KEDIRI, JP Radar Kediri- Pemerintah Desa (Pemdes) Nanggungan berkomitmen besar membangun sektor pertanian.
Ini karena mayoritas penduduk di sana merupakan petani. Kepedulian itu diwujudkan dalam beberapa proyek fisik.
Pemdes Nanggungan membuat jembatan permanen sebagai bentuk dukungan terhadap sektor pertanian.
Hal ini selaras dengan keinginan para petani. Yakni agar memudahkan mereka mengangkut hasil panen.
Akhirnya, setelah dua tahun berselang pemdes merealisasikan pembangunan jembatan tersebut.
“Jembatan ini diperbaiki karena memang waktunya,” ujar Sukirman selaku ketua tim pelaksana kegiatan tersebut.
Dia menambahkan bahwa semua pekerja yang terlibat merupakan warga asli Dusun Sumur. Dalam program padat karya tersebut terdapat total 9 pekerja.
Namun, banyak warga yang turut membantu secara sukarela. “Sebisa mungkin kita berdayakan warga sekitar dulu,” terangnya.
Sebelum ada jembatan ini, pemilik sawah harus mengeluarkan biaya lebih banyak. Meliputi biaya untuk sewa truk dan sewa buruh tani untuk mengangkut hasil panen. Sekarang, warga tidak perlu mengeluarkan biaya berlebih untuk itu.
Respons warga juga sangat positif dengan adanya jembatan ini. Selain akses jadi lebih mudah, pendapatan warga juga meningkat. “Mengurangi pegeluaran yang tidak perlu,” ucap Sukirman.
Dalam pembangunan jembatan ini kendala cuaca adalah faktor utama yang dirasakan warga. “Kebetulan waktu musim penghujan. Jadi sering hujan dan debit air sungai tinggi,” tuturnya.
Selain itu, Jembatan Sumur adalah jembatan pertama yang dibangun TPK Nanggungan. Oleh karena itu, ada sedikit rasa ketakutan dan kebingungan yang dirasakan.
Namun, untungnya dalam pembangunan jembatan ini ada pendampingan dari pihak Kecamatan Kayenkidul.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita