Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pemdes Ngasem, Kediri Konsisten Dorong Perkembangan Posyandu dan Pendidikan Anak Usia Dini

Habibaham Anisa Muktiara • Sabtu, 11 Januari 2025 | 01:52 WIB
Pendidikan usia dini di Desa Ngasem.
Pendidikan usia dini di Desa Ngasem.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Perkembangan Desa Ngasem terus meningkat. Salah satu program unggulannya adalah posyandu.

Tidak hanya posyandu untuk balita, lansia, dan ibu hamil saja. Namun juga untuk anak pra sekolah.

Dulunya kegiatan posyandu hanya dianggap formalitas belaka. Hal itu diakui oleh Kepala Desa Ngasem Yahuri.

Bahkan, masyarakat terkesan kurang antusias. Oleh karena itu, tugas kader posyandu menjadi sangat berat.

“Dulu bahkan sempat vakum,” ujar Sri Utami, salah satu kader posyandu Desa Ngasem. Beruntung, kini makin banyak dukungan yang dirasakan.

Kegiatan yang digelar pun semakin beragam. Salah satunya adalah posyandu ibu hamil (bumil). Secara berkala posyandu bumil memberikan pembekalan bagi calon-calon ibu.

Meski tidak dalam medis tapi bisa dijadikan persiapan dari segi mental. “Termasuk pengecekan kesehatan ibu-ibu hamil,” ucapnya.

Tidak hanya itu, di posyandu bumil juga dilaksanakan kegiatan senam ibu hamil sebulan sekali. Sehingga kesehatan bumil terjaga dan bisa dijadikan wadah untuk bertukar pengalaman.

“Sebelumnya tidak ada, sekarang ada program yang kreatif muncul dari masyarakat sendiri,” ungkap Utami. Antusiasme juga terlihat dari kegiatan posyandu lansia.

Dulu hanya ada kegiatan pemeriksaan sebulan sekali dan senam sebulan dua kali. Sekarang, masyarakat justru ingin menambah intensitas senam. Menjadi seminggu dua kali.

Karena antusiasme tersebut para kader makin bersemangat. Bahkan, mereka tak mempermasalahkan soal anggaran.

Dana operasionalnya ditanggung bersama dengan sukarela. “Sangat senang dengan antusiasme warga yang cukup tinggi,” kata Utami.

Posyandu balita dan taman posyandu juga tak kalah peminat. Makanya kini ada empat pos penimbangan di Desa Ngasem.

Sedangkan untuk taman posyandu hanya ada satu. Tetapi rutin dilaksanakan seminggu dua kali.

“Taman posyandu khusus untuk anak usia 0-3 tahun. Di sana anak murni bermain dan belajar bersosialisasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Taman Kanak-Kanak Dharma Wanita Desa Ngasem seperti hidup segan mati tak mau. Dari segi lokasi, juga masih nunut di SDN Ngasem.

“Jadi mau berkembang susah. Termasuk untuk mengurus akreditasinya,” terang Kepala Desa Ngasem Yahuri.

Namun, itu dulu. Kini, pemdes mencoba mencarikan tempat baru. Yakni memanfaatkan tanah bengkok.

TK tersebut berhasil dibangun lagi. “Kebetulan bengkok saya berada di dekat SD. Sehingga masalah lahan ditemukan jalan keluarnya,” ucap Yahuri.

Sedangkan dana yang digunakan adalah dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM).

Dari yang sebelumnya dua ruang kelas, kini semakin berkembang. Ditambah tiga kelas. Sehingga, total ada lima kelas.

Dulu juga hanya ada dua guru saja yang merangkap menjadi tenaga administrasi. Kini, administrasinya semakin rapi.

Gurunya pun sudah lulusan sarjana PAUD semua. “Alhamdulillah pendidikan di Desa Ngasem semakin baik,” pungkasnya.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Andhika Attar Anindita
#radar kediri #pendidikan #posyandu #Pemdes #anak usia dini #ngasem