembibitan ikan lele. Dia dapat panen dalam dua bulan sekali. Satu indukan berukuran 1 kilogram bisa menghasilkan 150-200 ribu bibit ikan lele.
Total, dia memiliki 10 kolam. Lima kolam untuk anakan ikan lele. Lima lagi untuk ikan lele indukan.
Menurut Amin, pembibitan ikan lele dirasa lebih mudah dibandingkan untuk pancingan. Pasalnya, lele anakan tidak banyak menghabiskan pakan.
“Kira-kira kalau biaya operasionalnya sekitar Rp 5 ribu, keuntungan yang didapat bisa Rp 8 ribu sampai Rp 9 ribu,” ungkapnya.
Namun untuk perawatan kolam cukup berat. Karena harus dibersihkan sekitar seminggu sekali. Dengan cara ikan lele anakan dipindahkan, lalu air dikuras dan kolam disikat hingga tidak menyisakan lumut.
Kades Agung Witanto Manfaatkan Jumat Berkah untuk Tampung Aspirasi Warga
Siapa sangka di balik sosok yang ramah dan berwibawa ini rupanya dulu pernah menjadi kuli bangunan.
“Dulu saya nggak kepikiran jadi kades, ya cita-cita juga nggak ada. Pokoknya ingin kerja saja gitu yang menghasilkan uang,” cerita Agung.
Dia merupakan lulusan Sekolah Teknik Menengah (STM) Kertanegara. Agung mengambil jurusan mesin perkakas kala itu.
Setelah lulus sekolah, dia lebih memilih bekerja menjadi kuli bangunan. “Dulu setelah lulus ya kerja nguli sekitaran sini aja. Belum pernah juga kerja merantau ke luar kota,” imbuhnya,
Belum satu tahun menjabat, Agung memiliki cara tersendiri untuk mendekatkan diri ke warganya. Dia sering berkunjung ke rumah-rumah warga. Khususnya pada hari Jumat.
Tak hanya sekedar berkunjung. Dia bersama perangkat desa lainnya membagikan nasi bungkus ke warga yang tidak mampu.
“Setiap Jumat berkah, kami iuran sebanyak Rp 50 ribu untuk disumbangkan ke warga tidak mampu,” aku pria kelahiran 1983 tersebut.
Agung juga gemar menggencarkan gotong-royong membersihkan tempat ibadah bersama warga.
“Kalau terjun langsung ke warga kan bisa tahu apa yang mereka inginkan dan harapkan. Semua juga demi kebaikan bersama,” tandas pria 42 tahun tersebut.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita